Dark/Light Mode

Likuiditas dan Permodalan Kokoh, BRI Perkuat Kontribusi Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 7 September 2026 12:30 WIB
Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi. (Foto: Dok. BRi)
Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi. (Foto: Dok. BRi)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatatkan kinerja positif hingga Triwulan II 2026.

Kondisi tersebut tercermin dari likuiditas yang memadai, struktur pendanaan yang semakin berkualitas, serta permodalan yang kokoh.

Fundamental tersebut pun menjadi landasan bagi BRI untuk melanjutkan pertumbuhan bisnis secara sehat sekaligus menjalankan fungsi intermediasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal tersebut disampaikan Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan II 2026 di Kantor Pusat BRI, Jakarta.

Achmad Royadi mengungkapkan bahwa kondisi likuiditas BRI tetap terjaga pada level yang memadai. Tercatat, Loan to Deposit Ratio (LDR) konsolidasi entitas bank sebesar 90,8 persen, yang masih berada pada level ideal dalam menjalankan fungsi intermediasi.

Baca juga : Melek Finansial Sejak Dini, BRI Bekali Anak Muda 3 Mindset Penting!

Sementara dari sisi permodalan, Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI pada Triwulan II 2026 tercatat sebesar 21,5 persen.

“Dengan likuiditas yang terkelola dengan baik dan permodalan yang tetap kuat, BRI memiliki fondasi yang memadai untuk melanjutkan pertumbuhan secara sehat dan berkelanjutan, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, kualitas aset, likuiditas, dan profitabilitas,” ujar Achmad Royadi dalam keterangannya, Senin (7/9/2026). 

Kondisi likuiditas BRI turut ditopang oleh struktur pendanaan yang semakin berkualitas. Hingga akhir Triwulan II 2026, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI mencapai Rp1.581 triliun atau tumbuh 6,7 persen secara year-on-year (yoy).

Pertumbuhan tersebut diiringi dengan peningkatan komposisi dana murah, tercermin dari rasio CASA yang meningkat dari 65,5 persen menjadi 67,6 persen.

Likuiditas yang terjaga dan struktur pendanaan yang semakin berkualitas memberikan ruang bagi BRI untuk menjalankan fungsi intermediasi secara optimal.

Baca juga : BRI Raih Niaga Werdhitama dari Kementerian Perdagangan Dorong UMKM Go Global

Di sisi lain, permodalan yang kuat memberikan kapasitas bagi Perseroan untuk mendukung ekspansi bisnis dengan tetap menjaga ketahanan terhadap risiko. Di tengah pertumbuhan tersebut, BRI tetap mengedepankan kualitas penyaluran kredit dan pengelolaan risiko secara disiplin.

Hal ini tercermin dari kualitas aset yang terus membaik, dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) turun dari 3,07 persen pada 2025 menjadi 2,9% pada Triwulan II 2026.

Tren tersebut sejalan dengan strategi pengelolaan risiko BRI melalui penerapan selective growth, penguatan early warning system pada segmen ritel, serta optimalisasi fungsi collection dan recovery.

Kinerja positif juga terlihat pada indikator risiko kredit yang terus membaik. Rasio Loan at Risk (LaR) turun dari 9,6 persen pada akhir 2025 menjadi 9,1 persen pada akhir Triwulan II 2026.

Penurunan tersebut mencerminkan kualitas booking kredit baru yang semakin baik. Sejalan dengan itu, Cost of Credit (CoC) turun dari 3,4 persen pada akhir 2025 menjadi 3,1 persen pada akhir Triwulan II 2026.

Baca juga : BRI & Serikat Pekerja BRI Tandatangani PKB Perkuat Industrial Berkelanjutan

Fundamental yang terjaga tersebut turut menopang penguatan kinerja BRI sepanjang Triwulan II 2026. Total aset BRI mencapai Rp2.352 triliun atau tumbuh 11,7 persen secara year on year (yoy), terutama ditopang oleh akselerasi kredit yang tumbuh 16,2 persen menjadi Rp1.646 triliun.

Kombinasi pertumbuhan bisnis dan perbaikan fundamental tersebut turut mendorong laba bersih BRI mencapai Rp31,2 triliun atau tumbuh 17,5 persen yoy.

Kekuatan fundamental tersebut memberikan ruang bagi BRI untuk terus menjalankan fungsi intermediasi, terutama pada segmen UMKM yang menjadi core business  Perseroan.

Fokus pada UMKM tidak hanya menjadi bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan, tetapi juga berjalan beriringan dengan dukungan BRI terhadap berbagai agenda prioritas pemerintah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.