Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Cegah Karhutla, APP Group Dukung Operasi Modifikasi Cuaca Di Jambi Dan Sumsel
Selasa, 12 Agustus 2025 19:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - APP Group melalui unit usahanya, PT Wirakarya Sakti (WKS), bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI Angkatan Udara, BPBD, serta sejumlah pemangku kepentingan memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut MoU yang ditandatangani pada Juni 2025 dan menjadi langkah nyata mendukung pemerintah mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di musim kemarau.
Baca juga : Sumsel Siaga Karhutla, APP Group Kerahkan Tim Dan Teknologi
Seremoni pelepasan operasi digelar di Posko OMC, Bandara Sultan Thaha, Jambi, Senin (11/8/2025), yang akan menjadi pusat koordinasi selama 10 hari pelaksanaan penyemaian awan berbahan higroskopis (garam). Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan potensi hujan, menambah cadangan air, dan menjaga kelembaban lahan di wilayah rawan kebakaran.
“Hari ini kita melaksanakan pelepasan kegiatan OMC di Jambi dengan pesawat dari TNI Angkatan Udara. Berdasarkan permohonan BMKG, operasi dimulai sejak 10 Agustus sampai 19 Agustus 2025. Kemarin sudah kita tebar 1.600 kg garam dan hari ini akan dilaksanakan lagi dua sorti penerbangan dengan jumlah yang sama,” ujar Dansatgas Karhutla Brigjen TNI Heri Purwanto.
Baca juga : Cegah Karhutla Meluas, Kapolri Instruksikan Respons Cepat Padamkan Titik Api
Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca BMKG Edison Kurniawan menjelaskan, setiap sorti membawa 800 kg garam, sehingga total 1.600 kg disebar setiap hari di wilayah target OMC. Fokus utama adalah lahan gambut di Tanjung Jabung Timur, Muaro Jambi, dan Musi Banyuasin, yang saat ini memiliki tinggi muka air tanah minus 60–80 cm. “Kondisi ini perlu diantisipasi agar kelembaban lahan tetap terjaga dan kebakaran bisa dicegah,” ujarnya.
Direktur Utama PT Wirakarya Sakti Didi Harsa menegaskan, dukungan terhadap OMC merupakan bagian dari komitmen APP Group melindungi lingkungan dan kesehatan publik. “Operasi ini bukti kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, swasta, dan masyarakat demi mencegah karhutla. Kami berharap sinergi ini terus diperkuat,” katanya.
Baca juga : Bank Jakarta Dukung Digitalisasi Pasar Di Jakarta
Sejak 2021, APP Group mengintegrasikan OMC ke dalam strategi Integrated Fire Management yang meliputi pencegahan, kesiapsiagaan, deteksi dini, hingga respons cepat.
Dukungan terhadap OMC di Jambi dan Sumsel tahun ini menegaskan peran APP Group sebagai mitra aktif pemerintah dalam mewujudkan target nol kebakaran dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya