Dark/Light Mode

Perkuat Rantai Pasok Bioenergi, PLN EPI dan Kalimantan Powerindo Bangun Hub

Jumat, 3 April 2026 21:20 WIB
Perkuat Rantai Pasok Bioenergi, PLN EPI dan Kalimantan Powerindo Bangun Hub

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat strategi ketahanan energi nasional melalui pengembangan rantai pasok bioenergi terintegrasi.

Langkah ini diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan PT Kalimantan Powerindo terkait pengembangan dan pengelolaan bioenergi di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir menjelaskan, biomassa merupakan komponen krusial dalam menjaga ketersediaan pasokan energi sekaligus mendukung transisi menuju target net zero emisi (NZE) 2060.

Sebagai subholding energi primer, PLN EPI memegang mandat untuk memastikan ketersediaan energi yang andal dan berkelanjutan.

“Penguatan ekosistem biomassa tidak bisa dilakukan secara parsial. Kita perlu kolaborasi dari hulu hingga hilir, mulai dari sumber pasok, pengolahan, logistik, hingga pemanfaatannya,” ujar Hokkop dalam keterangan resmi, Jumat (3/4/2026).

Baca juga : Wamenkop Perkuat Koordinasi dan Komunikasi Bersama Agrinas di Ruang Publik

Hokkop menambahkan, gagal mendorong integrasi rantai pasok melalui skema hub dan sub-hub. Model ini memungkinkan konsolidasi bahan baku, standarisasi kualitas, serta efisiensi distribusi ke pembangkit listrik.

“Melalui pendekatan hub, kita tidak hanya menyediakan pasokan, tetapi juga menciptakan efisiensi logistik dan kepastian kualitas biomassa. Ini menjadi fondasi penting untuk memastikan kelanjutan program cofiring di PLTU,” jelas Hokkop.

Di tengah dinamika geopolitik global, diversifikasi energi berbasis sumber daya domestik menjadi semakin mendesak.

Menurut Hokkop, energi fosil ke depan akan berfungsi sebagai penyangga (buffer), sementara energi terbarukan seperti biomassa didorong menjadi sumber utama.

Potensi Kalimantan

Direktur Utama PT Kalimantan Powerindo Rudy Gunawan menyambut baik kolaborasi ini.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Kalimantan Perkuat Distribusi, Pastikan Ketersediaan BBM

Ia menyebut perusahaan telah bersiap menyiapkan ekosistem biomassa sejak beberapa tahun terakhir.

“Kerja sama ini semakin memotivasi kami untuk memperluas jejak dan berinovasi di sektor energi terbarukan. Inisiatif tersebut sejalan dengan visi dan misi perusahaan untuk berkontribusi pada transisi energi serta mendukung pencapaian Net Zero Emission,” ujar Rudy.

Kalimantan Timur dinilai memiliki peluang besar menjadi hub energi dan logistik biomassa.

Rudy memaparkan, di sekitar area operasional perusahaan terdapat konsentrasi sumber energi dari tambang dan pabrik kelapa sawit yang potensial.

Meski pemanfaatan limbah padat kelapa sawit memiliki potensi ekonomi besar, saat ini kondisinya masih terfragmentasi.

Baca juga : Agrinas Jaladri Perkuat Sinergi dengan Media, Kembangkan Ekosistem Perikanan

Pendekatan hub terintegrasi diharapkan mampu menciptakan sistem transportasi yang efisien untuk pengumpulan hingga distribusi.

“Model ini akan meningkatkan nilai tambah (economic upscale), memperkuat ketahanan pasokan untuk memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor, serta membuka peluang ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” kata Rudy.

Dalam kerja sama ini, kedua pihak akan menjajaki pengembangan hub biomassa di Kalimantan Timur.

Bahan baku yang dibongkar mencakup cangkang sawit (palm kernel shell),janjang kosong (tandan buah kosong), biomassa kayu, hingga bioCNG. Sinergi ini diharapkan menjadi model pengembangan bioenergi yang dapat direplikasi di wilayah lain di Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.