Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ericsson: Langganan 5G Global Tembus 3,1 Miliar pada Kuartal I-2026
Selasa, 23 Juni 2026 19:32 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Langganan jaringan 5G secara global telah melampaui 3 miliar pada kuartal I-2026, didorong penambahan sekitar 162 juta pelanggan baru sepanjang periode tersebut. Pertumbuhan itu juga diikuti meningkatnya adopsi layanan berbasis 5G Standalone (5G SA) serta perubahan pola penggunaan data yang menunjukkan trafik uplink tumbuh lebih cepat dibandingkan downlink.
Berdasarkan Ericsson Mobility Report (EMR) Juni 2026, total langganan 5G dunia mencapai 3,1 miliar pada kuartal I-2026 dan diproyeksikan meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 6,4 miliar pada akhir 2031.
Laporan tersebut mencatat sekitar 390 operator telekomunikasi telah meluncurkan layanan 5G secara komersial. Dari jumlah itu, lebih dari 90 operator telah mengoperasikan jaringan 5G Standalone (5G SA).
Ericsson memperkirakan jaringan 5G akan menangani sekitar 85 persen trafik data seluler global pada 2031, meningkat dari 48 persen pada akhir 2025. Sementara itu, jumlah pelanggan 5G di kawasan Asia Tenggara dan Oseania diproyeksikan mencapai sekitar 670 juta pada 2031.
Chief Technology Officer Ericsson sekaligus penerbit Ericsson Mobility Report Erik Ekudden mengatakan perkembangan kecerdasan buatan (AI) akan mengubah peran jaringan seluler dari sekadar penyedia konektivitas menjadi infrastruktur digital yang mendukung berbagai aplikasi masa depan.
Baca juga : Pramono Targetkan Jakarta Jadi Kota Global Jelang Usia 500 Tahun pada 2027
"Kami melihat jaringan seluler akan mengalami perubahan besar seiring berkembangnya penggunaan AI, dari model yang terpusat di data center menjadi lebih terdistribusi di berbagai perangkat, kendaraan, dan lingkungan yang saling terhubung melalui 5G," ujar Erik.
Menurut dia, peningkatan layanan komersial berbasis 5G Standalone network slicing menunjukkan semakin luasnya implementasi teknologi tersebut oleh operator telekomunikasi.
EMR juga mencatat jumlah layanan komersial berbasis 5G SA network slicing meningkat dari 65 penawaran pada edisi November 2025 menjadi 84 pada laporan Juni 2026. Teknologi ini memungkinkan operator menyediakan kualitas layanan yang berbeda sesuai kebutuhan pelanggan maupun industri.
Presiden Direktur Ericsson Indonesia Nora Wahby menilai transformasi berbasis AI akan sangat bergantung pada infrastruktur jaringan yang dibangun saat ini.
"5G perlu dipandang sebagai infrastruktur nasional yang strategis, yang didukung oleh kebijakan jangka panjang, koordinasi lintas sektor, serta standar keamanan berkelas dunia," katanya.
Baca juga : Top, Jerman Tembus 32 Besar Piala Dunia 2026
Sementara itu, Head of Government and Industry Relations Ericsson Indonesia Ronni Nurmal mengatakan Indonesia memerlukan ekosistem pemasok yang sehat dan ketersediaan spektrum yang memadai untuk mempercepat transformasi digital nasional.
Ia menambahkan, Ericsson akan terus mendukung pengembangan ekosistem 5G melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mewujudkan visi Indonesia Digital 2045.
Selain itu, laporan tersebut menunjukkan layanan fixed wireless access (FWA) berbasis 5G semakin banyak dimanfaatkan operator sebagai strategi meningkatkan pendapatan. Teknologi ini dinilai berpotensi memperluas akses broadband, terutama di wilayah yang belum terjangkau jaringan fiber secara optimal.
Di Asia Tenggara, adopsi FWA masih relatif terbatas, namun dinilai memiliki prospek jangka panjang yang besar. Ericsson menilai Indonesia memiliki peluang mengembangkan 5G FWA mengingat karakteristik geografis kepulauan yang serupa dengan Filipina, yang telah memanfaatkan teknologi tersebut untuk memperluas konektivitas.
Laporan itu juga mengungkap perubahan pola penggunaan data seluler. Berdasarkan pengukuran Ericsson terhadap 55 penyedia layanan, sebanyak 43 operator mencatat pertumbuhan trafik uplink lebih tinggi dibandingkan downlink, sementara 17 operator mencatat pertumbuhan uplink lebih dari 1,5 kali lipat dibandingkan downlink.
Baca juga : Tekuk Korsel, Meksiko Tembus 32 Besar Piala Dunia 2026
Peningkatan tersebut didorong oleh semakin tingginya penggunaan aplikasi komunikasi dan kolaborasi, konten buatan pengguna (user-generated content), serta layanan penyimpanan berbasis cloud.
Ericsson memperkirakan tambahan trafik dari aplikasi AI dapat mendorong trafik uplink meningkat hingga tiga kali lipat atau lebih pada 2031 dibandingkan 2025.
Di sisi lain, industri telekomunikasi juga mulai mempersiapkan pengembangan teknologi 6G. Ericsson memperkirakan spesifikasi awal 6G akan rampung pada akhir 2028 atau awal 2029, dengan layanan komersial pertama mulai hadir sekitar 2030.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya