Dark/Light Mode

Prabowo Tegaskan Keselamatan, Bahlil Buka Medan Sulit Pemulihan Energi

Selasa, 16 Desember 2025 12:32 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Foto: dok. ESDM)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Foto: dok. ESDM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden RI Prabowo Subianto menaruh perhatian serius pada penanganan bencana dan pemulihan infrastruktur nasional. Hal itu mengemuka saat Presiden menerima laporan langsung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).

Dalam laporannya, Bahlil memaparkan kondisi lapangan yang masih penuh tantangan, terutama dalam pemulihan kelistrikan serta distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di wilayah terdampak bencana, khususnya Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatera Barat.

Mengawali sidang, Presiden Prabowo menegaskan bahwa meski sebagian besar wilayah telah kembali tersambung listrik, pemerintah tidak akan memaksakan pemulihan jika berisiko membahayakan keselamatan masyarakat dan petugas.

"Kabel yang melewati area tergenang itu berbahaya. Jika dipaksakan menyambung listrik, hal ini bisa menimbulkan korban jiwa. PLN bekerja dalam kondisi yang sangat menantang," kata Prabowo.

Secara teknis, Bahlil menjelaskan bahwa kondisi kelistrikan di Aceh terus menunjukkan perbaikan. Total kapasitas pembangkit di Banda Aceh saat ini mencapai sekitar 110 Mega Watt (MW), dengan beban rata-rata yang masuk sekitar 66 MW, meskipun sebagian pasokan masih ditopang oleh genset.

"Jaringan induk yang telah terpasang kini mencapai sekitar 80-90 persen, dan diperkirakan dalam beberapa minggu semua akan kembali normal. Jika ini terjadi, aliran listrik dari Arun dan Bireuen akan bisa masuk secara normal," jelas Bahlil.

Baca juga : Pascabencana Sumatera, Trauma Healing Anak Jadi Fokus Pemulihan

Untuk sistem transmisi Sumatera, sambungan antarpulau telah terkoneksi. Namun, distribusi ke desa-desa masih terhambat akibat kerusakan jalan, robohnya tiang listrik, dan genangan banjir yang belum surut.

Bahlil menegaskan, pemulihan tidak bisa dilakukan dengan tergesa-gesa, jika kondisi masih membahayakan.

Selain listrik, Presiden juga mendapat laporan terkait pasokan BBM dan LPG. Di Sumatera Barat, kondisi relatif lebih terkendali. Sementara di Sumatera Utara, tantangan utama adalah distribusi LPG akibat akses jalan yang belum sepenuhnya pulih. Sehingga, membutuhkan suplai tambahan melalui jalur laut.

Kondisi terberat terjadi di Aceh. Menurut Bahlil, terdapat tiga kabupaten yang hingga kini hanya dapat dijangkau melalui jalur udara untuk memenuhi kebutuhan BBM dan LPG.

"Di tiga kabupaten di Aceh diperlukan upaya luar biasa karena akses darat belum memungkinkan. Kami menyalurkan pasokan lewat jalur udara menggunakan helikopter dan pesawat Hercules, memanfaatkan jalan tikus, serta mengirimkan dengan rakit. Apa pun yang bisa mempercepat distribusi, kami maksimalkan," jelas Bahlil.

Listrik Terus Menyala Bertahap

Tim ESDM Siaga Bencana melaporkan, hingga Senin (15/12) pukul 19.00 WIB, secara nasional tercatat 1.789.566 pelanggan terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, 1.591.271 pelanggan telah kembali menikmati listrik, sementara 198.296 pelanggan masih padam.

Baca juga : Pramono Teken MoU dengan Kejati, Jakarta Jadi Percontohan Pidana Kerja Sosial

Di Aceh, dari 970.954 pelanggan terdampak, sebanyak 774.401 pelanggan telah menyala kembali. Dari sekitar 6.500 desa terdampak, 5.961 desa telah berlistrik, dan 539 desa masih padam. Wilayah dengan desa padam terbanyak antara lain Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tamiang, Gayo Lues, dan Aceh Timur.

Di Sumatera Utara, dari 554.048 pelanggan terdampak, 543.346 pelanggan telah pulih. Namun, hujan deras dan longsor menyebabkan tiga kabupaten belum sepenuhnya menyala, antara lain di Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan.

Sementara di Sumatera Barat, banjir susulan menyebabkan 274.564 pelanggan terdampak, dengan 273.804 pelanggan sudah kembali menyala. Tiga jorong yang kembali terendam banjir antara lain Jorong Lambeh, Jorong Batu Busuak, dan Jorong Labuah.

Satgas Rekonstruksi Disiapkan

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan rencana pembentukan satuan tugas atau badan rekonstruksi untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi permukiman, infrastruktur, serta fasilitas sosial di wilayah terdampak bencana di Sumatera.

Presiden menegaskan, tidak boleh ada hambatan birokrasi dalam proses pemulihan.

"Jangan ada alasan soal pencarian lahan dan sebagainya. Sekarang waktunya bekerja keras. Anggaran APBN sudah kita siapkan. Anggaran ini berasal dari hasil penghematan (efisiensi) yang telah kita lakukan," tegasnya.

Baca juga : Salurkan Kredit Keberlanjutan, CIMB Niaga Siapkan Sejumlah Aturan Uji Tuntas

Tak hanya itu, Presiden juga memastikan dukungan dana langsung ke daerah.

"Saya perintahkan setiap gubernur yang terdampak untuk menerima dana operasional taktis sebesar Rp 20 miliar. Semua bupati/wali kota di 52 kabupaten/kota yang terdampak langsung saya beri Rp4 miliar. Dana ini sudah dikirimkan di luar anggaran pemulihan, dan tiga hari setelah instruksi saya, uang telah sampai ke semua kabupaten," kata Prabowo.

Negara bekerja di medan sulit. Energi dipulihkan tanpa mengorbankan keselamatan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.