Dark/Light Mode

Jasaraharja Putera Perkuat Mitigasi Risiko untuk Pulihkan Desa Adat Sade

Jumat, 28 Agustus 2026 17:55 WIB
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (kanan) bersama pemangku kepentingan meninjau Desa Adat Sade, Lombok Tengah, NTB, yang terdampak kebakaran, Jumat (28/8/2026). Dok. Jasaraharja Putera
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (kanan) bersama pemangku kepentingan meninjau Desa Adat Sade, Lombok Tengah, NTB, yang terdampak kebakaran, Jumat (28/8/2026). Dok. Jasaraharja Putera

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Jasaraharja Putera mendorong penguatan pengelolaan risiko dalam upaya memulihkan kawasan Desa Adat Sade, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang terdampak kebakaran pada 22 Agustus 2026.

Komitmen tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi penanganan pascakebakaran yang digelar di Politeknik Pariwisata Lombok, Jumat (28/8/2026). Rapat dipimpin Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta mitra strategis.

Sebelum rapat berlangsung, para pemangku kepentingan meninjau langsung kondisi Desa Adat Sade. Peninjauan dilakukan untuk melihat dampak kebakaran sekaligus mengidentifikasi kebutuhan masyarakat terdampak.

Hasil peninjauan tersebut kemudian menjadi bahan pembahasan dalam merumuskan langkah penanganan dan pemulihan kawasan Desa Adat Sade.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan pemulihan Desa Adat Sade membutuhkan langkah jangka menengah dan panjang yang terencana.

Baca juga : Menko Muhaimin: Perlindungan Asuransi PMI Tak Boleh Setengah-Setengah

“Pemulihan Desa Adat Sade perlu dilakukan secara terarah dan berkelanjutan agar masyarakat dapat kembali aktif bekerja dan anak-anak kembali sekolah,” ujar Widiyanti.

Menurut Widiyanti, pemerintah telah menyiapkan tim kerja untuk mendata masyarakat yang terdampak kebakaran. Tim tersebut juga bertugas mengoordinasikan berbagai dukungan yang dibutuhkan, termasuk penampungan donasi.

Ia menekankan pentingnya keterlibatan sektor swasta dan berbagai pemangku kepentingan dalam proses pemulihan.

Pembangunan kembali rumah adat, kata Widiyanti, perlu memperhatikan teknologi dan aspek keselamatan. Dengan demikian, Desa Adat Sade tidak hanya kembali pulih, tetapi juga dapat menjadi contoh desa adat yang lebih tangguh dalam menghadapi bencana.

Dalam forum tersebut, PT Jasaraharja Putera menyampaikan pandangan dari sisi pengelolaan risiko dan perlindungan. Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan mendukung terciptanya destinasi wisata yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Baca juga : Jasaraharja Putera Salurkan Bantuan Rp100 Juta untuk Korban Gempa NTT

Direktur Utama PT Jasaraharja Putera Abdul Haris menyampaikan keprihatinan atas kebakaran yang menimpa Desa Adat Sade serta dampaknya terhadap masyarakat.

“Kami memandang pengelolaan risiko sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun destinasi pariwisata yang aman dan berkelanjutan,” ujar Abdul Haris.

Menurut Abdul Haris, pengelolaan risiko perlu menjadi bagian dari proses pemulihan kawasan. Evaluasi terhadap potensi risiko dan langkah mitigasi dinilai penting agar masyarakat maupun wisatawan mendapatkan perlindungan yang lebih baik.

PT Jasaraharja Putera, kata dia, berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan pemahaman serta pengelolaan risiko.

“Kami berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam penguatan pemahaman dan pengelolaan risiko, sehingga pelindungan bagi masyarakat maupun wisatawan dapat semakin optimal. Hal ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus Melayani Sepenuh Hati,” katanya.

Baca juga : Senator Mirah Bantu Warga Desa Adat Sade Terdampak Kebakaran

Rapat koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama lintas sektor dalam memulihkan Desa Adat Sade. Penanganan pascakebakaran dinilai tidak cukup hanya dengan membangun kembali fasilitas dan rumah yang terdampak.

Pemulihan juga perlu dibarengi evaluasi terhadap sistem keselamatan dan penguatan mitigasi risiko. Langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi potensi kejadian serupa sekaligus memastikan kawasan wisata dapat kembali beraktivitas secara aman dan berkelanjutan.

Dengan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya, pemulihan Desa Adat Sade diharapkan tidak hanya mengembalikan aktivitas masyarakat seperti sebelumnya, tetapi juga membangun kawasan yang lebih siap menghadapi risiko bencana di masa mendatang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.