Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kemenag Terbitkan 40 Buku Digital PAI untuk Siswa PAUD hingga Mahasiswa
- Investasi 6 Perusahaan TPT Berpotensi Ciptakan Hampir 10.000 Lapangan Kerja
- Bos Toyota: Solusi Atasi Krisis Iklim Bisa Dari Lingkungan Sekitar
- Transjakarta Gandeng APKI-PERDOKI, Perkuat Standar Kesehatan Pramudi
- Umuh Muchtar Optimistis Maung Bandung Makin Kuat
Direktur Biomassa PLN EPI Raih Penghargaan Inagritech 2026
Kamis, 6 Agustus 2026 17:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) kembali menorehkan prestasi di bidang transisi energi. Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir meraih penghargaan Excellence Leadership in Energy Transition Through Biomass Acceleration Development Program dalam ajang Forum Sinergi Inovasi Industri (FSII) Innovation Award 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian The 12th Inagritech 2026 – Indonesia International Agriculture Technology Expo.
Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan hasil observasi dan penilaian Forum Sinergi Inovasi Industri (FSII) sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan Hokkop dalam mempercepat pengembangan biomassa guna mendukung transisi energi nasional.
Penghargaan diserahkan Chairman FSII sekaligus CEO PT Tender Indonesia Tito Loho pada Forum Diskusi Nasional bertema Peningkatan Produksi Melalui Inovasi Pertanian Modern Menuju Indonesia Swasembada Pangan & Bioenergi di Main Stage Hall JIEXPO Kemayoran, Kamis (30/7).
Dalam ajang tersebut, Hokkop menjadi salah satu tokoh nasional penerima FSII Innovation Award 2026 – Agricultural Productivity for Food & Bioenergy bersama sejumlah perwakilan pemerintah, akademisi, dan asosiasi.
Penghargaan diberikan atas upaya PLN EPI dalam mendorong peningkatan produksi dan penyerapan biomassa sebagai bahan bakar program cofiring di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
Baca juga : PLN EPI Jamin Kontrak Biomassa 5 Tahun, Perkuat Ekosistem Bioenergi
Inisiatif tersebut dinilai mampu memperkuat sinergi sektor pertanian dan energi melalui pemanfaatan limbah serta residu pertanian, menjadi energi terbarukan yang bernilai ekonomi sekaligus mendukung pengurangan emisi.
Sejalan dengan itu, PLN EPI terus memperkuat ekosistem biomassa nasional melalui pembangunan rantai pasok terintegrasi dari hulu hingga hilir. Perusahaan menggandeng petani, kelompok tani, badan usaha, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan produksi, kualitas, serta keberlanjutan pasokan biomassa.
Pendekatan tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan bahan bakar cofiring PLTU, tetapi juga membuka peluang pasar baru bagi limbah pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi sirkular di sektor pertanian.
Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan, penghargaan yang diterima Direktur Biomassa PLN EPI merupakan apresiasi atas kepemimpinan yang berhasil mengintegrasikan pengembangan bioenergi dengan pemberdayaan sektor pertanian.
Baca juga : PLN EPI Perkuat Bioenergi sebagai Motor Diversifikasi Energi Nasional
"Sektor pertanian tidak hanya berperan menjaga ketahanan pangan, tetapi juga mampu menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Melalui pemanfaatan limbah dan residu pertanian, PLN EPI terus membangun ekosistem biomassa yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat, memperkuat rantai pasok energi primer, sekaligus mendukung percepatan transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan," ujar Mamit.
Menurut Mamit, keberhasilan pengembangan biomassa tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak.
Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, asosiasi, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menciptakan inovasi yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.
Model kolaborasi tersebut, lanjut dia, sejalan dengan tema forum yang mengedepankan modernisasi pertanian sebagai penggerak peningkatan produksi pangan dan bioenergi guna mendukung swasembada pangan dan energi nasional.
"Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi PLN EPI untuk terus memperluas pengembangan ekosistem biomassa nasional. Ke depan, PLN EPI akan terus memperkuat kemitraan dengan para petani, kelompok tani, pemerintah daerah, serta pelaku usaha agar biomassa tidak hanya menjadi solusi energi terbarukan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional," kata Mamit.
Baca juga : PLN EPI Targetkan Serap 10 Juta Ton Biomassa pada 2030
Melalui pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan bakar biomassa untuk program cofiring PLTU, PLN EPI terus membangun keterkaitan antara sektor pertanian dan energi dalam satu rantai nilai.
Biomassa diharapkan tidak hanya menjadi instrumen percepatan transisi menuju Net Zero Emissions (NZE), tetapi juga mendorong produktivitas pertanian, menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, dan memperkuat ketahanan energi nasional secara berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya