Dark/Light Mode

Bersama BRI, Usaha Mikro Rawat Resep Terasi Kumbe Merauke Raih Pasar Lebih Luas

Minggu, 30 Agustus 2026 10:42 WIB
Pengusaha terasi kumbe. (Foto: Dok. BRI)
Pengusaha terasi kumbe. (Foto: Dok. BRI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menjaga tradisi kuliner lokal sekaligus menopang ekonomi keluarga bukanlah perjalanan yang mudah, terutama ketika usaha sangat bergantung pada kondisi alam dan ketersediaan bahan baku.

Namun, hal tersebut terus dijalani Sugi Wahyuni, pemilik usaha mikro Olahan Terasi Kumbe asal Kampung Kumbe, Distrik Malind, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Berangkat dari usaha warisan yang terus dipertahankan, Sugi berupaya menjaga cita rasa khas Terasi Kumbe sekaligus memastikan usahanya tetap berkembang dan memberikan manfaat bagi keluarga.

Dalam perjalanan tersebut, BRI hadir melalui dukungan permodalan yang membantu menjaga keberlangsungan usaha sekaligus memperkuat kapasitas bisnisnya.

Sugi bercerita, usaha Terasi Kumbe ini merupakan warisan turun-temurun yang dirintis oleh bapak mertuanya sejak tahun 1992.

Kini, dari seluruh anggota keluarga besar, Sugi dan keluarganyalah yang memegang tongkat estafet untuk terus memproduksi kuliner khas Merauke ini. Kekuatan utama Terasi Kumbe terletak pada komitmennya terhadap keaslian bahan baku.

Baca juga : Program Klaster Hidupku BRI Dorong Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

"Terasi asli Kumbe itu tidak ada bahan campuran lain. Cuma udang rebon, udang halus, sama garam saja," kata Sugi.

Tanpa bahan pewarna maupun pengawet buatan, produk ini sepenuhnya mengandalkan garam sebagai pengawet alami.

Cita rasa yang murni dan alami inilah yang membuat Terasi Kumbe dicintai pelanggan. Produknya kini tidak hanya berputar di Merauke, tetapi juga kerap dibawa oleh pelanggan hingga ke Tanah Merah, Boven, Makassar, bahkan ke Pulau Jawa.

Meski demikian, Sugi menyebut bahwa memproduksi terasi alami memiliki tantangan tersendiri. Berbeda dengan bahan baku industri seperti tepung yang selalu tersedia di toko, udang rebon sangat bergantung pada musim dan kondisi alam.

Dalam setahun, udang rebon hanya keluar beberapa kali dan dalam hitungan minggu. Oleh karena itu, Sugi harus bergerak cepat memanfaatkan momen musiman tersebut dengan membeli udang rebon dalam jumlah besar sebagai stok.

Dengan tantangan dinamis tersebut, peran nyata BRI mulai dirasakan sejak tahun 2017.

Baca juga : Setia Pearl "Mutiara" Tembus Pasar Global Berkat Pelatihan Ekspor BRI Peduli

Pertemuan Sugi dengan Mbak Aida, seorang Mantri BRI, menjadi titik balik penting dirinya mendapatkan akses permodalan yang sangat dibutuhkannya untuk mengamankan stok bahan baku saat musim udang tiba. "Alhamdulillah bisa berjalan baik. Ibaratnya kan sudah ditolong," kata Sugi.

Tidak hanya membantu kelancaran operasional harian, dukungan pembiayaan dari BRI juga membantu Sugi memperkuat ketahanan usahanya melalui penambahan aset produktif.

Sebagian pinjaman dimanfaatkan untuk membeli sebidang tanah yang telah ditanami sirih agar aset tersebut tetap dapat mendukung keberlanjutan usaha ke depan.

Penguatan usaha Sugi kemudian tidak berhenti pada aspek permodalan. Melalui pendekatan klaster usaha, BRI juga mendorong terbentuknya ekosistem yang mempertemukan pelaku usaha dengan kebutuhan, potensi, dan peluang pengembangan yang lebih luas.

Pendekatan ini membantu usaha seperti Terasi Kumbe untuk tumbuh tidak hanya secara individual, tetapi juga bersama komunitas usaha di sekitarnya.

Hubungan antara Sugi Wahyuni dan BRI terjalin sangat baik dan penuh keterbukaan. Sugi menceritakan bagaimana Mantri BRI senantiasa mendampingi dengan respons yang cepat dan pelayanan yang baik, serta menawarkan tambahan modal ketika melihat potensi usahanya berjalan dengan baik.

Baca juga : BRILink Agen di Jabar Sukses Perluas Perlindungan Sosial 7 Ribu Pekerja Informal

Kemitraan yang didasarkan pada rasa saling percaya ini membuat Sugi merasa terbantu dalam mengembangkan usahanya secara bertahap dan bertanggung jawab.

Berkat ketekunan menjaga kualitas rasa alami Terasi Kumbe, reputasi Sugi Wahyuni pun kian diakui oleh pemerintah daerah. Atas rekomendasi Dinas Perikanan, ia diundang menjadi narasumber untuk melatih masyarakat di daerah terpencil seperti Tabonji dalam pembuatan terasi berkualitas.

"Saya tidak pernah merasa menggurui. Bagi saya, seandainya saya bisa bermanfaat ya akan saya lakukan. Seperti BRI membantu saya, ya saya akan memberikan dukungan ke sesama pelaku usaha, selama itu memang benar bermanfaat," pungkas dia.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, bahwa BRI terus mendorong penguatan UMKM agar mampu tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan dampak yang semakin luas bagi masyarakat.

“BRI percaya bahwa UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi Indonesia," ujar Dhanny dalam keterangannya, Minggu (30/8/2026).

Dhanny menambahkan, BRI terus mendorong agar pelaku usaha tidak hanya mampu bertahan dan berkembang, tetapi juga memiliki kapasitas untuk menciptakan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan dan komunitas di sekitarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.