Dark/Light Mode

PLN EPI Perkuat Rantai Pasok Gas untuk Dorong Ketahanan Energi Nasional

Selasa, 7 Oktober 2025 02:48 WIB
Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto (Kanan) hadir sebagai pembicara di Acara Rystad Energy APAC Annual Summit 2025 yang digelar di Singapura. Kiri ke Kanan : Kaushal Ramesh (Vice President, Head of Gas & LNG Analytics, Rystad Energy) sebagai moderator, Tracy Lothian (_Head of Asia Pacific and Global Low Carbon, MidOcean Energy_, Mehdi Chennoufi (Head of Asia LNG Business Development & Origination, Vitol), serta Dr. Tran Hong Nam (Member of the Board, PetroVietnam).
Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto (Kanan) hadir sebagai pembicara di Acara Rystad Energy APAC Annual Summit 2025 yang digelar di Singapura. Kiri ke Kanan : Kaushal Ramesh (Vice President, Head of Gas & LNG Analytics, Rystad Energy) sebagai moderator, Tracy Lothian (_Head of Asia Pacific and Global Low Carbon, MidOcean Energy_, Mehdi Chennoufi (Head of Asia LNG Business Development & Origination, Vitol), serta Dr. Tran Hong Nam (Member of the Board, PetroVietnam).

RM.id  Rakyat Merdeka - Rantai pasok gas diproyeksikan menjadi salah satu kekuatan utama dalam menjaga ketahanan energi Indonesia. Direktur Utama PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) sekaligus Vice Chairman Indonesian Gas Society (IGS) Rakhmad Dewanto menyampaikan hal tersebut dalam acara Rystad Energy APAC Annual Summit 2025 di Singapura, Selasa (30/9/2025).

Dalam sesi panel bertajuk “LNG and the Tale of Two Asias: Energy Security and Energy Affordability”, Rakhmad memaparkan bahwa kebutuhan energi nasional lima tahun ke depan diperkirakan tumbuh 2,3 persen per tahun, dengan sektor kelistrikan menjadi pendorong utama melalui pertumbuhan 5,4 persen per tahun.

Menurut Rakhmad, aspek energy security (ketahanan energi) dan energy sustainability (keberlanjutan energi) sama pentingnya bagi Indonesia. Karena itu, diperlukan pemanfaatan beragam sumber energi seperti batubara, gas alam cair (LNG), dan energi terbarukan.

“Dengan semakin bertambahnya pembangkit renewable, pembangkit gas akan bertambah pula, tidak hanya sebagai energi transisi namun menjadi energi pelengkap terutama untuk PLTS dan PLTB,” ujar Rakhmad.

Baca juga : MBG Bentuk Perhatian Pemerintah Dorong Generasi Emas

Ia menambahkan, LNG memiliki peran penting dalam mendorong perekonomian nasional, khususnya di sektor kelistrikan.

Kebutuhan PLN EPI terhadap LNG meningkat signifikan, dari 61 kargo pada 2022 menjadi 90 kargo pada 2025, dan diproyeksikan naik lagi menjadi 104 kargo pada tahun depan.

Untuk mendukung pengembangan industri gas dalam rangka memperkuat ketahanan dan keberlanjutan energi, harga gas dan LNG untuk kelistrikan saat ini dinilai relatif kompetitif dibandingkan harga internasional.

Kondisi ini menegaskan posisi Indonesia bukan hanya sebagai negara pengekspor gas, tetapi juga sebagai salah satu pengguna utama di kawasan regional.

Baca juga : PHE Perkuat Rantai Pasok Migas untuk Jaga Ketahanan Energi Nasional

PLN EPI kini tengah memperkuat rantai pasok gas melalui pengembangan infrastruktur LNG midstream. Proyek tersebut ditargetkan meningkatkan kapasitas penyimpanan LNG dari 700 ribu meter kubik menjadi 1,2 juta meter kubik, serta kapasitas regasifikasi dari 1.300 juta standar kaki kubik per hari (Million Standard Cubic Feet per Day/MMSCFD) menjadi 3.850 MMSCFD.

“Dengan infrastruktur LNG yang saat ini dibangun terutama di kawasan timur Indonesia, pengembangan pasar baru gas diharapkan dapat terbuka sehingga baik ketahanan energi dan pengurangan emisi dapat dicapai mengingat cadangan gas masih tersedia melimpah,” tambah Rakhmad.

Selain itu, Rakhmad juga menyoroti peluang kerja sama antarnegara di kawasan Asia Tenggara untuk memperkuat ketahanan energi regional, baik melalui kolaborasi kontrak jual beli maupun pengembangan infrastruktur gas dan LNG bersama.

Dalam sesi tersebut, Rakhmad tampil bersama sejumlah tokoh energi global, di antaranya Kaushal Ramesh (Vice President, Head of Gas & LNG Analytics Rystad Energy) sebagai moderator, Tracy Lothian (Head of Asia Pacific and Global Low Carbon MidOcean Energy), Mehdi Chennoufi (Head of Asia LNG Business Development & Origination Vitol), dan Dr. Tran Hong Nam (Member of the Board PetroVietnam).

Baca juga : Pancasila Perekat Bangsa, Fadli Zon Tekankan Relevansi Ideologi di Era Global

Rystad Energy APAC Annual Summit 2025 mempertemukan para pemimpin energi regional, eksekutif senior, dan pakar internasional dalam dialog strategis membahas cara kawasan Asia Pasifik menghadapi ketidakpastian energi, meraih peluang baru, serta membuka nilai di sepanjang rantai energi global.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.