Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Profil Jay Herdman, Putra Pelatih Timnas yang Jadi Andalan Baru Bali United
- Barcelona Tutup Pramusim dengan Gelar Joan Gamper Trophy 2026
- Fitrah Maulana Bangga Bawa Persib Juara Dewata Challenge Series
- STY Puji Perkembangan Persija Usai Laga Uji Coba Di Thailand
- Gabung Klub Arab Saudi, Kakak Pemain Persib Dibanderol Rp1,4 T
Resmikan Kampung Sawah Abadi, Pupuk Kaltim Integrasikan Pertanian & Agrowisata
Jumat, 7 Agustus 2026 15:31 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) meresmikan Kampung Sawah Abadi (KSA) Bulutana, sebagai destinasi edu agrowisata di Kelurahan Bulutana, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (5/8/2026).
AVP (Assistant Vice President) Pembangunan Sosial dan Lingkungan Departemen TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) Pupuk Kaltim Uchin Mahazaki mengatakan, peresmian Kampung Sawah Abadi bagian dari program Pertanian Bulutana Berkelanjutan, Sejahtera dan Mandiri (PKT BERSERI), yang menjadi wadah kontribusi perusahaan dalam menghadirkan pembangunan sektor pertanian berkelanjutan di Indonesia.
Inisiatif ini, kata Uchin adalah bagian dari program TJSL perusahaan yang hadir sejak 2023, dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis kolaborasi antara sektor pertanian dan pariwisata.
Menurutnya, program TJSL perusahaan tidak hanya menyasar kawasan sekitar area produksi. Tapi, juga menjangkau wilayah distribusi sebagai bentuk tanggung jawab terhadap konsumen dan keberlanjutan lahan pertanian produktif.
"Kami bertanggung jawab bukan hanya terhadap produksi, tapi juga wilayah distribusi kami. Sulawesi Selatan adalah salah satu pasar Pupuk Kaltim di Indonesia Timur, sehingga menjaga kesuburan lahan di sini menjadi bagian dari tanggung jawab sosial kami," ujar Uchin, dalam keterangannya, Jumat (7/8/2026).
Uchin menjelaskan, sesuai roadmap PKT Berseri, program pendampingan di Bulutana berjalan pada rentang 2023 hingga 2027.
Baca juga : Di Forum ICRS 2026, Pupuk Kaltim Beberkan Riset Konservasi Terumbu Karang
Lebih lanjut Uchin mengatakan, mengawali langkah pada 2023, Pupuk Kaltim menginisiasi proyek percontohan dekomposer dan selanjutnya fokus mengarah pengembangan pertanian berkelanjutan di tahun 2024.
Selama ini, pengembangan mencakup serangkaian pelatihan teknik budidaya, pengendalian hama, pemupukan berimbang, serta pembuatan pupuk organik. Termasuk, pembangunan eco-trail sepanjang 230 meter, untuk memudahkan petani mengangkut hasil panen dari lahan berkontur dataran tinggi.
“Pengembangan dilakukan secara bertahap dengan sasaran yang terukur. Seluruhnya akan terintegrasi sebagai kesatuan program utuh, dengan berbagai peluang usaha yang bisa dikelola masyarakat sebagai nilai tambah," ujarnya.
Selanjutnya, langkah ini diperkuat pada 2025, dengan peningkatan kapasitas kelembagaan, penguatan pengelolaan pasca panen, serta penyediaan alat dan mesin produksi kompos bagi kelompok masyarakat.
Kini di tahun 2026, perseroan memfokuskan pengembangan pada infrastruktur dan branding kawasan, mencakup konservasi sawah berkelanjutan, penyediaan sarana wisata hijau Bulutana, penguatan kelembagaan kelompok, hingga penyelenggaraan promosi dan event pariwisata Kampung Sawah Abadi.
Puncaknya pada 2027, strategi keberlanjutan ini ditargetkan menjadi destinasi unggulan melalui standardisasi kawasan Kampung Sawah Abadi, sertifikasi Desa Wisata Hijau Bulutana, serta pembentukan skema insentif konservasi sawah.
Baca juga : Dukung Regenerasi Atlet Bulutangkis, Pupuk Kaltim Gelar Sirnas C Open 2026
“Dari tahapan yang terstruktur, PKT Berseri diproyeksikan tumbuh sebagai pusat pembelajaran agroeduwisata yang berdaya saing, serta memberi dampak positif jangka panjang bagi lingkungan maupun ekonomi lokal,” ujar Uchin.
Di kesempatan yang sama, Ketua Pengelola KSA Syafruddin mengaku, program PKT Berseri memberi nilai tambah tersendiri bagi masyarakat. Salah satunya kehadiran eco-trail karena mengubah secara signifikan proses pasca panen, yang sebelumnya menjadi kendala utama di kawasan dataran tinggi.
“Setelah ada jembatan, jika panen hari ini, malamnya bisa langsung sampai di rumah. Itu yang membuat kami bisa langsung laksanakan tiga kali panen dalam satu tujar," ujar Syafruddin.
Tak hanya itu, sebelum intervensi program, hasil panen rata-rata hanya 4 ton per hektar (Ha), dengan indeks pertanaman dua kali setahun.
Kini, produktivitas meningkat menjadi 6–7 ton/Ha dan frekuensi panen berhasil ditingkatkan menjadi tiga kali dalam setahun melalui kolaborasi petani dan kelompok Pemuda Bulutana.
“Kolaborasi ini juga melahirkan ekosistem wisata yang terintegrasi. Pemuda Bulutana turut mengelola kunjungan wisatawan, di mana sebagian pendapatannya diintervensi kembali untuk pembiayaan benih, pupuk, hingga pembayaran pajak lahan," ujarnya.
Baca juga : Transformasi Pelabuhan Pupuk Kaltim Raih Bintang 5 Green & Smart Port ASRI 2026
Selain itu, dikembangkan sistem digital Sipadi yang memungkinkan wisatawan berpartisipasi dalam penanaman padi secara langsung dan memantau perkembangan tanaman melalui aplikasi.
“Pendapatan para pemuda di eco-trail, ada yang diintervensi masuk ke bibit, pupuk, bahkan sampai ke pembayaran pajaknya. Supaya sama-sama merasakan manfaatnya," katanya.
Mewakili Pemerintah Daerah (Pemda) Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan Andi Mirna mengapresiasi, model pengembangan KSA Bulutana yang memadukan agrowisata, wisata alam dan budaya lokal.
Andi menilai, model ini menjadi jawaban atas kebutuhan regenerasi petani, sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk kembali ke desa.
"Anak-anak muda yang sudah selesai sekolah di kota tidak perlu malu kembali ke desa dan mengembangkan sektor pertanian. Program seperti ini perlu dikembangkan di daerah lain di Sulawesi Selatan," katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya