Dark/Light Mode

IDE Indonesia dan Pertamina Gas Negara Hadirkan Sekolah Masa Depan di Tarakan

Selasa, 25 Agustus 2026 12:26 WIB
Foto: IDE Indonesia.
Foto: IDE Indonesia.

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya memperkuat kualitas pendidikan dan menyiapkan generasi yang adaptif terhadap tantangan masa depan dilakukan Institute of Democracy and Education (IDE) Indonesia bersama Pertamina Gas Negara melalui program Sekolah Masa Depan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sabilul Khairat, Tarakan, Kalimantan Utara.

Program yang digelar pada 23 Agustus 2026 tersebut tidak hanya menghadirkan dukungan sarana pendidikan, tetapi juga membekali para pelajar dengan kemampuan dan karakter melalui kegiatan capacity building.

Para siswa diajak mengenali potensi diri, membangun growth mindset, berani memiliki cita-cita, serta mengembangkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi sebagai bekal menghadapi masa depan.

Ketua IDE Indonesia Bidang Pemuda dan Sumber Daya Manusia, Ahmad Hashif Ulwan mengatakan, pendidikan masa depan harus memberikan ruang bagi setiap anak untuk mengenali dan mengembangkan potensinya.

“Setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Pendidikan tidak hanya tentang nilai akademik, tetapi juga bagaimana membantu anak mengenali dirinya, berani bermimpi, dan percaya bahwa kemampuannya dapat terus berkembang,” ujar Hashif.

Baca juga : Pertamina EP Tarakan Edukasi Warga Cegah Kebakaran

Senada, Ketua IDE Indonesia Bidang Sosial, Sheila Shakira, menekankan pentingnya lingkungan belajar yang layak dan mendukung perkembangan siswa dalam mewujudkan pendidikan yang berkelanjutan.

“Anak-anak membutuhkan ruang belajar yang nyaman, tetapi juga membutuhkan kesempatan untuk berkembang. Karena itu, dukungan fasilitas pendidikan dan pengembangan kapasitas siswa harus berjalan bersama,” kata Sheila.

Melalui program Sekolah Masa Depan, Pertamina Gas Negara memberikan dukungan sarana pendidikan untuk MI Sabilul Khairat.

Bantuan tersebut meliputi renovasi ruang kelas, meja dan kursi siswa, meja dan kursi guru, buku bacaan, fasilitas perpustakaan, serta papan tulis. Selain dukungan fasilitas, IDE Indonesia turut memfasilitasi kurikulum capacity building bagi para pelajar.

Program ini dirancang untuk membantu siswa mengembangkan potensi diri sekaligus membangun keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Baca juga : Mudik Lebaran di Perbatasan: Dinamika Penyeberangan Tawau-Nunukan dan Tarakan

Dukungan tersebut mendapat apresiasi dari para guru dan perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Utara yang hadir dalam kegiatan.

Mereka menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kontribusi Pertamina Gas Negara dalam mendukung kebutuhan pendidikan di MI Sabilul Khairat.

Program Director IDE Indonesia, Yudistira Mirhant mengatakan, penguatan pendidikan berkelanjutan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

Menurutnya, upaya tersebut tidak cukup hanya dilakukan melalui penyediaan fasilitas, tetapi juga harus dibarengi dengan investasi pada kapasitas manusia.

“Pendidikan bukan hanya tentang menyediakan ruang belajar, tetapi juga membangun manusia yang memiliki kapasitas dan kepercayaan diri untuk menghadapi masa depan. Karena itu, kolaborasi antara dunia usaha, sekolah, masyarakat, dan organisasi masyarakat sipil menjadi penting untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan,” ujar Yudistira.

Baca juga : PLN EPI–PLN Energi Gas Perkuat Ketahanan Energi dan Lingkungan Tarakan

Melalui program Sekolah Masa Depan, IDE Indonesia dan Pertamina Gas Negara berharap, dukungan yang diberikan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi MI Sabilul Khairat dan para pelajarnya.

Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama menghadirkan pendidikan yang lebih inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan di Tarakan, Kalimantan Utara.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.