Dark/Light Mode

Berpotensi Tembus Rp 2,5 Juta Per Gram

Harga Emas Selangit Peminat Tetap Melejit

Selasa, 7 Oktober 2025 06:35 WIB
Harga emas Antam naik Rp 11.000 menjadi Rp 2.250.000 per gram.  (Foto: Rizki Syahputra/RM)
Harga emas Antam naik Rp 11.000 menjadi Rp 2.250.000 per gram.  (Foto: Rizki Syahputra/RM)

 Sebelumnya 
Hal ini dikarenakan penguatan rupiah menekan harga emas dalam negeri, meski harga logam mulia dunia naik. 

Tapi, sambungnya, jika tren penguatan global berlanjut dan rupiah tidak terlalu menguat, maka harga emas batangan dalam negeri perkiraannya bisa mencapai Rp 2,5 juta per gram untuk kadar 99,99 persen dan emas perhiasan di 24 karat. 

Mengutip laman logammulia.com, Senin (6/10/2025), harga emas Antam di Butik Emas Logam Mulia (BELM) Gedung Antam, Jakarta, naik Rp 11.000 menjadi Rp 2.250.000 per gram, dibandingkan pada perdagangan Sabtu (4/10/2025) yang tercatat di angka Rp 2.239.000 per gram. 

Begitu juga harga pembelian kembali (buyback) ikut mengalami kenaikan sebesar Rp 11.000, atau menjadi Rp 2.098.000. 

Baca juga : Mandalika Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

Terpisah, Ekonom Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda mengatakan, investasi emas masih tetap menarik. Apalagi kepemilikan emas saat ini tak hanya dalam bentuk fisik, tetapi terus berkembang menjadi emas digital. 

Menurut Nailul, perusahaan yang memberikan layanan kepemilikan emas digital pun harus meningkatkan keamanan datanya. 

“Keamanan data sangat penting dan harus menjadi prioritas agar masyarakat yang memiliki emas digital tidak menjadi korban kejahatan siber,” tegas Huda kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Nailul mengingatkan, kejahatan di bidang digital ini tidak hanya merugikan masyarakat. Tetapi juga merugikan perusahaan karena mengelola data-data, baik yang terkait informasi cadangan maupun lainnya. 

Baca juga : Lokasinya Lebih Ikonik, Bisa Dinikmati Warga Saat Macet

“Kalau ini disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab, tentu kepercayaan konsumen akan tergerus jika terjadi fraud dalam sistem digital perusahaan,” katanya. 

Sebelumnya, Direktur Teknologi Informasi & Digital Pegadaian Yos Iman Jaya Dappu tak memungkiri, penguatan harga emas dunia telah menjadi instrumen investasi pilihan utama masyarakat Indonesia. 

Ia mencontohkan, harga emas Antam pada 20 September 2024 senilai Rp 1.460.000 per gram, setahun kemudian harganya melonjak menjadi Rp 2.122.000 per gram. 

“Artinya, terjadi kenaikan sekitar 45 persen year to date (ytd) dan ini menegaskan posisi emas sebagai aset lindung nilai yang sangat relevan di tengah ketidakpastian ekonomi,” kata Yos dalam siaran pers, Senin (22/9/2025). 

Baca juga : Kejagung: Nadiem Tersangka Berdasarkan Empat Alat Bukti

Sejalan dengan fenomena tersebut, kata dia, peningkatan juga terjadi pada transaksi di layanan digital Pegadaian, khususnya pada produk berbasis emas, seperti Tabungan Emas hingga Cicil Emas. 

Ia menuturkan, hingga September 2025, aplikasi Pegadaian Digital dan Pegadaian Syariah Digital telah mencatatkan lebih dari 20 juta transaksi dengan pertumbuhan luar biasa, mencapai 253,9 persen ytd. 

Kini, pihaknya pun mengambil langkah strategis di tengah tren kenaikan harga emas global yang signifikan. 

Salah satu upaya dalam menyikapi meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas, kata dia, adalah dengan menyiapkan aplikasi generasi terbaru sebagai ekosistem keuangan digital terintegrasi. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.