Dark/Light Mode

PLN Tekan Emisi Karbon Tanpa Korbankan Finansial Perusahaan

Sabtu, 13 September 2025 16:19 WIB
EVP Perencanaan Strategi Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Parulian Noviandri dalam acara Energi & Mining Editor Society (E2S) Retret 2025 di Kinasih Resort and Conference, Bogor, beberapa waktu lalu.
EVP Perencanaan Strategi Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Parulian Noviandri dalam acara Energi & Mining Editor Society (E2S) Retret 2025 di Kinasih Resort and Conference, Bogor, beberapa waktu lalu.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN (Persero) menjalankan strategi khusus untuk menekan emisi karbon tanpa harus mengorbankan kondisi finansial perusahaan.

Berbagai inovasi dilakukan demi menyeimbangkan keandalan pasokan listrik, keterjangkauan, dan keberlanjutan lingkungan, sekaligus menjaga kesehatan finansial korporat dalam mencapai target net zero emision pada 2060.

EVP Perencanaan Strategi Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero) Parulian Noviandri, menjelaskan salah satu strategi utama adalah diversifikasi bahan bakar pembangkit batu bara dengan biomassa melalui program co-firing.

"Tahun ini ada 52 lokasi yang jalankan program co-firing dengan total kapasitas 2,45 gigawatt (GW) dan potensi reduksi emisi sebesar 10,75 juta ton CO2," kata Parulian dalam acara Energi & Mining Editor Society (E2S) Retret 2025 di Kinasih Resort and Conference, Bogor, beberapa waktu lalu.

Baca juga : 13 DPW PPP Silaturahmi Dengan Epyardi Asda, Sepakat Lakukan Perubahan

Selain itu, PLN juga mengonversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) ke energi baru terbarukan (EBT) melalui program Dedieselisasi dan Hibridisasi.

Program ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM), meningkatkan efisiensi biaya, serta mengurangi emisi karbon.

"Program konversi PLTD ke EBT & Hybrid dilakukan secara bertahap di 631 lokasi PLTD yang tersebar di seluruh Indonesia," ujar Parulian.

Program Dedieselisasi ini menyasar 3.378 unit pembangkit diesel yang masih beroperasi.

Baca juga : Hadiri Maulid Nabi, Kapolri Ajak Masyarakat Jaga Persatuan

Ada tiga program utama yang dijalankan, yakni konversi ke EBT dan Hybrid (0,62 GW di 631 lokasi), penggantian PLTD menjadi PLTMG berbahan bakar gas (0,21 GW di 35 lokasi), serta interkoneksi ke jaringan (grid) (0,75 GW di 154 lokasi).

Parulian menambahkan bahwa hibridisasi PLTD dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan baterai ditargetkan mampu menurunkan konsumsi BBM hingga 8,1 juta liter per tahun.

Program ini berpotensi menghemat biaya sebesar Rp 58,84 miliar per tahun.

"Ada pilot project Hibridisasi Maratua dengan kapasitas PV 300 kW, Baterai 600 kWh. Mengurangi BBM 46.219,95 liter (Agustus-Des 2025). Menurunkan emisi karbon 110.465,68 kg CO2," jelas Parulian.

Baca juga : Buka Turnamen Badminton HUT Partai Demokrat, Ibas: Olahraga Pemersatu Bangsa

PLN mengakui bahwa saat ini lebih dari 60 persen pembangkit masih menggunakan PLTU batu bara.

Oleh karena itu, manajemen terus berupaya meningkatkan penggunaan teknologi untuk menangkap emisi karbon yang dihasilkan.

PLN bermitra dengan perusahaan energi lain dalam pengembangan dan studi teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS).

"Net Zero Emission bagaimana pembangkit yang ada kita tambahkan teknoklogi, dengan CCS (Carbon Capture Storage)," tutup Parulian.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.