Dark/Light Mode

Proyek RDMP Balikpapan Raih Peringkat Tertinggi idAAA(sf)

Jumat, 10 Oktober 2025 17:08 WIB
Ilustrasi. (Foto: Dok. Kilang Pertamina Internasional)
Ilustrasi. (Foto: Dok. Kilang Pertamina Internasional)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kilang Pertamina Internasional (KPI) melalui anak usahanya, PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB), kembali meraih peringkat tertinggi idAAA(sf) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk instrumen pembiayaan proyek terstruktur.

Peringkat ini berlaku mulai 1 September 2025 hingga 1 September 2026.

Pejabat sementara Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani, mengatakan pencapaian ini mencerminkan tingginya kepercayaan pasar terhadap kemampuan KPI dalam mengelola proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.

Proyek RDMP Balikpapan merupakan proyek terbesar yang dikelola Pertamina saat ini. Proyek ini juga menunjukkan kemampuan Pertamina dalam mengelola proyek termasuk pendanaannya,” ujar Milla di Jakarta, Jumat (10/10/2025).

Baca juga : Produk UMKM Binaan Pertamina Patra Niaga Curi Perhatian di Grand Prix Indonesia

Milla menjelaskan, sejumlah faktor mendukung capaian peringkat tertinggi tersebut, antara lain dukungan kuat dari induk perusahaan PT Pertamina (Persero), struktur proyek yang kokoh, serta prospek permintaan produk kilang yang stabil.

Dengan pencapaian ini, lanjut Milla, KPI semakin optimistis proyek RDMP Balikpapan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat ketahanan energi nasional.

“RDMP Balikpapan akan mengubah wajah ketahanan energi Indonesia. Proyek tersebut akan meningkatkan kapasitas pengolahan kilang dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari,” tutur Milla.

Selain meningkatkan kapasitas, proyek ini juga akan memperbaiki kualitas bahan bakar dari standar Euro 2 menjadi setara Euro 5 yang lebih ramah lingkungan.

Baca juga : RDMP Balikpapan Rampungkan Unit Kunci, RFCC Siap Uji Operasi Akhir 2025

RDMP Balikpapan turut meningkatkan kompleksitas kilang untuk mendorong efisiensi operasional dan memperluas jangkauan produk.

Proyek strategis nasional tersebut juga memberi dampak ekonomi dan sosial yang signifikan di tingkat daerah dan nasional, mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal hingga pertumbuhan industri pendukung dan peningkatan rantai pasok dalam negeri.

Hingga akhir September 2025, progres pembangunan proyek RDMP Balikpapan dan Lawe-Lawe telah mencapai 96,5 persen dan kini memasuki tahap commissioning serta persiapan start-up unit-unit utama.

“RDMP Balikpapan dan Lawe-Lawe menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional, mendukung kemandirian pasokan bahan bakar minyak, dan mendorong pembangunan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” tutup Milla.

Baca juga : Proyek Pani EMAS Bakal Jadi Jagoan Tambang Emas Primer di Asia Pasifik

KPI merupakan anak perusahaan Pertamina yang bergerak di bidang pengolahan minyak dan petrokimia dengan menerapkan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG).

Perusahaan ini juga terdaftar dalam United Nations Global Compact (UNGC) dan berkomitmen menjalankan bisnis berkelas dunia yang berwawasan lingkungan serta memiliki tata kelola yang baik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.