Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kemenkop–PLN EPI Kolaborasi Kembangkan Ekosistem Biomassa Berbasis Koperasi
Minggu, 23 November 2025 10:46 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk pengembangan ekosistem biomassa berbasis masyarakat melalui koperasi.
Kerja sama ini menjadi dukungan terhadap program transisi energi bersih dan target Net Zero Emission (NZE) 2060.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kemenkop, Herbert H.O. Siagian, dan Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, di Kantor Kemenkop, Jakarta, Jumat (21/11/2025).
Herbert menegaskan bahwa kolaborasi ini penting untuk memperkuat peran koperasi dalam rantai pasok energi terbarukan, khususnya biomassa yang diproduksi masyarakat di desa dan kelurahan.
Menurut dia, koperasi berpotensi menjadi agregator bagi bahan baku biomassa yang akan dipasok kepada PLN EPI.
“Kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem energi terbarukan di Indonesia sebagai bagian transisi energi bersih, sebagaimana tertuang dalam target Pemerintah jangka menengah-panjang yang tertuang di dalam berbagai dokumen nasional,” kata Herbert.
Ia menjelaskan bahwa koperasi dapat menjaga kestabilan dan keberlanjutan pasokan biomassa yang menjadi kebutuhan utama PLN EPI.
Baca juga : Lippo Karawang Hadirkan Ekosistem Hunian Dan Investasi Di Koridor Timur Jakarta
Keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih dinilai selaras dengan target PLN EPI karena tersebar hingga pelosok Indonesia.
"Apabila kerja sama ini terwujud, bisa menjadi upaya awal atau garansi awal kestabilan pasokan untuk energi biomassa,” jelasnya.
Herbert menambahkan bahwa biomassa bukan hanya energi, tetapi juga peluang ekonomi bagi masyarakat desa. Selama ini banyak komoditas biomass yang belum dimanfaatkan optimal.
“Dengan adanya sinergi ini, produk-produk bahan baku biomassa yang semula tak bernilai menjadi barang yang bernilai ekonomis," ujarnya.
Ia menyebut bahwa Kopdes/Kel Merah Putih dapat mendorong pengumpulan bahan baku biomassa hingga mencapai agregat tertentu sehingga membuka lapangan kerja baru secara berkelanjutan.
“Dengan begitu, masyarakat tidak hanya berkontribusi pada energi bersih, tetapi juga memperoleh pendapatan tambahan,” katanya.
Herbert juga menyoroti potensi biomassa untuk memperluas layanan listrik di desa yang belum teraliri, yang jumlahnya diperkirakan mencapai 5.000–6.000 desa.
Baca juga : Pemerintah Pacu Peningkatan Ekonomi Desa Lewat Hilirisasi Pertanian
Pemanfaatan biomassa dinilai dapat membuka peluang solusi energi terbarukan.
"Mudah-mudahan Kemenkop bersama PLN EPI bisa segera menindaklanjuti melalui piloting bersama koperasi yang sudah berjalan dan potensial,” katanya.
Ia berharap, sebelum pergantian tahun dapat dimulai proyek percontohan antara koperasi pemasok dan PLN EPI. Skema bisnis antarbadan usaha (B2B) ini diharapkan mendorong koperasi memasuki bisnis berkelanjutan untuk ketahanan energi nasional.
"Kerja sama ini dapat menjadi momentum berbagi pengalaman dan ide inovatif tentang pengembangan biomassa di desa, sekaligus meningkatkan kepedulian kita terhadap lingkungan,” ujar Herbert.
Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menegaskan kesiapan PLN dalam membangun rantai pasok biomassa.
Ia menyebut biomassa sangat dekat dengan aktivitas ekonomi masyarakat sehingga kerja sama dengan Kemenkop menjadi langkah konkret untuk menjamin pasokan.
"Sinergi ini diyakini akan memperkuat dan mempercepat upaya pengembangan koperasi terutama dalam pemanfaatan potensi lahan dan waste management dalam rangka percepatan transisi energi, dan pencapaian target Net Zero Emission," ujar Hokkop.
Baca juga : PTPN III–HIN Kolaborasi Perkuat Layanan Akomodasi Dan MICE Nasional
Ia menegaskan bahwa PLN EPI sudah menyiapkan konsep waste management untuk mendukung pengembangan energi bersih dengan melibatkan koperasi.
"Komitmen ini akan memberikan dasar yang kuat bagi terbentuknya suplai biomassa yang terstruktur, berkelanjutan, dan memiliki nilai tambah yang nyata bagi masyarakat," ujar Hokkop.
Ke depan, ia berharap koperasi dapat melakukan registrasi agar dapat berperan sebagai pengumpul, pemasok, atau hub investasi biomassa, mengingat PLTU membutuhkan pasokan yang stabil.
"Kalau kita mampu mengoptimalkan koperasi maka akan tercapai kestabilan (pasokan),” kata Hokkop.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya