Dark/Light Mode

Bahlil Lempar Guyonan ke Koster: Kelola Negara Jangan Lihat Warna

Selasa, 25 Agustus 2026 15:23 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam Peluncuran Program PLTS 100 GWp (Gigawatt peak) di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026). (Foto: YouTube)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam Peluncuran Program PLTS 100 GWp (Gigawatt peak) di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026). (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melempar guyonan kepada Gubernur Bali I Wayan Koster, agar tidak melihat warna dalam mengelola negara.

Guyonan ini disampaikan Bahlil dalam Launching & Groundbreaking Program PLTS 100 GWp (Gigawatt peak) di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

 

Dari kiri: Presiden Prabowo, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Mensesneg Prasetyo Hadi, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Dirut PLN Darmawan Prasodjo dalam acara Launching & Groundbreaking Program PLTS 100 GWp di Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026). (Foto: YouTube)


Dalam acara yang juga dihadiri Presiden Prabowo Subianto, Koster merupakan satu-satunya pejabat yang berasal dari partai non koalisi PDIP. Sementara Bali dikenal sebagai basis kuat PDIP, yang identik dengan warna merah.

Baca juga : IBSW Apresiasi Langkah Konkret Presiden Prabowo Atasi Karhutla

“Jadi tadi saya sempat guyon dengan Pak Gubernur. Pak, mengelola negara ini jangan dilihat warna. Presiden kita adalah Ketua Umum Gerindra. Menterinya adalah Ketua Umum Golkar, tapi eksekusi program PLTS di kandang merah," kata Bahlil.

Mendengar pernyataan Bahlil, Prabowo yang duduk di bangku depan, diapit Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan CEO Danantara Rosan Roeslani tampak tersenyum. Begitupula Koster, yang terpaut tiga kursi dari Prabowo.

“Ini sebagai bentuk kolaborasi yang paten. Mudah-mudahan, pikiran Pak Gubernur terilhami oleh semua kader parpol yang ada di bangsa kita,” imbuh Bahlil.

Bahlil optimistis, optimalisasi penggunaan listrik dari PLTS akan menurunkan impor BBM nasional, terutama solar.

Baca juga : Jinakkan Karhutla Kalbar, Polri Kerahkan 300 Brimob Dari Kaltim Dan Bali

“Khusus untuk Bali, dengan memakai 1.000 MW, PLN dapat melakukan efisiensi 0,6 juta kiloliter solar. Selama ini, Bali ternyata masih memakai PLTD. Jadi tidak heran, kalau ini kita lakukan di Bali. Karena kampanyenya adalah green energy,” tutur Bahlil. 

Program Kerja Prioritas Nasional

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan, peluncuran PLTS 100 GWp di Bali merupakan bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air, yang diarahkan untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional, serta mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

"Presiden telah menginstruksikan agar pembangunan 100 GWp PLTS dipercepat dan diselesaikan pada 2029, dengan efisiensi biaya listrik diperkirakan mencapai Rp 73,9 triliun per tahun. Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 30 GWp PLTS sekaligus penghentian 13 GW pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD)," ujar Prasetyo dalam keterangannya, Selasa (25/8/2026).

Indonesia memiliki potensi energi surya sekitar 3.294 GWp. Namun, kapasitas terpasang hingga April 2026, baru mencapai sekitar 1,5 GWp.

Baca juga : Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot

"Program (PLTS) ini akan dibangun bertahap, yakni tahap I sebanyak 17 GWp, tahap II 18 GWp, dan tahap III 30 GWp," beber Prasetyo.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.