Dark/Light Mode

Rupiah Bergerak Menguat Pasca Kenaikan BI Rate Ke Level Rp 17.900 Per Dolar AS

Rabu, 10 Juni 2026 11:39 WIB
Petugas sebuah money changer di daerah Jakarta Pusat tampak sedang menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS. (Foto: Patra Rizki Syahputra/Rakyat Merdeka/RM.id)
Petugas sebuah money changer di daerah Jakarta Pusat tampak sedang menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS. (Foto: Patra Rizki Syahputra/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pasca adanya pengumuman kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya Pertamax, nilai tukar rupiah terdongkrak sebesar 0,88 persen ke level Rp 17.900 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di level Rp 18.058 per dolar AS.

Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya menguat 0,04 persen ke level 99,92. Sementara nilai tukar rupiah terhadap poundsterling Inggris melemah 0,37 persen ke level Rp 24.046, dan terhadap dolar Australia melemah ke level Rp 12.618.

Baca juga : Purbaya Optimistis, Nilai Tukar Rupiah 2027 Bisa Tembus Rp 16.800 Per Dolar AS

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan, penguatan rupiah menjadi respons positif pasar terhadap kebijakan penyesuaian harga BBM non-subsidi yang dinilai memberikan dampak positif bagi kesehatan fiskal Pemerintah.

“Selain faktor fiskal, penguatan Mata Uang Rupiah juga didorong oleh langkah berani Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis points (bps) menjadi 5,5 persen,” katanya dalam riset harian, Rabu (10/6/2026).

Baca juga : Pagi Ini, Rupiah Dibuka di Level Rp 18.141 Per Dolar AS

Kebijakan ini terbukti efektif menjaga minat investor asing, yang terlihat dari penguatan indeks saham dan stabilnya permintaan pada lelang obligasi.

Rully juga memperingatkan adanya tantangan dari faktor global yang dapat menahan laju penguatan Mata Uang Rupiah lebih jauh. Eskalasi konflik geopolitik antara AS dan Iran telah menjaga harga minyak dunia tetap di level tinggi.

Baca juga : Rupiah Makin Merosot Ke Level Rp 18.107 Per Dolar AS Pagi Ini

“Pelaku pasar juga masih menunggu rilis data inflasi AS nanti malam yang diperkirakan menunjukkan tren peningkatan. Hal ini berpotensi memperberat langkah rupiah,” ujarnya. 

Dia memproyeksi, nilai tukar rupiah bergerak fluktuatif namun cenderung terjaga di kisaran Rp18.030 hingga Rp 18.080 per dolar AS sepanjang hari ini. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.