Dark/Light Mode

PHR Regional 1 Jaga Produksi Migas di Tengah Tantangan Lapangan Tua

Senin, 3 Agustus 2026 15:37 WIB
PHR Regional 1 mengoptimalkan produksi migas dari lapangan-lapangan tua melalui penerapan teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR), eksplorasi, dan transformasi digital. Hingga semester I 2026, PHR Regional 1 menyumbang sekitar 31 persen lifting minyak nasional atau sekitar 177 ribu barel minyak per hari sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi Indonesia. (Foto: Dok. PHR)
PHR Regional 1 mengoptimalkan produksi migas dari lapangan-lapangan tua melalui penerapan teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR), eksplorasi, dan transformasi digital. Hingga semester I 2026, PHR Regional 1 menyumbang sekitar 31 persen lifting minyak nasional atau sekitar 177 ribu barel minyak per hari sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi Indonesia. (Foto: Dok. PHR)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 memperkuat strategi menjaga produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional di tengah tantangan penurunan produksi alami (natural decline) pada lapangan-lapangan tua (mature).

Upaya tersebut ditempuh melalui optimalisasi teknologi, percepatan eksplorasi, transformasi digital, hingga pengembangan bisnis rendah karbon.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan Muhamad Arifin mengatakan, Regional 1 menjadi salah satu tulang punggung produksi migas nasional. Hingga semester I 2026, wilayah ini berkontribusi sekitar 31 persen terhadap lifting minyak nasional atau sekitar 177 ribu barel minyak per hari (MBOPD).

Regional 1 juga menyumbang 39 persen produksi minyak dan 27 persen produksi gas Subholding Upstream Pertamina.

Pada semester I 2026, Regional 1 mencatat produksi minyak sebesar 178,03 MBOPD atau 87 persen dari target, sedangkan produksi gas mencapai 746,80 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD) atau 98 persen dari target.

Adapun lifting minyak mencapai 177,47 MBOPD atau 86 persen dari target dan lifting gas sebesar 545,25 MMSCFD atau 98 persen dari target.

Baca juga : Jasaraharja Putera Edukasi 300 Siswa SMKN 4 Makassar Tentang Literasi Keuangan

Menurut Arifin, tantangan terbesar yang dihadapi PHR adalah mengelola lapangan-lapangan migas tua, terutama Blok Rokan yang telah berproduksi sejak 1952 dan mengalami penurunan produksi alami lebih dari 30 persen setiap tahun.

"Menjaga produksi dari lapangan mature membutuhkan upaya yang semakin kompleks. Karena itu kami menjalankan strategi yang tidak hanya mempertahankan baseline produksi, tetapi juga menciptakan sumber pertumbuhan baru agar ketahanan energi nasional tetap terjaga," katanya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, PHR menerapkan tiga strategi utama, yakni Energy Security, Energy Transition, serta New Business & Strengthening Enablers.

Strategi itu dijalankan melalui lima pilar, yaitu Maintain Baseline, Production Growth, Energy Transition, Competitiveness, dan Value Added & New Business.

Pada pilar Maintain Baseline, PHR mengoptimalkan teknologi primary recovery, secondary recovery, hingga tertiary recovery, termasuk penerapan Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) secara komersial di Minas Area A sejak Desember 2025.

Sementara melalui pilar Production Growth, perusahaan mempercepat pengembangan struktur baru dan eksplorasi di sejumlah wilayah prospektif seperti Astrea, Pinang East, dan Mustang Hitam.

Baca juga : Piala Presiden, STY Banggakan Macan Kemayoran Muda

Program tersebut telah menambah produksi sekitar 1.000 hingga 2.000 barel minyak per hari.

PHR juga mulai membangun ekosistem Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) sebagai salah satu sumber pertumbuhan bisnis masa depan.

Dalam mendukung transisi energi, PHR mengoptimalkan pengembangan gas sebagai energi transisi, memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), serta menjalankan berbagai program dekarbonisasi.

Selain itu, perusahaan meningkatkan daya saing melalui strategi efisiensi biaya, percepatan transformasi digital, dan optimalisasi proses bisnis.

Langkah tersebut diperkuat dengan pengembangan layanan Carbon Capture and Storage (CCS), efisiensi energi, optimalisasi logistik, serta pemanfaatan kalkulator karbon untuk memantau emisi.

Di bidang eksplorasi, hingga Juni 2026 Regional 1 telah menyelesaikan tiga sumur eksplorasi atau melampaui target, merealisasikan 163 sumur eksploitasi, menambah cadangan terbukti (P1) sebesar 6,26 juta barel setara minyak (MMBOE), serta menemukan sumber daya kontingen (2C) sebesar 16,49 MMBOE.

Baca juga : Transformasi Terminal Terpadu Amplas: Modernisasi Fasilitas dan Tantangan Operasional

Kinerja proyek juga menunjukkan hasil positif dengan Schedule Performance Index (SPI) sebesar 0,960 dan Cost Performance Index (CPI) sebesar 1,133. Akuisisi seismik tiga dimensi (3D) mencapai 140 kilometer persegi atau 140 persen dari target, sementara program workover dan well service dipercepat untuk menopang produksi pada semester II 2026.

Dari sisi keselamatan kerja, hingga Juni 2026 PHR Regional 1 mencatatkan zero fatality, Total Recordable Injury Rate (TRIR) sebesar 0,00, serta 74,97 juta jam kerja aman.

Arifin menilai inovasi teknologi menjadi kunci mempertahankan produksi migas nasional.

"Kami meyakini kombinasi inovasi teknologi, investasi yang berkelanjutan, serta eksplorasi agresif akan menjadi kunci menjaga produksi migas nasional di tengah tantangan lapangan mature sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia," ujar Arifin.

Strategi tersebut dipaparkan dalam Media Gathering PHR Regional 1 2026 bertema "Collaboration, Energy & Impact" yang berlangsung di Sentul pada 29–30 Juli 2026.

Kegiatan yang diikuti 32 jurnalis dari berbagai media nasional itu menjadi forum untuk memperkuat komunikasi dan meningkatkan pemahaman mengenai tantangan serta kontribusi industri hulu migas dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.