Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Hadapi Nataru, ASDP Imbau Kewaspadaan Cuaca Ekstrem Di Wilayah Penyeberangan
Sabtu, 20 Desember 2025 14:12 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengimbau seluruh pengguna jasa penyeberangan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), khususnya di lintasan strategis Merak–Bakauheni.
Masyarakat yang akan bepergian menggunakan kapal diminta mengatur waktu perjalanan sebaik mungkin, mempersiapkan perjalanan dan kendaraan secara matang, serta selalu mematuhi arahan petugas selama berada di area pelabuhan maupun di atas kapal.
Berdasarkan informasi Stasiun Meteorologi Maritim BMKG Pelabuhan Merak, pada periode 18–21 Desember 2025 wilayah Selat Sunda dipengaruhi angin dari sektor Selatan–Barat dengan kecepatan 10–25 knots, tinggi gelombang berkisar 1,2–1,5 meter, serta arus laut yang memerlukan kehati-hatian tinggi dalam operasional pelayaran.
BMKG juga mengeluarkan Peringatan Dini I (Waspada) terkait potensi angin kencang hingga 20 knots.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo, menegaskan bahwa dalam kondisi cuaca maritim yang dinamis, keselamatan tetap menjadi prioritas utama perusahaan.
Baca juga : BNPB Imbau Warga Waspadai Risiko Listrik di Tengah Pemulihan Pascabencana
“Setiap proses sandar, bongkar muat, hingga pelayaran kami lakukan secara hati-hati dan terukur. Penyesuaian operasional dilakukan agar keselamatan penumpang, awak kapal, dan seluruh pengguna jasa tetap terjaga, meskipun pada waktu tertentu berdampak pada perlambatan layanan,” ujar Heru dalam keterangannya, Sabtu (20/12/2025).
Heru menambahkan, ASDP terus memperkuat koordinasi dengan BMKG, TNI/Polri, KSOP, BPTD, serta instansi terkait lainnya melalui Port Operational Control Center (POCC).
Pengguna jasa diimbau untuk memantau informasi cuaca resmi secara berkala dan tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi cuaca dinilai kurang aman.
Imbauan kewaspadaan tersebut sejalan dengan pembukaan Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Kamis (18/12/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Menhub Dudy menegaskan, bahwa keselamatan dan keamanan merupakan prioritas tertinggi dalam penyelenggaraan angkutan Nataru, seiring tingginya potensi pergerakan masyarakat.
Baca juga : Banjir Rob Diproyeksi Kembali Terjang Pesisir
“Berdasarkan hasil survei, diperkirakan sebanyak 119,5 juta orang akan melakukan perjalanan selama libur Natal dan Tahun Baru. Oleh karena itu, aspek keselamatan harus menjadi perhatian utama seluruh pihak,” ujar Menhub.
Dudy juga menekankan empat fokus utama penyelenggaraan angkutan Nataru, yaitu keselamatan dan keamanan, sinergi dan kolaborasi lintas sektor, perhatian terhadap detail operasional, serta kesiapsiagaan menghadapi ketidakpastian dan kondisi darurat.
Sebagai bentuk dukungan terhadap arahan tersebut, ASDP menyiagakan 1.197 personel di Pelabuhan Merak dan 786 personel di Pelabuhan Bakauheni, serta memperkuat koordinasi dengan TNI/Polri, KSOP, BPTD, INFA, GAPASDAP, dan BMKG guna memastikan layanan penyeberangan berjalan aman, tertib, dan terkendali selama periode Nataru.
Ujicoba Face Regognition
Di samping penguatan aspek keselamatan, ASDP juga melakukan ujicoba terbatas layanan face recognition bagi penumpang pejalan kaki di Pelabuhan Merak dan Bakauheni selama periode Nataru.
Baca juga : Hadapi Lonjakan Nataru, ASDP Perkuat Layanan Di 15 Lintasan Pantauan Nasional
Ujicoba ini belum bersifat wajib (mandatory) dan dilaksanakan sebagai latihan, khususnya untuk menghadapi periode layanan Angkutan Lebaran mendatang.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale, menjelaskan bahwa ujicoba ini bertujuan menguji kesiapan sistem dan alur layanan pada periode padat.
“Ujicoba ini menjadi bagian dari pembelajaran operasional agar ke depan, khususnya pada Angkutan Lebaran 2026, layanan dapat diterapkan dengan lebih matang, nyaman, dan tetap mengedepankan keselamatan,” ujar Windy dalam keterangannya, Sabtu (20/12/2025).
Dengan kewaspadaan cuaca, kesiapan personel, serta peningkatan layanan yang dilakukan secara bertahap dan terukur, ASDP berkomitmen menghadirkan layanan penyeberangan yang aman, tertib, dan bertanggung jawab bagi masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya