Dark/Light Mode

Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot

Senin, 24 Agustus 2026 17:37 WIB
Foto: Bakom RI
Foto: Bakom RI

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pembangunan 306 sumur bor di sekitar titik panas atau hotspot di Provinsi Riau sebagai langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Instruksi tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat penanganan karhutla di Pekanbaru, Riau, Senin (24/8/2026), dengan menekankan agar pembangunan sumur bor dilakukan segera tanpa menunggu hotspot berkembang menjadi titik api.

"Jangan nunggu sampai jadi titik api. Segera saja di 306 titik (hotspot) langsung bikin (sumur) bor air," kata Prabowo.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Riau M. Edy Afrizal melaporkan terdapat 306 hotspot yang terdeteksi di wilayah Riau.

Dari jumlah tersebut, sebanyak tujuh titik telah berkembang menjadi titik api yang tersebar di empat kabupaten.

Baca juga : Mendagri Tito Dorong Pencegahan Karhutla Riau Terus Diperkuat

Menanggapi laporan tersebut, Prabowo meminta jajaran terkait segera membangun sumur bor di sekitar lokasi hotspotdengan kedalaman sekitar 30 hingga 50 meter untuk mencegah munculnya titik api baru.

"Ya, tolong masuk ke titik hotspot itu. Segera saja masuk ambil tindakan. Di tempat-tempat itu bisa dibikin (sumur) bor air," ujarnya.

Menurut Prabowo, keberadaan sumur bor menjadi salah satu langkah penting dalam pencegahan dan penanganan karhutla karena dapat menyediakan sumber air di wilayah rawan kebakaran, terutama lahan gambut yang cenderung mengering saat musim kemarau.

Sumur bor juga dapat dimanfaatkan untuk membasahi kembali lahan gambut yang kering sehingga mengurangi risiko api merambat dan membesar dari dalam tanah.

Dengan demikian, pembangunan sumur bor di sekitar lokasi yang terdeteksi hotspot diharapkan dapat mempercepat penanganan sebelum titik panas berkembang menjadi kebakaran.

Baca juga : Prabowo Beri Peringatan Keras: Korporasi Bakar Lahan, Izin Dicabut

Selain pembangunan infrastruktur pencegahan, Prabowo menginstruksikan aparat setempat mencegah praktik pembakaran hutan dan lahan secara sengaja dengan alasan apa pun.

Larangan tersebut berlaku bagi masyarakat maupun pihak lain, termasuk oknum instansi dan perusahaan yang terbukti atau terindikasi melakukan pembakaran.

Prabowo juga meminta pemerintah daerah proaktif memberikan edukasi kepada masyarakat di tingkat desa mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar.

Namun, apabila masyarakat membutuhkan pembukaan lahan untuk keperluan tertentu, pemerintah diminta menyediakan mekanisme yang dapat membantu sekaligus mengawasi proses tersebut.

"Kasih penjelasan, edukasi ke semua unsur, di semua desa. Kasih penjelasan bahwa membakar lahan dilarang keras. Kalau mereka butuh untuk buka lahan, mereka buat laporan ke kepala desa, camat, bupati, nanti pemerintah yang akan bantu mereka," kata Prabowo.

Baca juga : Atasi Karhutla Kalimantan, Wamen LH Minta Swasta Bangun Sekat Kanal

Presiden juga menegaskan korporasi yang mencoba mengorganisasi petani atau masyarakat desa untuk melakukan pembakaran hutan dan lahan akan ditindak tegas.

Ia meminta kepolisian, kejaksaan, dan unsur intelijen menyelidiki setiap indikasi keterlibatan korporasi dalam praktik pembakaran lahan.

"Siapa pun, korporasi apa pun, ada sedikit indikasi mereka ikut, menyuruh membakar-bakar, kita cabut izinnya. Seluruh izin korporasi itu, kita cabut. Saya tidak main-main," tegas Prabowo.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.