Dark/Light Mode

Kelola Dana Rp170 Triliun, Danantara Konsolidasikan 4 Manajer Investasi BUMN

Jumat, 24 Juli 2026 06:18 WIB
(Ki-Ka) Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi Hardiyanto Pilia, Direktur Utama PT BRI Manajemen Investasi Arief Budiman, Direktur Utama PT BNI Asset Management Ari Adil, dan Direktur Utama PT PNM Investment Management Ade Santoso Djajanegara menunjukkan dokumen Perjanjian Akta Jual Beli Saham Portofolio Manajemen Aset yang telah resmi ditandatangani di Jakarta, Rabu (22/07/2026). Dok. Danantara
(Ki-Ka) Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi Hardiyanto Pilia, Direktur Utama PT BRI Manajemen Investasi Arief Budiman, Direktur Utama PT BNI Asset Management Ari Adil, dan Direktur Utama PT PNM Investment Management Ade Santoso Djajanegara menunjukkan dokumen Perjanjian Akta Jual Beli Saham Portofolio Manajemen Aset yang telah resmi ditandatangani di Jakarta, Rabu (22/07/2026). Dok. Danantara

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Danantara Asset Management (DAM) resmi mengonsolidasikan empat perusahaan manajer investasi BUMN yang secara kolektif mengelola dana lebih dari Rp170 triliun. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat industri manajemen investasi nasional sekaligus membentuk satu entitas perusahaan manajer investasi terbesar di Indonesia.

Pengambilalihan tersebut ditandai dengan penandatanganan Share Purchase Agreement (SPA) atau Perjanjian Pembelian Saham yang dilaksanakan di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Perjanjian itu mencakup pengalihan saham PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI), PT BRI Manajemen Investasi (BRI MI), PT BNI Asset Management (BNI AM), dan PT PNM Investment Management (PNM IM).

Melalui transaksi tersebut, pengendalian keempat perusahaan resmi beralih ke DAM. Secara kolektif, empat manajer investasi tersebut mengelola dana lebih dari Rp170 triliun per Juni 2026.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan, langkah tersebut bukan sekadar transaksi bisnis, melainkan bagian dari upaya membangun fondasi baru industri manajemen investasi nasional yang lebih kuat dan berdaya saing global.

"Ini merupakan langkah besar untuk memperkuat industri manajemen investasi nasional. Keempat perusahaan ini memiliki pengalaman, jaringan, dan kapabilitas yang kuat, serta secara kolektif mengelola dana lebih dari Rp170 triliun," ujar Dony dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026).

Menurutnya, Danantara akan memastikan seluruh kekuatan tersebut diarahkan melalui strategi dan tata kelola yang semakin baik agar mampu tumbuh lebih kompetitif serta memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia.

Baca juga : Laba Jasa Raharja Melonjak Jadi Rp 2,3 Triliun, Layanan Santunan Makin Cepat

Dony mengungkapkan, dalam satu bulan ke depan keempat perusahaan manajer investasi tersebut akan digabungkan menjadi satu perusahaan.

"Dalam satu bulan ke depan, keempat asset management ini akan melakukan merger menjadi satu perusahaan manajemen aset terbesar di Indonesia. Proses ini merupakan bagian dari streamlining yang sedang dilakukan oleh Danantara Indonesia," katanya.

Dony menambahkan, model bisnis yang terintegrasi akan memperluas akses investasi bagi investor ritel maupun institusi sekaligus menghadirkan berbagai solusi investasi yang lebih kompetitif sesuai kebutuhan pasar.

Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi Hardiyanto Pilia menilai, konsolidasi tersebut menjadi momentum penting untuk membangun institusi manajemen investasi nasional dengan skala usaha yang lebih besar dan tata kelola yang semakin baik.

"Konsolidasi ini merupakan langkah strategis untuk membangun institusi manajemen investasi nasional yang memiliki skala, kapabilitas, dan tata kelola yang semakin kuat. Berbekal pondasi tersebut, kami optimistis industri manajemen investasi Indonesia akan semakin kompetitif dan mampu memperkuat kepercayaan investor, baik di tingkat domestik maupun global," ujar Hardiyanto.

Ia menjelaskan, perusahaan hasil konsolidasi nantinya akan fokus mengembangkan produk investasi tematik bagi investor ritel serta memperluas distribusi melalui jaringan bank-bank Himbara. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan pertumbuhan jumlah Single Investor Identification (SID) nasional yang telah melampaui 20 juta investor.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Pastikan SPBU di Medan Beroperasi Normal

Di sisi lain, segmen institusi juga akan diperkuat melalui perluasan basis investor dan penyediaan solusi investasi yang lebih komprehensif.

"Kami melihat momentum yang sangat besar di depan. Dengan basis investor ritel yang terus bertumbuh dan kepercayaan institusi yang semakin kuat, sinergi keempat entitas ini akan menjadikan perusahaan hasil konsolidasi sebagai mitra investasi pilihan bagi jutaan masyarakat Indonesia," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT BRI Manajemen Investasi Arief Budiman mengatakan penggabungan empat perusahaan menjadi peluang untuk memperdalam penetrasi pasar ritel.

Per Juni 2026, BRI Manajemen Investasi mencatat total dana kelolaan sebesar Rp52,61 triliun dengan basis nasabah ritel yang kuat.

"Dengan kekuatan jaringan distribusi dan basis investor ritel yang terus berkembang, penggabungan ini akan memperluas akses masyarakat terhadap produk investasi yang terpercaya sekaligus mempercepat pendalaman pasar keuangan modal," ujar Arief.

Direktur Utama PT BNI Asset Management Ari Adil menyebut komposisi bisnis BNI AM yang seimbang antara investor ritel dan institusi menjadi modal penting dalam memperkuat perusahaan hasil konsolidasi. BNI Asset Management mengelola dana sebesar Rp29,59 triliun per Juni 2026.

Baca juga : Jadi Ketua Harian, Heikal Safar Perkuat Konsolidasi Partai Ummat Menuju 2029

"Kami optimistis penggabungan ini akan memperkuat kapasitas pengelolaan investasi nasional melalui sinergi keahlian investasi, inovasi produk, penguatan tata kelola, serta skala usaha yang semakin solid dan kompetitif," kata Ari.

Hal senada disampaikan Direktur Utama PT PNM Investment Management, Ade Santoso Djajanegara. Menurutnya, pengalaman PNM IM dalam mengembangkan investasi yang inklusif akan melengkapi kekuatan perusahaan hasil merger. Per Juni 2026, PNM Investment Management mencatat dana kelolaan sebesar Rp10,31 triliun.

"Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk membangun institusi manajer investasi yang tidak hanya semakin kuat secara bisnis, tetapi juga mampu memperluas manfaat ekonomi dan mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan," ujar Ade.

DAM menegaskan proses integrasi akan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, kepatuhan terhadap regulasi, serta menjaga kesinambungan layanan kepada nasabah dan seluruh mitra usaha. Melalui konsolidasi ini, Danantara optimistis mampu membangun institusi manajemen investasi nasional yang semakin kompetitif, terpercaya, serta menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan pasar modal Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.