Dark/Light Mode

Proyek Manpatu PHM Masuk Tahap Load Out, Target Onstream 2027

Senin, 30 Maret 2026 08:53 WIB
Proyek Manpatu PHM masuk tahap load out jacket, dorong produksi gas 80 MMSCFD dan target onstream kuartal I 2027 di Lapangan South Mahakam.
Proyek Manpatu PHM masuk tahap load out jacket, dorong produksi gas 80 MMSCFD dan target onstream kuartal I 2027 di Lapangan South Mahakam.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) melanjutkan Proyek pengembangan Manpatu dengan memasuki tahap transmisi struktur utama (load out) jaket.

Kegiatan ini dilaksanakan di fasilitas fabrikasi PT Meindo Elang Indah, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, pada tanggal 26 Maret 2026.

Tahap load out tersebut merupakan kelanjutan dari proses pemotongan baja perdana (first cut of steel) yang dimulai pada Mei 2025.

Selanjutnya, struktur jacket akan menjalani proses pelayaran menuju lokasi pemasangan (sail away). Proyek Manpatu merupakan pengembangan temuan sumur eksplorasi Manpatu di Lapangan Mahakam Selatan yang terletak sekitar 35 kilometer dari pesisir Balikpapan, Kalimantan Timur.

Lapangan lepas pantai ini memiliki kedalaman perairan sekitar 50–60 meter. Proyek ini dirancang untuk mendukung peningkatan produksi gas dan minyak (kondensat) PHM dengan kapasitas desain mencapai 80 juta standar kaki kubik per hari (Million Standard Cubic Feet per Day/MMSCFD).

Lingkup pekerjaan meliputi fabrikasi dan instalasi satu anjungan baru berupa jaket dan tiang pancang (tiang pancang) dengan berat total sekitar 1.380 ton, serta topside seberat sekitar 1.100 ton.

Baca juga : Indonesia Gandeng AS dan Jepang Garap Nuklir, Target Operasi 2032

Selain itu, proyek mencakup modifikasi anjungan yang ada, pemasangan pipa bawah laut berdiameter 14 inci sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer, serta pekerjaan bawah laut dengan tingkat kompleksitas tinggi.

Secara keseluruhan, proyek ini juga mencakup pengeboran 11 sumur pengembangan.

General Manager PHM Setyo Sapto Edi, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung target produksi minyak dan gas melalui investasi berkelanjutan.

“Kami secara konsisten mendorong inovasi serta penerapan teknologi yang mengacu pada praktik terbaik di industri hulu migas, baik di tingkat nasional maupun global, yang diimplementasikan secara terpadu di seluruh aspek operasional dan bisnis perusahaan”, ujar Setyo.

PHM juga mencatat pencapaian penting dalam peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Proyek Manpatu mengimplementasikan penggunaan pipa penyalur lokal jenis Electric Resistance Welding (ERW) secara menyeluruh, mulai dari sistem perpipaan bawah laut, riser, hingga tikungan pipa, yang untuk pertama kalinya diterapkan di wilayah Mahakam.

Baca juga : Komunikasi Makin Kuat, Jasa Raharja Raih Dua Penghargaan PRIA 2026

Dari sisi keselamatan kerja, proyek ini mencatat lebih dari dua juta jam kerja tanpa insiden kehilangan waktu kerja (Lost Time Incident/LTI) hingga Maret 2026.

Dengan cakupan pekerjaan yang besar, total jam kerja diproyeksikan mencapai lebih dari tiga juta jam hingga proyek selesai.

Proyek Manpatu merupakan proyek percepatan (fast track) sejak ditemukannya gas pada sumur eksplorasi Manpatu-1X pada kuartal I 2022.

Proyek ini menjadi bagian dari upaya Pertamina dalam menjaga keabadian produksi di tengah tantangan penurunan produksi alami sumur migas.

Keberhasilan proyek ini juga didukung sinergi berbagai pemangku kepentingan. Termasuk kontraktor Engineering, Procurement, Supply, Construction, and Commissioning (EPSCC), guna memastikan target penyelesaian dan produksi sesuai rencana.

Setelah tahap Load Out dan Sail Away Jacket, PHM menargetkan proses serupa untuk topside pada pertengahan April 2026.

Baca juga : Produksi Pupuk Kaltim Tembus 6,6 Juta Ton, Lampaui Target 2025

Pemasangan jacket dan topside dijadwalkan berlangsung pada April–Mei 2026, dengan target seluruh platform terpasang pada awal kuartal III 2026.

Adapun target mulai produksi (onstream) Proyek Manpatu ditetapkan pada kuartal I-2027.

PT Pertamina Hulu Mahakam merupakan anak usaha PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) di Zona 8 yang mengelola wilayah kerja Mahakam.

Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di bawah pengawasan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), PHM menjalankan operasi hulu migas dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk mendukung keinginan energi nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.