Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Sepakbola Korsel Sarang Nepotisme
- Susul Jannik Sinner, Zverev Kantongi Tiket ATP Finals
- War Ticket Upacara HUT Ke-81 RI di Istana Merdeka Diperpanjang 8-9 Agustus
- Borneo FC Makin Kompak, Juan Villa Beberkan Rahasia Persiapan Tim
- Antar Persebaya Juara Piala Presiden, Reza Arya Fokus Bidik Super League
PHE Dorong Pemboran Masif dan Teknologi untuk Kemandirian Energi
Jumat, 7 Agustus 2026 14:31 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mendorong pemboran masif dan kolaborasi teknologi untuk memperkuat ketahanan serta kemandirian energi Indonesia.
Langkah tersebut dilakukan melalui pengembangan sumur, pekerjaan workover, eksplorasi, serta pemanfaatan teknologi di berbagai wilayah kerja.
Wakil Direktur Utama PHE Virano Nasution mengatakan, pemenuhan kebutuhan energi nasional harus dimulai dari ketersediaan sumur pemboran.
Hal itu mencakup upaya menahan penurunan produksi alami di lapangan-lapangan migas yang telah mature, membuka potensi sumber daya baru di Indonesia Timur, serta mengoptimalkan potensi gas bumi.
Hal tersebut disampaikan Virano saat membuka SPE/IADC Asia Pacific Drilling Technology Conference and Exhibition 2026 di Bali, 5-6 Agustus 2026.
Baca juga : Rayakan HUT ke-45, Optik Melawai Gelar Eyewear Exhibition
"Energi di Indonesia bukan sekadar teori abstrak, melainkan fondasi utama bagi keberlangsungan hidup lebih dari 280 juta orang yang tersebar di 17.000 pulau," ujarnya.
Menurut Virano, PHE menjalankan program pengeboran masif dengan laju tertinggi dalam beberapa dekade terakhir.
Program itu mencakup penggerakan ratusan sumur pengembangan, pekerjaan workover sumur, serta komitmen eksplorasi di seluruh wilayah kerja, baik darat maupun lepas pantai.
Kegiatan tersebut mencakup sejumlah wilayah, mulai dari Blok Rokan dan Sumatra Selatan hingga Kalimantan serta kawasan Indonesia Timur.
Konferensi yang mengusung tema "Transforming drilling and wells for an efficient and intelligent energy future" tersebut dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Deputi Eksploitasi SKK Migas Surya Widyantoro, jajaran pimpinan PT Pertamina (Persero) dan PHE, pimpinan Society of Petroleum Engineers (SPE) dan International Association of Drilling Contractors (IADC), para duta besar negara sahabat, serta ratusan delegasi industri energi mancanegara.
Baca juga : PHE Rampungkan Survei Seismik 3D Selat Makassar 42 Hari Lebih Cepat
Virano mengatakan, karakter sumur migas masa depan di kawasan Asia Pasifik semakin kompleks.
Sumur tersebut berada pada kondisi dengan suhu dan tekanan yang lebih tinggi serta lokasi yang semakin terpencil.
Kondisi tersebut, lanjut dia, membutuhkan dukungan teknologi, armada rig dan kru yang andal, riset akademis, serta regulasi yang mendukung investasi.
"Industri hulu migas Indonesia membutuhkan talenta, transfer teknologi dalam bidang eksplorasi, pemboran pengembangan, Enhanced Oil Recovery (EOR), serta Carbon Capture and Storage (CCS)," papar Virano.
Ia juga mendorong para insinyur dan profesional muda untuk melihat industri pemboran sebagai bagian penting dari masa depan sektor energi, bukan sekadar profesi masa lalu.
Baca juga : Produksi Migas PHE Tembus 935 Ribu BOEPD, Cadangan Baru Terus Bertambah
Menurut Virano, pemenuhan kebutuhan energi regional, pembangunan sumur panas bumi untuk mendukung transisi energi, hingga penyediaan lokasi penyimpanan karbon membutuhkan kontribusi para insinyur pemboran, ahli geologi, dan geofisikawan.
PHE, kata dia, akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas yang berkelanjutan dengan menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Perusahaan juga memperkuat integritas melalui budaya kepatuhan, tata kelola perusahaan yang baik, serta pencegahan fraud.
Langkah tersebut diarahkan untuk membangun lingkungan kerja yang profesional, transparan, dan beretika.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya