Dark/Light Mode

Laba BSN Meroket 40 Persen, Aset Tembus Rp 81,1 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 18:58 WIB
Tasyakuran Milad ke-1 Bank BSN di Jakarta, Kamis (20/8/2026). (Foto: Dok. Bank BSN)
Tasyakuran Milad ke-1 Bank BSN di Jakarta, Kamis (20/8/2026). (Foto: Dok. Bank BSN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Memasuki usia satu tahun pasca-transformasi kelembagaan, PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) berhasil membukukan lompatan kinerja keuangan yang solid.

Hingga akhir Juli 2026, entitas hasil pemisahan ( spin-off ) UUS BTN dan integrasi Bank Victoria Syariah ini mencetak laba kotor sebesar Rp 643,6 miliar, melesat 40 persen secara tahunan ( year-on-year /YoY).

Adapun akselerasi laba perseroan ditopang oleh ekspansi aset yang tumbuh 22,2 persen YoY menjadi Rp81,1 triliun per 31 Juli 2026. Laju pertumbuhan ini selaras dengan penyaluran pembiayaan Bank BSN yang tumbuh 25,7 persen YoY mencapai Rp62 triliun, serta penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 14,8 persen YoY menjadi Rp64,1 triliun.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon LP Napitupulu mengapresiasi kinerja Bank BSN yang mampu membukukan catatan positif hanya dalam kurun waktu setahun perjalanan di bawah entitas baru.

“BTN sangat mengapresiasi kinerja rekan-rekan di Bank BSN yang hanya dalam kurun waktu singkat sudah bisa mewujudkan mimpi besar menjadi Bank Syariah terbesar ke-2 di Indonesia,” kata Nixon di acara Tasyakuran Milad ke-1 BSN di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Nixon berpesan agar Bank BSN terus menjaga arah pertumbuhan dan mempertahankan keunggulan pembiayaan sektor perumahaan yang dimiliki selama ini.

Baca juga : Bank BSN Peringati HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Selain itu, Nixon juga berpesan agar Bank BSN terus memperkuat kemitraan dengan mitra-mitra baru dan menjaga kerja sama yang telah terjalin dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor mengungkapkan, pencapaian positif pada tahun pertama operasional ini menjadi bukti bahwa proses transformasi kelembagaan yang bergulir sejak akuisisi Bank Victoria Syariah hingga spin-off  pada Desember 2025 lalu berjalan secara efektif dan menghasilkan hasil.

“Transformasi BSN bukan sekedar mengubah papan nama atau kelembagaan semata. Yang jauh lebih krusial adalah bagaimana perubahan ini memberi tambah nilai nyata, memperkuat kinerja, dan menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Alex.

Menariknya, di tengah laju ekspansi pembiayaan yang tergolong agresif, Bank BSN tetap cermat menjaga kualitas aktiva produktifnya.

KPR Subsidi Tetap Jadi Tulang Punggung

Sebagai bank syariah yang kuat pada ekosistem perumahan, Bank BSN terus menegaskan dominasinya pada sektor Pembiayaan Kepemilikan Rumah.

Sepanjang tujuh bulan pertama tahun 2026, perseroan telah merealisasikan penyaluran KPR Subsidi sebanyak 33.222 unit rumah.

Baca juga : Bank BSN Perluas Ekosistem Digital Syariah untuk Transportasi Publik

Hingga akhir tahun 2026, Bank BSN memasang target optimistis dengan memasang penyaluran KPR Subsidi sebanyak 69.636 unit rumah, melampaui capaian tahun 2025 yang tercatat sebanyak 59.463 unit.

Untuk segmen KPR Non Subsidi, realisasi pembiayaan hingga Juli 2026 mencapai Rp2,68 triliun, tumbuh 21,42 persen YoY.

Secara akumulatif, posisi beredar KPR Subsidi Bank BSN tercatat sebesar Rp37,95 triliun (tumbuh 24,18 persen YoY) dan KPR Non Subsidi menembus Rp18,64 triliun (tumbuh 18,56 persen YoY).

Tidak hanya mengandalkan jalur konvensional dan kemitraan dengan para pengembang, Bank BSN juga terbukti lincah mendukung kanal digitalnya.

Melalui platform Bale Syariah oleh BSN, perseroan telah menghimpun lebih dari 225 ribu pengguna aktif dengan akumulasi transaksi melampaui 2 juta kali dan volume mencapai Rp4,88 triliun per Juli 2026.

Dorongan Muhammadiyah untuk Ekonomi Umat & UMKM

Pencapaian manis BSN di tahun pertamanya mendapat apresiasi hangat dari organisasi keagamaan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir menitipkan, harapan besar agar Bank BSN tidak sekadar mengejar angka pertumbuhan, namun juga mengakar pada pemberdayaan ekonomi masyarakat bawah.

Baca juga : BSN Lilawangsa Run Hadirkan Semangat Berbagi

“Umat Islam merupakan mayoritas penduduk di negeri ini, namun secara kualitas ekonomi masih menahan tantangan ketertinggalan. Kehadiran Bank BSN diharapkan dapat menjadi pilar strategi yang menopang dan memajukan perekonomian umat, khususnya di sektor mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” ujar Haedar. 

Haedar mendorong agar strategi kolaborasi yang telah terbangun antara Bank BSN dengan PP Muhammadiyah, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), hingga organisasi 'Aisyiyah dapat ditingkatkan menjadi program-program yang semakin konkret, aman, cepat, dan mudah dijangkau.

“Muhammadiyah terus bergerak membangun ikhtiar di bidang pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi di daerah masyarakat terdepan dan terpencil. Kerja sama dengan BSN harus tepat sasaran agar dapat memberikan kemanfaatan dan berkah yang sebesar-besarnya bagi kemajuan bangsa,” pungkas Haedar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.