Dark/Light Mode

PHE Perluas Eksplorasi New Frontier, Bidik Deepwater dan Shale Oil

Jumat, 7 Agustus 2026 15:13 WIB
VP Drilling & Well Intervention PHE Fata Yunus memaparkan strategi inovasi pengeboran di wilayah new frontier dalam Forum SPE/IADC Asia Pacific Drilling Technology Conference and Exhibition di Bali, Rabu (5/8/2026). PHE mendorong pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan untuk mendukung efisiensi pengeboran serta ketahanan energi nasional.
VP Drilling & Well Intervention PHE Fata Yunus memaparkan strategi inovasi pengeboran di wilayah new frontier dalam Forum SPE/IADC Asia Pacific Drilling Technology Conference and Exhibition di Bali, Rabu (5/8/2026). PHE mendorong pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan untuk mendukung efisiensi pengeboran serta ketahanan energi nasional.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, memperluas kegiatan eksplorasi ke wilayah new frontier untuk meningkatkan potensi produksi minyak dan gas bumi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Langkah tersebut mencakup pengembangan potensi migas nonkonvensional, laut dalam (deepwater), serta wilayah dengan tekanan dan suhu tinggi atau High Pressure High Temperature (HPHT).

VP Drilling & Well Intervention PHE Fata Yunus mengatakan, strategi pengeboran PHE tidak hanya diarahkan untuk mengoptimalkan aset yang sudah ada.

Perusahaan juga mulai masuk ke wilayah dengan tantangan teknis dan risiko yang lebih tinggi.

Hal itu disampaikan Fata dalam presentasi bertajuk "PHE: Drilling at New Frontier" pada Forum SPE/IADC Asia Pacific Technology Conference di Bali, 5-6 Agustus 2026.

Untuk pengembangan deepwater, PHE tengah mempersiapkan pengeboran eksplorasi di wilayah laut dalam.

Baca juga : PHE Dorong Pemboran Masif dan Teknologi untuk Kemandirian Energi

Di sisi lain, perusahaan tetap menjaga kegiatan pengeboran sumur eksploitasi baru serta keandalan dan integritas sumur yang telah beroperasi.

Seluruh kegiatan tersebut didukung penerapan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan digitalisasi.

Teknologi tersebut digunakan untuk meningkatkan akurasi, menekan biaya proyek, dan menjaga keberlanjutan produksi dalam jangka panjang.

Fata mengatakan efisiensi dan integrasi teknologi menjadi faktor penting dalam pengembangan lapangan baru.

"Fokus utama kami dalam seluruh operasi pengeboran dan intervensi sumur adalah pencapaian eksekusi yang sempurna tanpa adanya waktu non-produktif, sembari menjaga keekonomian proyek berada pada tingkat yang optimal. Penerapan digitalisasi, kecerdasan buatan, serta kolaborasi yang erat bersama seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama bagi PHE untuk membuka potensi New Frontier seperti shale oil dan deepwater secara aman, efisien, dan berkelanjutan," ujarnya.

Kembangkan Shale Oil Selain deepwater, PHE mengembangkan migas nonkonvensional melalui kegiatan pengeboran unconventional. Pengembangan tersebut diarahkan untuk membuka potensi shale oil pertama di Indonesia.

Baca juga : PHE Lepas Pantai Bunyu Siapkan Eksplorasi Migas Tingkilan di Kalimantan Utara

Untuk mempercepat komersialisasi potensi shale oil, PHE menyiapkan sejumlah strategi, antara lain penggunaan multi-wellpad dan batch drilling.

Perusahaan juga akan menerapkan metode zipper frac dengan operasi simultan (simultaneous operations).

Selain itu, desain pengeboran akan distandardisasi melalui pendekatan factory model. Strategi tersebut diharapkan meningkatkan efisiensi dan mempercepat pelaksanaan pengeboran.

Fata mengatakan, PHE juga berencana melakukan eksplorasi Multi-Stage Fracturing (MSF) tahap ketiga pada Desember 2026.

Kegiatan itu ditujukan untuk memenuhi target pengeboran 12 sumur MSF sepanjang 2026. Bersamaan dengan itu, PHE memperluas studi kelayakan penerapan teknologi MSF pada reservoir bertekanan rendah (low-pressure reservoir) serta sumur konvensional tanpa proses over flush.

Pengembangan wilayah new frontier tersebut dilakukan seiring upaya PHE meningkatkan kinerja operasi hulu migas.

Baca juga : PHE Rampungkan Survei Seismik 3D Selat Makassar 42 Hari Lebih Cepat

Perusahaan juga menempatkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam pengelolaan operasi dan bisnisnya.

Dalam aspek tata kelola, PHE menerapkan prinsip Zero Tolerance on Bribery untuk mencegah praktik kecurangan dan penyuapan.

Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandardisasi ISO 37001:2016.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.