Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sekjen Kemendagri Minta Pemda Atasi Kenaikan Harga Cabai Merah
Senin, 11 Mei 2026 23:02 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta jajaran pemerintah daerah (Pemda) segera mengambil langkah pengendalian terhadap kenaikan harga cabai merah.
Berdasarkan data Kemendagri per 11 Mei 2026, sebanyak 242 daerah mengalami kenaikan harga cabai merah pada minggu pertama Mei 2026.
“[Pemda] boleh tidak membangun atau tidak bekerja sama dengan Kementan untuk menanam cabai, dengan catatan jangan [sampai harga] cabainya naik,” ujar Tomsi saat Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kemendagri, Jakarta, Senin (11/5/2026).
Rapat tersebut dirangkaikan dengan Peluncuran Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi.
Baca juga : Swasembada Beras Dan Kekuatan Rantai Pasok Domestik Agar Harga Stabil
Tomsi menjelaskan, berdasarkan data Kementerian Pertanian (Kementan), masih terdapat sejumlah daerah yang belum bekerja sama dalam program Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) untuk peningkatan produksi cabai merah.
Bahkan, kata dia, ada daerah yang menolak alokasi kawasan cabai dalam program tersebut.
Meski demikian, ia menegaskan daerah tetap harus mampu mengendalikan harga cabai merah karena berdampak langsung terhadap masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Tomsi juga mengapresiasi stok beras nasional yang dinilai sangat melimpah, yakni mencapai 5,19 juta ton.
Baca juga : DPR Minta Evaluasi Batas 30% Belanja Pegawai Di Daerah
Jumlah tersebut disebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah. Meski begitu, ia meminta Perum Bulog memastikan distribusi beras ke daerah berjalan optimal karena masih terdapat sejumlah wilayah yang mengalami kenaikan harga beras.
“Tolong Ibu [Perum Bulog] datakan daerah-daerah yang masih tinggi, minta dihubungi Bulognya supaya penyalurannya ditingkatkan,” katanya.
Tomsi kembali mengingatkan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) merupakan standar pemerintah dalam memantau kenaikan harga komoditas.
Karena itu, ia mengajak seluruh Pemda memastikan harga bahan pokok tetap stabil dan tidak melampaui HET yang telah ditetapkan pemerintah.
Baca juga : Kementan Dorong Elektrifikasi Lahan, Budidaya Bawang Merah Makin Efisien
Ia mengakui upaya stabilisasi harga di daerah bukan perkara mudah karena dipengaruhi berbagai tantangan dan dinamika.
Namun, menurutnya, pengalaman menghadapi kondisi serupa pada tahun-tahun sebelumnya seharusnya menjadi pembelajaran bagi daerah untuk lebih siap menghadapi kenaikan harga komoditas, baik saat musim penghujan maupun kemarau.
“Dengan rapat yang setiap minggu, dengan bertahun-tahun kita mengalami musim yang sama, musim penghujan, panas, gelombang tinggi, kita harus sudah bisa mengatasi kebiasaan-kebiasaan itu. Kita sudah bisa mengatasi kesulitan-kesulitan kita itu,” tandas Tomsi.
Turut hadir dalam rapat tersebut Direktur Statistik Harga Badan Pusat Statistik (BPS) Sarpono, Direktur Penganekaragaman dan Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Rinna Syawal, Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Popy Rufaidah, serta sejumlah pihak terkait lainnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya