Dark/Light Mode

Surveyor Indonesia Gandeng ICDX Perkuat Ekosistem Energi Hijau

Jumat, 10 April 2026 10:52 WIB
Penandatanganan kerja sama Surveyor Indonesia dengan ICDX. (Foto: Dok. PTSI)
Penandatanganan kerja sama Surveyor Indonesia dengan ICDX. (Foto: Dok. PTSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Surveyor Indonesia (Persero) atau PTSI menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (ICDX) dalam rangka penguatan Testing, Inspection, and Certification (TIC) serta pengembangan dan penguatan ekosistem Renewable Energy Certificate (REC) di Indonesia.

Penandatanganan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong terbentuknya sistem REC nasional yang kredibel, transparan, dan berintegritas, sekaligus selaras dengan standar internasional dan kebutuhan pasar energi berkelanjutan.

Melalui kerja sama tersebut, PTSI mengambil peran sebagai guardian of assurance dalam industri TIC, khususnya dalam memastikan kredibilitas dan integritas ekosistem REC. Peran ini diwujudkan melalui penguatan fungsi verifikasi dan sertifikasi atas atribut energi terbarukan, pengembangan sistem registri yang dapat ditelusuri, serta penguatan tata kelola dan mekanisme pasar yang akuntabel.

Dalam konteks ini, PTSI juga memperkuat peran Lembaga Penilai Kesesuaian (LPK) sebagai pilar utama dalam menjaga kualitas, ketertelusuran, dan integritas instrumen keberlanjutan.

Baca juga : PHE Gandeng Media Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Direktur Utama PTSI, Fajar Wibhiyadi, mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari upaya kolektif dalam menjawab tantangan transisi energi dan tuntutan global terhadap praktik keberlanjutan.

“Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antar lembaga, khususnya dalam mendukung penguatan pengujian, inspeksi, dan sertifikasi, serta pengembangan ekosistem renewable energy di Indonesia,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Jumat (10/4/2026).

Ia menambahkan, kolaborasi tersebut penting untuk memastikan Indonesia mampu membangun ekosistem keberlanjutan yang kredibel, transparan, dan berintegritas, serta selaras dengan kebijakan nasional dan praktik internasional.

Dengan adanya kerja sama ini, industri dan pelaku usaha memiliki akses terhadap instrumen REC yang terverifikasi dan diakui, sehingga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dekarbonisasi dan komitmen environmental, social, and governance (ESG). Pelaku usaha juga memiliki dasar lebih kuat dalam penyusunan pelaporan keberlanjutan dan akuntansi emisi, yang pada gilirannya meningkatkan kredibilitas di mata investor dan mitra global.

Baca juga : Prabowo: Krisis Dunia Jadi Peluang RI Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Di sisi pasar, integrasi antara sistem verifikasi dan mekanisme bursa menciptakan transaksi REC yang lebih transparan, akuntabel, dan dapat ditelusuri, sehingga memperkuat kepercayaan serta likuiditas pasar.

Secara ekonomi, kolaborasi ini membuka peluang pengembangan instrumen pembiayaan hijau dan mempercepat terbentuknya ekosistem perdagangan energi terbarukan yang terstruktur. Hal ini mendorong efisiensi biaya transisi energi bagi industri, sekaligus memperluas peluang investasi pada sektor energi bersih.

Sementara bagi masyarakat, penguatan ekosistem energi terbarukan melalui mekanisme REC berkontribusi pada peningkatan pemanfaatan energi bersih yang berdampak pada kualitas lingkungan, sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi baru dalam rantai nilai energi berkelanjutan.

Nota kesepahaman ini juga mencakup penguatan tata kelola, manajemen risiko, serta peningkatan kapasitas pemangku kepentingan melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi guna memastikan kesiapan implementasi sistem keberlanjutan secara menyeluruh.

Baca juga : Uji B50 Sukses, Indonesia Makin Dekat dengan Swasembada Energi

Sebagai bagian dari holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) jasa survei, PTSI menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan TIC yang andal guna memastikan setiap instrumen keberlanjutan memiliki kredibilitas tinggi dan diakui secara global. Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam mendukung agenda nasional menuju ekonomi hijau yang inklusif, transparan, dan berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.