Dark/Light Mode

Raih Paramakarya 2025, Krakatau Posco Buktikan Keunggulan Produktivitas

Rabu, 10 Desember 2025 13:24 WIB
Krakatau Posco meraih penghargaan Paramakarya 2025, dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dalam ajang Naker Inspirational and Leadership Award. (Foto: Dok. Krakatau Posco)
Krakatau Posco meraih penghargaan Paramakarya 2025, dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dalam ajang Naker Inspirational and Leadership Award. (Foto: Dok. Krakatau Posco)

RM.id  Rakyat Merdeka - Krakatau Posco meraih penghargaan Paramakarya 2025, dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dalam ajang Naker Inspirational and Leadership Award.

Sebagai informasi, penghargaan ini diberikan kepada perusahaan yang berhasil mencapai tingkat penerapan Sistem Manajemen Peningkatan Produktivitas sebesar 85 hingga 100 persen, sesuai Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 156 Tahun 2021, tentang Sistem Manajemen Peningkatan Produktivitas.

Penyerahan penghargaan dilakukan langsung Menteri Ketenagakerjaan Yassierli didampingi Wakil Menteri Afriansyah Noor dan diterima langsung Direktur Human Resources & General Affairs Krakatau Posco Iip Arief Budiman.

Direktur Human Resources & General Affairs Krakatau Posco Iip Arief Budiman mengatakan, penghargaan Paramakarya 2025 menjadi penegasan atas komitmen jangka panjang perusahaan dalam peningkatan produktivitas.

Iip menambahkan, perusahaan juga meraih Siddhakarya 2024 sebagai pondasi penting sebelum melangkah ke tingkat nasional.

Baca juga : Raker Dan Camp 2025, KAUMY Jakarta Mantapkan Kompas Organisasi

"Krakatau Posco tidak hanya menerapkan sistem produktivitas secara internal. etapi, juga terlibat dalam penyusunan buku praktik terbaik produktivitas nasional bersama Kemnaker," ujar Iip, dalam keterangannya, Rabu (10/12/2025).

Ia mengungkapkan, penghargaan ini juga menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus berinovasi, berbagi praktik baik dan mendukung peningkatan daya saing industri baja Indonesia di tingkat global.

Menurutnya,, penghargaan ini mencerminkan kerja keras seluruh karyawan dan komitmen perusahaan untuk menjaga budaya produktivitas di semua lini.

"Kami percaya, peningkatan produktivitas bukan hanya tentang angka. Tetapi, tentang bagaimana setiap orang berkembang dan memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan, industri, serta pertumbuhan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan, Pemerintah memiliki rencana strategis dalam memperkuat produktivitas nasional.

Baca juga : Raih Predikat Silver pada ASRRAT 2025, PDC Buktikan Komitmen Berkelanjutan

“Balai-balai pelatihan yang ada di provinsi akan difungsikan sebagai klinik produktivitas,” ungkapnya.

Menurut Yassierli, program ini akan mulai berjalan tahun depan, dengan mengalihfungsikan balai pelatihan kerja menjadi pusat pendampingan produktivitas bagi perusahaan, terutama sektor manufaktur dan industri padat karya.

"Langkah ini sejalan dengan agenda Pemerintah dalam memperkuat hubungan industrial, meningkatkan kompetensi tenaga kerja melalui reskilling dan upskilling, serta memperkuat pengawasan ketenagakerjaan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Cris Kuntadi menyampaikan, prestasi ini menjadi bukti konsistensi perusahaan dalam mendorong produktivitas nasional melalui inovasi berkelanjutan, efektivitas proses kerja dan tata kelola kinerja yang kuat.

“Perusahaan yang mencapai tingkat penerapan Sistem Manajemen Peningkatan Produktivitas sebesar 85 persen hingga 100 persen masuk kategori unggul,” ujar Cris.

Baca juga : 57 Pemda Raih Penghargaan 2025, Kemendagri Pastikan Penilaian Adil

Ia menambahkan, penghargaan Paramakarya diberikan setelah proses verifikasi mendalam, termasuk kunjungan lapangan oleh tim Kemnaker pada Agustus dan November 2025. Serta, keterlibatan aktif dalam program peningkatan produktivitas nasional.

Lebih lanjut Cris mengatakan, penilaian dalam ajang Naker Inspirational and Leadership Award 2025 melibatkan berbagai pihak, mulai dari 188 perusahaan dalam kategori Paramakarya, 34 provinsi dalam kategori pembangunan ketenagakerjaan.

Lalu, 32 provinsi sebagai pembina produktivitas, 38 provinsi dalam pengawasan ketenagakerjaan, hingga 16 kawasan industri dalam kategori Norma 100.

Adapun penilaian berfokus pada inovasi, efektivitas program, perbaikan tata kelola dan kontribusi nyata terhadap pembangunan ketenagakerjaan. "Tentunya, dengan penekanan pada dampak langsung bagi pekerja dan industri," ujar Cris.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.