Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kadin dan Asosiasi Dorong Penempatan PMI ke Arab Saudi Melalui Skema Syarikah
Sabtu, 23 Mei 2026 10:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama sejumlah asosiasi penempatan pekerja migran menyatakan kesepahaman untuk mendorong penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor domestic worker berbasis keterampilan (skill) ke Arab Saudi melalui skema Syarikah.
Kesepahaman tersebut dicapai dalam diskusi strategis yang dihadiri Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perlindungan Pengusaha dan Pekerja Migran Indonesia, Nofel Saleh Hilabi, bersama lima asosiasi penempatan PMI, yakni Aspataki, Apjati, Perpemindo, Perisai, dan Himsataki.
Hadir pula perwakilan NGO AMBI, Sarbumusi, serta berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem penempatan pekerja migran Indonesia.
Nofel menegaskan, kesepahaman tersebut merupakan bentuk dukungan nyata terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengedepankan semangat “Migran Aman” melalui penempatan PMI yang memiliki keterampilan, kompetensi, dan sertifikasi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.
Baca juga : Stok Beras Bulog Jangan Disimpan Terlalu Lama
Menurutnya, langkah tersebut juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, yang menekankan perlindungan hak asasi, peningkatan kapasitas, hingga sertifikasi kompetensi bagi calon PMI.
“Penempatan PMI berbasis skill tidak hanya membuka lapangan pekerjaan, tetapi juga menjadi solusi nyata dalam memperkuat ekonomi nasional melalui pemanfaatan bonus demografi Indonesia,” ujar Nofel kepada wartawan di Jakarta.
Ia menjelaskan, skema Syarikah dirancang untuk memastikan proses penempatan PMI berjalan lebih tertata, transparan, profesional, dan memiliki sistem perlindungan yang kuat sesuai prinsip good governance serta perlindungan hak asasi manusia pekerja migran.
Melalui skema tersebut, PMI sektor domestic worker berbasis keterampilan diproyeksikan memperoleh gaji minimal 1.500 Riyal Saudi atau sekitar Rp 7 juta per bulan, tergantung kurs yang berlaku.
Baca juga : Sekjen Kemendagri Minta Pemda Atasi Kenaikan Harga Cabai Merah
Selain itu, berbagai fasilitas seperti pelatihan, tiket pesawat, asuransi, pemeriksaan kesehatan (medical check up), sertifikasi, hingga perlindungan kerja lainnya akan ditanggung pemberi kerja sehingga PMI dapat berangkat dengan skema zero cost.
Nofel menyebut, Arab Saudi saat ini memiliki kebutuhan besar terhadap tenaga kerja domestik terampil, seperti cooking, cleaning service, babysitter, caregiver, hingga keahlian domestik profesional lainnya.
Menurutnya, peluang tersebut harus dimanfaatkan sebagai momentum transformasi tata kelola migrasi tenaga kerja Indonesia menuju sistem yang lebih modern, aman, dan berdaya saing global.
“Sudah saatnya Indonesia hadir dengan wajah baru dalam migrasi tenaga kerja internasional, khususnya ke Arab Saudi. Kita mendukung penuh arahan Bapak Presiden Prabowo dan Menteri KP2MI untuk menghadirkan sistem penempatan PMI yang aman, profesional, serta berbasis skill dan sertifikasi melalui skema Syarikah,” katanya.
Baca juga : Fadli Zon Dorong Penguatan Kolaborasi Budaya Indonesia-China
Ia menambahkan, PMI saat ini tidak lagi dapat dipandang sebagai pekerja informal semata, melainkan sebagai sumber daya manusia unggul, tenaga profesional, duta bangsa, sekaligus pahlawan devisa negara.
Kadin juga menilai, apabila penempatan PMI ke Arab Saudi berjalan optimal dan didukung kemudahan regulasi pemerintah, sektor pekerja migran Indonesia berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen yang dicanangkan pemerintah.
Bahkan, sektor pekerja migran dinilai berpotensi menyumbang hingga 2 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan devisa negara, penguatan daya beli masyarakat, penciptaan ekosistem ekonomi baru berbasis tenaga kerja terampil Indonesia di pasar global, serta membantu menekan angka pengangguran.
Nofel menegaskan, peningkatan kualitas dan perlindungan PMI bukan sekadar agenda ketenagakerjaan, melainkan bagian dari strategi kebangsaan dan diplomasi ekonomi Indonesia di tingkat global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya