Dark/Light Mode

Kebut Penyehatan Kualitas Aset

BSN Tawarkan 648 Properti Ke Investor & Mitra Strategis

Minggu, 28 Juni 2026 06:40 WIB
Direktur Utama Bank Syariah Nasional (BSN) Alex Sofjan Noor (tengah) didampingi Direktur Risk Management BSN Beki Kanuwa (kedua kiri) dan Kepala Divisi Collection and Asset Management BSN Cuk Hidayat (kanan) saat berbincang dengan calon investor dalam acara Investor Gathering Asset Sales yang diselenggarakan oleh Bank BSN di Jakarta, Kamis (25/6/2026). (Foto: Dok. BSN)
Direktur Utama Bank Syariah Nasional (BSN) Alex Sofjan Noor (tengah) didampingi Direktur Risk Management BSN Beki Kanuwa (kedua kiri) dan Kepala Divisi Collection and Asset Management BSN Cuk Hidayat (kanan) saat berbincang dengan calon investor dalam acara Investor Gathering Asset Sales yang diselenggarakan oleh Bank BSN di Jakarta, Kamis (25/6/2026). (Foto: Dok. BSN)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) mengakselerasi penyehatan kualitas aset dengan memasarkan portofolio senilai Rp 522,08 miliar kepada investor dan mitra bisnis strategis. Langkah ini diharapkan mampu mengubah aset non-produktif menjadi likuiditas baru untuk perseroan.

Aksi korporasi itu dilakukan BSN melalui acara Investor Gathering Asset Sales, yang digelar perseroan di Jakarta, Kamis (25/6/2026). 

Forum strategis tersebut dihadiri langsung Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor, Direktur Risk Management Beki Kanuwa, Kepala Divisi Collection and Asset Management Cuk Hidayat, serta jajaran pengelola cabang dan calon investor potensial. 

Alex mengatakan, langkah pelepasan portofolio tersebut menjadi salah satu instrumen penting bagi perseroan untuk mempercepat pemulihan nilai ekonomi aset, serta memperkuat likuiditas perusahaan. 

Baca juga : Pemprov DKI Didorong Kebut Penataan Permukiman Kumuh

Menurut Alex, tata kelola aset macet atau pasif tidak boleh dibiarkan mengendap begitu saja tanpa memberikan kontribusi finansial balik bagi buku perseroan. 

Karenanya melalui forum ini, manajemen sengaja mempertemukan langsung ratusan daftar aset potensial dengan investor yang tepat, guna mentransformasi aset non-produktif menjadi modal kerja baru yang segar. 

Artinya, tegas Alex, aset pasif tidak boleh hanya berhenti sebagai angka di dalam laporan keuangan saja. 

“Aset tersebut perlu dikelola, dipasarkan dan dioptimalkan secara transparan, serta prudent agar dapat kembali memiliki nilai ekonomi riil,” ujar Alex dalam keterangannya, Jumat (26/6/2026). 

Baca juga : Diaspora Merangsek Di Piala Dunia 2026

Ia berharap, proses recovery ini berjalan lebih cepat, sehingga kualitas aset bank semakin sehat dan aset yang sebelumnya pasif, bisa kembali produktif. 

Ia pun merinci sebaran portofolio asset sales yang ditawarkan mencakup 648 unit aset properti, tersebar di 25 wilayah operasional di seluruh Indonesia. 

Kawasan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) dan Jawa Barat mendominasi volume penawaran dengan total 346 unit senilai Rp 178,3 miliar. 

“Titik konsentrasi terbesar di Jakarta sebanyak 114 unit senilai Rp 57,8 miliar dan Bandung dengan 110 unit senilai Rp 56,1 miliar,” bebernya. 

Baca juga : Kinclong Di Piala Dunia, Hakimi Dilirik Real Madrid

Lebih lanjut ia menjelaskan, meskipun secara volume lebih kecil, portofolio di wilayah Jawa Tengah dan DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) mencatatkan nilai taksasi jumbo mencapai Rp 223,1 miliar dari total 62 unit. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.