Dark/Light Mode

Peta Lebih Akurat, Terralogiq Bantu Bisnis Atasi Masalah Lokasi

Rabu, 25 Februari 2026 11:59 WIB
Chief Technology Officer Terralogiq, Farry Argoebie
Chief Technology Officer Terralogiq, Farry Argoebie

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketepatan titik lokasi kini tidak lagi sekadar urusan navigasi, melainkan menjadi penentu efisiensi operasional dan keselamatan bisnis di tengah kompleksitas geografi serta tantangan iklim di Indonesia.

Menjawab kebutuhan tersebut, Terralogiq memperkenalkan inovasi pemetaan tingkat hiper-lokal yang mampu memvisualisasikan tapak bangunan dan titik pintu masuk secara spesifik.

Melalui integrasi fitur Building Outlines (garis luar bangunan) dan Entrances (pintu masuk) dari Google Maps Platform, teknologi ini melampaui standar koordinat tradisional.

Baca juga : Pertamina Foundation Perkuat Dampak Berkelanjutan lewat Inovasi dan Kolaborasi

Jika sebelumnya geocoding umumnya hanya menempatkan pin di tengah bangunan atau jalan utama, fitur baru ini memungkinkan penentuan titik presisi hingga ke lobi gedung atau titik jemput tertentu.

Langkah ini diambil untuk mengatasi kendala operasional "meter terakhir" (last-meter) yang kerap menghambat kurir logistik maupun tim tanggap darurat, dalam menemukan akses masuk yang tepat di kompleks perkantoran atau pergudangan yang luas.

Chief Technology Officer Terralogiq, Farry Argoebie, menjelaskan bahwa detail data lokasi tersebut memberikan dimensi baru bagi pengambilan keputusan perusahaan.

Baca juga : Gempa Darat M2,9 Guncang Kota Bandung, Imbas Aktivitas Sesar Aktif

“Geocoding dengan detail ‘last-meter’ melalui fitur Building Entrances dan Outlines membuka peluang baru bagi perusahaan untuk melihat lokasi lebih dari sekadar titik di peta. Kita tidak lagi bicara soal 'di mana' alamatnya, tapi 'di mana' akses masuknya. Dalam konteks operasional yang dinamis, data ini membantu kita membuat keputusan yang lebih cepat dan akurat, baik untuk pelayanan pelanggan maupun mitigasi risiko operasional,” ujar Farry dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Selain optimasi logistik dan penghematan bahan bakar melalui rute yang lebih efisien, teknologi ini diproyeksikan mendukung perencanaan kota cerdas (smart city).

Data tapak bangunan yang akurat membantu pemerintah maupun swasta dalam merancang fasilitas parkir hingga rute evakuasi bencana yang lebih presisi saat terjadi anomali iklim.

Baca juga : Prabowo Segera Luncurkan Gerakan ASRI, Perang Total Atasi Masalah Sampah

Dengan adopsi peta tingkat lanjut ini, sektor publik dan swasta di Indonesia diharapkan dapat membangun ekosistem digital yang lebih tangguh.

Integrasi data visual dari Street View dan konteks lokasi dari Places API juga memungkinkan pelaku industri ritel memitigasi risiko operasional serta meminimalkan waktu henti (downtime) saat terjadi gangguan lingkungan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.