Dark/Light Mode

Batuk Anak Krakatau Mereda, Aktivitas Bandara Sudah Normal Lagi

Rabu, 9 September 2026 07:40 WIB
Penumpang pesawat antre check in di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (8/9/2026). Bandara Soekarno-Hatta kembali dibuka setelah ditutup selama dua hari karena adanya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Foto: Antara Foto)
Penumpang pesawat antre check in di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (8/9/2026). Bandara Soekarno-Hatta kembali dibuka setelah ditutup selama dua hari karena adanya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Foto: Antara Foto)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah “batuk-batuk” selama beberapa hari, Gunung Anak Krakatau mulai tenang. Aktivitas bandara yang sempat ditutup, kini normal lagi.

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Anak Krakatau masih erupsi pada Selasa (8/9/2026). Hingga pukul 11.34 WIB, tercatat empat kali erupsi.

Erupsi pertama terjadi pukul 05.08 WIB dengan amplitudo maksimum 47 milimeter dan durasi 15 detik. Kemudian erupsi kedua terjadi pukul 05.34 WIB dengan amplitudo maksimum 44 milimeter dan durasi 10 detik. Erupsi ketiga berlangsung pukul 07.49 WIB dengan amplitudo maksimum 48 milimeter dan durasi 19 detik.

Teranyar, erupsi keempat terjadi pukul 11.34 WIB. Erupsi terekam di seismograf dengan durasi 17 detik dan amplitudo maksimum sekitar 50 milimeter. “Terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau pada hari Selasa, 8 September 2026, pukul 11.34 WIB,” demikian laporan PVMBG.

Baca juga : Perintah Presiden: Bantuan Beras 10 Kg Lanjut Sampai Desember

Meski erupsi masih terjadi, Badan Geologi Kementerian ESDM menyatakan fase erupsi menerus Gunung Anak Krakatau telah berakhir.

Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan, fase erupsi menerus yang berlangsung sejak 4 September 2026 mulai mereda pada 6 September 2026 pukul 00.04 WIB.

“Sekarang sudah kembali kepada fase sesuai karakter Gunung Anak Krakatau, yaitu fase Strombolian. Erupsi terjadi dengan amplitudo yang tidak terlalu luas, tidak terlalu panjang, dan durasi letusannya hanya beberapa detik,” kata Lana di Kantor Badan Geologi, Bandung, Jawa Barat, Selasa (8/9/2026).

Berdasarkan pemantauan seismik, penurunan getaran vulkanik telah terekam secara konsisten sejak 5 September. Namun, instrumen masih mendeteksi aktivitas vulkanik berskala rendah akibat pergerakan fluida magma di dalam tubuh gunung api.

Baca juga : Pakai Nama Orang Lain, Anggota DPRD Bengkulu Diduga Terima Mobil Mercy

Pada pengamatan 8 September, Badan Geologi mencatat sejumlah letusan kecil dengan durasi singkat. Sebaran material dan abu vulkanik juga terpantau hanya terkonsentrasi di sekitar lereng dan tubuh kawah.

Lana menegaskan, kondisi Gunung Anak Krakatau saat ini berbeda dengan erupsi pada Desember 2018 yang memicu tsunami akibat runtuhnya sebagian tubuh gunung ke laut. “Saat ini, analisis data deformasi menunjukkan tidak adanya pergeseran dinding kawah yang berpotensi memicu longsoran lereng ke perairan,” tutur Lana.

Meski aktivitas vulkanik mulai melandai, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati kawah aktif maupun melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah.

Berakhirnya fase erupsi membuat aktivitas penerbangan di delapan bandara yang sebelumnya terdampak sebaran abu vulkanik, kembali normal. BMKG mengonfirmasi pembukaan kembali delapan bandara setelah hasil pengujian paper test menunjukkan tidak adanya paparan abu vulkanik.

Baca juga : Amien Widodo: Rumit, Karena Punya Bagian Berbeda-beda

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, pengujian dilakukan secara berkala di sejumlah titik untuk melengkapi pemantauan citra satelit dan data meteorologi penerbangan. “Hasil pengamatan paper test per pukul 06.00 WIB menyatakan delapan bandara yang sebelumnya ditutup operasionalnya dinyatakan negatif dari paparan abu vulkanik. BMKG tetap memantau pergerakan abu secara real-time agar seluruh penerbangan berjalan aman,” jelas Faisal dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.