Dark/Light Mode

Tinjau 3 Fasilitas Strategis, Komut Pertamina Perkuat Sinergi One Pertamina

Rabu, 5 Agustus 2026 05:26 WIB
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan melakukan Management Walkthrough (MWT) ke sejumlah fasilitas strategis Pertamina di Jakarta, Selasa (4/8/2026). (Foto : ist)
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan melakukan Management Walkthrough (MWT) ke sejumlah fasilitas strategis Pertamina di Jakarta, Selasa (4/8/2026). (Foto : ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan melakukan Management Walkthrough (MWT) ke sejumlah fasilitas strategis Pertamina di Jakarta, Selasa (4/8/2026), guna memastikan keandalan operasional perusahaan di wilayah yang menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian nasional.

Kunjungan diawali di Terminal LPG Jakarta, dilanjutkan ke Fuel Terminal (FT) Tanjung Priok dan area marine. Selanjutnya, Iriawan meninjau fasilitas Pertamina Lubricants (PTPL) sebelum menutup rangkaian kegiatan di kantor Regional JBB (MOR III). Di lokasi terakhir, ia berdialog dengan para pekerja atau "perwira" mengenai pentingnya kepemimpinan di lingkungan kerja.

Iriawan menegaskan Jakarta merupakan etalase Pertamina sehingga keandalan operasi di wilayah ini sangat menentukan kepercayaan masyarakat. Karena itu, ia meminta seluruh fasilitas memiliki tingkat operational readiness yang prima melalui keandalan aset, predictive maintenance, integritas fasilitas, kecukupan stok, kesiapan SDM, hingga sistem tanggap darurat yang andal.

Baca juga : PGE Bukukan Kinerja Positif di Semester I 2026

"Jakarta merupakan etalase Pertamina. Keandalan operasi di wilayah ini sangat menentukan kepercayaan masyarakat terhadap Pertamina. Karena itu, tidak boleh ada ruang bagi gangguan pasokan maupun penurunan kualitas layanan," tegas Iriawan.

Ia juga menekankan bahwa aspek keselamatan, kesehatan, keamanan, dan lindungan lingkungan (HSSE) harus menjadi budaya kerja. Menurutnya, seluruh risiko harus diidentifikasi dan dimitigasi sejak dini melalui inspeksi yang konsisten, disiplin operasi, manajemen perubahan, serta kepemimpinan yang hadir di lapangan.

Untuk Regional JBB, Iriawan mendorong peningkatan keandalan distribusi BBM melalui digitalisasi, optimasi logistik, dan koordinasi yang lebih kuat. Sementara bagi Pertamina Lubricants, ia meminta penguatan inovasi produk, peningkatan kualitas, efisiensi proses, serta perluasan pasar agar mampu bersaing di tingkat global.

Baca juga : Didukung Pertamina, 2 Pebalap Indonesia Berlaga di AXCR 2026 Thailand

Di Terminal LPG Jakarta, Iriawan mengingatkan pentingnya menjaga integritas fasilitas, inspeksi rutin, pemeliharaan, kesiapsiagaan darurat, dan pengamanan operasi mengingat tingginya risiko LPG serta lokasi terminal yang berdekatan dengan kawasan padat penduduk.

Ia juga mendorong penguatan sinergi antar-subholding melalui konsep One Pertamina agar rantai pasok energi berjalan terintegrasi, sekaligus meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan pemanfaatan teknologi digital serta kecerdasan buatan (AI).

"Cost per liter BBM, cost per kilogram LPG, dan cost per liter pelumas harus terus menurun tanpa mengurangi standar HSSE, kualitas produk, keandalan operasi, maupun pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Gelar Bright Gas Cooking Competition 2026

Menutup kunjungannya, Iriawan menegaskan bahwa keandalan pasokan, operational excellence, dan penerapan HSSE merupakan fondasi utama Pertamina dalam menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.