Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Paparkan Keberhasilan Di Sidang Tahunan MPR
Prabowo Akui Banyak Janji Belum Ditunaikan
Sabtu, 15 Agustus 2026 08:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto memaparkan sejumlah capaian pemerintah selama 21 bulan masa kepemimpinannya dalam Sidang Tahunan MPR. Kepala Negara juga mengakui masih banyak janji yang belum sepenuhnya dituntaskan.
"Saya belum bisa mengatakan seluruh persoalan bangsa telah selesai, atau seluruh janji yang saya ucapkan telah tertunaikan. Belum," kata Prabowo di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Prabowo tiba di Kompleks Parlemen sekitar pukul 08.10 WIB menggunakan mobil Maung putih dengan mengenakan setelan jas abu-abu dan dasi biru metalik. Kehadirannya disambut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR Ahmad Muzani, serta Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin.
Presiden Prabowo Subianto disaksikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat menyampaikan pidato kenegaraan di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Foto: Tedy Kroen/RM.id)
Berbeda dari pidato kenegaraan sebelumnya, Prabowo kali ini menghadirkan delapan warga penerima manfaat program pemerintah. Mereka berasal dari berbagai daerah dan latar belakang, mulai dari petani, pelajar, hingga masyarakat penerima program sosial.
Baca juga : Sugiono Tuan Rumahnya Sekjen, Parpol Koalisi Rapatkan Barisan
Selama 663 hari memimpin pemerintahan, Prabowo menyebut telah mengeluarkan 121 kebijakan transformatif untuk menyelesaikan berbagai persoalan negara.
Menurut dia, kebijakan tersebut menunjukkan kerja pemerintah dalam menjalankan amanah rakyat, termasuk menyelesaikan masalah yang telah berlangsung puluhan tahun.
Pemerintah, kata Prabowo, bekerja berdasarkan empat pedoman utama, yakni menjalankan amanat UUD 1945, menjaga kepentingan inti nasional, mengatasi kesulitan rakyat secepat mungkin, serta berorientasi pada kepentingan rakyat dan generasi penerus.
Salah satu capaian utama pemerintah adalah keberhasilan mencapai swasembada pangan lebih cepat dari target. Dari semula empat tahun, swasembada pangan berhasil diwujudkan dalam waktu satu tahun.
Baca juga : Perang Lawan Iran, Prajurit Amerika Banyak Yang Stres
Pemerintah juga menghapus 145 aturan penyaluran pupuk dan menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen. Kebijakan tersebut dibarengi peningkatan ketersediaan pupuk yang dinilai memudahkan petani sekaligus mendorong produksi pangan.
Prabowo menyebut kebijakan itu turut meningkatkan keuntungan PT Pupuk Indonesia sebesar 252,8 persen. Pada 2026, Indonesia juga telah mencapai swasembada delapan komoditas, yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabe rawit.
Di sektor energi, pemerintah mulai mewujudkan swasembada melalui produksi bahan bakar diesel berbasis biodiesel B50. Sejak 1 Juli 2026, Indonesia disebut tidak lagi mengimpor solar sehingga menghemat devisa sekitar Rp 170 triliun.
Di bidang investasi, realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp 1.931 triliun dan menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja. Sementara itu, realisasi investasi pada semester I-2026 mencapai Rp 1.010 triliun dengan penciptaan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja.
Baca juga : Sehari Setelah Memerah, Pasar Kembali Hijau
Perekonomian Indonesia tumbuh 5,61 persen pada kuartal I-2026 dan 5,45 persen pada semester I-2026. Prabowo menyebut pertumbuhan tersebut merupakan yang tertinggi untuk periode kuartal I dan semester I dalam 13 tahun terakhir, dengan target pertumbuhan ekonomi mencapai enam persen pada akhir tahun.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya