Dark/Light Mode

Danone Indonesia Dorong Bisnis Berkelanjutan Lewat Asia B Corp Summit

Selasa, 30 Juni 2026 16:34 WIB
Foto: Danone Indonesia.
Foto: Danone Indonesia.

RM.id  Rakyat Merdeka - Danone Indonesia bersama B Lab dan B Market Builder (BMB) South East Asia menyelenggarakan Site Visit Asia B Corp Summit 2026 bertajuk “From Purpose to Impact: Advancing B Corp for Indonesia’s Sustainable Future” dengan tema “Multi-Stakeholder Dialogue: Driving Business as a Force for Good”.

Kegiatan yang berlangsung pada 25 Juni 2026 ini menjadi wadah kolaborasi bagi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan organisasi untuk memperkuat peran dunia usaha dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Forum tersebut dihadiri perwakilan Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Perindustrian, APINDO, akademisi, serta para pemimpin global dari B Lab.

Melalui diskusi lintas sektor, para peserta bertukar pandangan mengenai pentingnya membangun ekosistem bisnis yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, lingkungan, dan tata kelola perusahaan yang baik.

Sebagai perusahaan yang telah memperoleh sertifikasi B Corp di seluruh lini bisnisnya, Danone Indonesia meyakini dunia usaha memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Sertifikasi B Corp merupakan pengakuan bagi perusahaan yang memenuhi standar tinggi dalam tata kelola, kesejahteraan karyawan, dampak terhadap masyarakat, pelestarian lingkungan, serta nilai yang diberikan kepada pelanggan.

Dalam sesi keynote, Deputi Bidang Pembangunan Berkelanjutan Kementerian PPN/Bappenas sekaligus Head of National SDGs Secretariat, Pungkas Bahjuri Ali, menegaskan bahwa dunia usaha memiliki peran penting dalam mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Baca juga : Geopolitik Indonesia Diharapkan Lebih Stabil

Menurutnya, SDGs telah menjadi bagian dari arah pembangunan nasional melalui RPJPN, RPJMN, Asta Cita, dan visi Indonesia Emas 2045.

Implementasinya berlandaskan prinsip universal, terintegrasi, No One Left Behind, dan kolaborasi yang kuat antarpemangku kepentingan.

“Keberhasilan SDGs tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak inisiatif yang dijalankan, tetapi oleh seberapa kuat kita mengubah cara pembangunan bekerja. SDGs akan tercapai apabila pemerintah, dunia usaha, filantropi, akademisi, masyarakat sipil, dan media bergerak bersama dalam satu arah,” ujarnya.

Sementara itu, Profesor dari University of Cambridge, Christopher Marquis, menyebut gerakan B Corp sebagai salah satu inisiatif bisnis paling berdampak karena menawarkan pendekatan berbeda terhadap sistem ekonomi sekaligus menyediakan alat ukur yang membantu perusahaan meningkatkan dampak sosial dan lingkungannya.

Pandangan serupa disampaikan pendiri sekaligus anggota dewan B Lab, Bart Houlahan. Ia menegaskan bahwa B Corp bukan sekadar sertifikasi, melainkan komitmen berkelanjutan untuk terus bertumbuh dan meningkatkan standar praktik bisnis yang bertanggung jawab.

“Berbagai tantangan global seperti perubahan iklim dan kesenjangan sosial tidak dapat diselesaikan oleh satu perusahaan saja. Karena itu, perusahaan perlu saling belajar dan berkolaborasi,” kata Bart.

Dalam sesi panel diskusi, Ketua Umum APINDO, Shinta W. Kamdani, menilai keberlanjutan kini menjadi bagian penting dari strategi bisnis yang menentukan daya saing perusahaan.

Baca juga : PNM Raih Indonesia Most Trusted Companies Berkat Kepatuhan Tata Kelola

“Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi fondasi penting untuk mempercepat adopsi praktik bisnis yang bertanggung jawab sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari komunitas global B Corp, Danone Indonesia terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke seluruh rantai nilai perusahaan melalui strategi global Danone Impact Journey yang berfokus pada tiga pilar utama, yakni Health, Nature, serta People & Communities.

Pada pilar Health, Danone Indonesia menghadirkan berbagai produk pangan dan minuman bernutrisi yang didukung riset berbasis sains, sekaligus menjalankan program edukasi terkait gizi seimbang, hidrasi sehat, pemenuhan nutrisi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pencegahan stunting, dan kampanye pola makan sehat seperti Isi Piringku.

Pada pilar Nature, perusahaan menjalankan berbagai program konservasi sumber daya air, rehabilitasi hutan dan lahan, efisiensi energi, pengurangan emisi karbon, serta memperkuat ekonomi sirkular melalui gerakan #BijakBerplastik.

Program ini dilakukan bersama pemerintah, komunitas, dan berbagai mitra pengelolaan sampah untuk meningkatkan pengumpulan dan daur ulang kemasan pascakonsumsi.

Sementara pada pilar People & Communities, Danone Indonesia mendorong pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program.

Mulai dari penguatan jaringan mikro distribusi AQUA Home Service, pendampingan petani lokal dalam praktik pertanian regeneratif, pemberdayaan UMKM, hingga penguatan kapasitas pelaku ekonomi sirkular seperti bank sampah dan pelaku daur ulang.

Baca juga : Surveyor Indonesia Dorong Peningkatan Kompetensi & Penguatan Tata Kelola Pertambangan

Di lingkungan kerja, perusahaan juga terus memperkuat budaya kerja yang inklusif melalui pengembangan talenta, keberagaman, kesetaraan, kesehatan, keselamatan kerja, serta peningkatan kesejahteraan karyawan.

Pendekatan tersebut mengantarkan Danone Indonesia menjadi perusahaan FMCG pertama yang memperoleh sertifikasi B Corp sejak 2018 dengan B Impact Score sebesar 98,6, melampaui ambang batas minimum sertifikasi sebesar 80 poin.

CEO Danone Indonesia Laurent Boissier menegaskan, sertifikasi B Corp bukan tujuan akhir, melainkan komitmen untuk terus menciptakan dampak positif melalui setiap aspek bisnis perusahaan.

“Melalui Danone Impact Journey, kami terus mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam seluruh rantai nilai, mulai dari menghadirkan produk bernutrisi, menjaga sumber daya air, mempercepat ekonomi sirkular, hingga memberdayakan petani, mitra, dan komunitas lokal,” ujar Laurent.

Ia berharap, forum ini dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor sekaligus menginspirasi semakin banyak perusahaan untuk menjadikan bisnis sebagai kekuatan yang membawa perubahan positif bagi Indonesia.

Melalui penyelenggaraan Site Visit Asia B Corp Summit 2026, Danone Indonesia bersama B Lab dan B Market Builder berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat semakin kuat dalam mendorong transformasi menuju sistem ekonomi yang lebih inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, sejalan dengan target pencapaian SDGs Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.