Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pertamina Imbau Masyarakat Waspada Hoaks Terkait Layanan BBM
Jumat, 26 September 2025 18:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina Patra Niaga meluruskan sejumlah informasi bohong (hoaks) yang beredar di masyarakat terkait layanan bahan bakar minyak (BBM) dan operasional perusahaan.
Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan pihaknya dalam beberapa waktu terakhir menemukan praktik manipulasi hingga penyesatan informasi oleh pihak tidak bertanggung jawab yang diarahkan kepada Pertamina dan pemerintah.
“Kondisi ini sangat disayangkan karena tidak saja merupakan pencemaran nama baik Pertamina sebagai BUMN, tetapi juga pemerintah yang terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Roberth dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Baca juga : Pertamina Pastikan Kargo Base Fuel Tiba Hari Ini, Siap Kolaborasi Dengan BU Swasta
Ia menegaskan, salah satu hoaks yang beredar yakni adanya pembatasan pengisian BBM hingga tujuh hari untuk mobil dan empat hari untuk motor serta larangan bagi penunggak pajak kendaraan. Menurut dia, kabar tersebut tidak benar.
“Penyaluran BBM, khususnya subsidi, tetap berjalan sesuai ketentuan pemerintah melalui mekanisme yang berlaku agar lebih tepat sasaran dan transparan. Hal ini juga sudah disampaikan Kementerian ESDM,” katanya.
Selain itu, Roberth menepis isu kebakaran SPBU akibat kebijakan pembatasan BBM. Video yang beredar di media sosial merupakan rekaman lama insiden kebakaran SPBU di Aceh pada 2024.
Baca juga : Gelar Aksi Nyata Bagi Masyarakat, FWD Insurance Hadirkan Community Care Month
Pertamina juga meluruskan informasi terkait video viral di Lumajang yang disebut sebagai aksi massa menggeruduk SPBU. Peristiwa sebenarnya terjadi pada 17 September 2025 saat karnaval desa berlangsung. Hujan deras membuat penonton berdesakan berteduh di area SPBU yang sudah tutup sejak malam. Keributan dipicu pengaruh minuman keras, bukan pelayanan SPBU.
“Tidak ada penjarahan ataupun kerusakan. Hanya sampah berserakan yang ditemukan keesokan harinya,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap hoaks lain seperti rekrutmen fiktif yang meminta biaya, kabar mobil tangki Pertamina mengisi di SPBU swasta, maupun informasi palsu terkait harga BBM.
Pertamina Patra Niaga mengajak masyarakat untuk selalu memverifikasi kebenaran informasi melalui kanal resmi perusahaan, yakni Pertamina Call Center 135 dan akun resmi media sosial Pertamina.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya