Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Kemitraan Sawit Rakyat Jadi Penopang B50, PalmCo Raih Apresiasi
Minggu, 13 September 2026 19:09 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Penguatan kemitraan dengan pekebun rakyat menjadi salah satu langkah PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo dalam menjaga pasokan bahan baku sawit di tengah rencana peningkatan pemanfaatan biodiesel nasional.
Melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan pendampingan pekebun, PalmCo mendorong peningkatan produktivitas kebun sekaligus memperkuat keberlanjutan industri sawit.
PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, subholding perkebunan PTPN III (Persero), mengembangkan sejumlah pola kemitraan dengan pekebun rakyat untuk mendukung upaya tersebut.
Kinerja kemitraan PalmCo mendapat apresiasi di dua daerah pada akhir Agustus 2026. PTPN IV Regional III di Riau meraih penghargaan Sustainable Partnership for Smallholder Empowerment dalam Tribun Pekanbaru Awards 2026.
Sementara itu, PTPN IV Regional V di Kalimantan Barat memperoleh penghargaan sebagai Pelopor Akselerasi Program Peremajaan Sawit Rakyat pada Tribun Pontianak Award 2026.
Baca juga : Djarum Foundation Raih Sports Industry of The Year 2026 dari Kemenpora
Penghargaan tersebut diberikan di tengah upaya pemerintah mendorong pengembangan biodiesel, termasuk inisiatif B50 yang akan meningkatkan kebutuhan bahan baku minyak sawit di dalam negeri.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa mengatakan, peningkatan kebutuhan sawit untuk energi perlu diikuti dengan peningkatan produktivitas kebun rakyat.
Dengan demikian, tambahan kebutuhan bahan baku biodiesel tidak menimbulkan tekanan terhadap pasokan untuk kebutuhan pangan dan industri lainnya.
Menurut Jatmiko, penerapan campuran biodiesel sebesar 50 persen diproyeksikan meningkatkan penyerapan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) domestik di sektor energi sekitar 1 juta-2 juta ton per tahun.
"Petani sawit adalah pilar utama industri ini. Sekitar 30 persen pasokan bahan baku pengolahan industri di PalmCo berasal langsung dari hasil kebun petani rakyat," kata Jatmiko di Jakarta.
Baca juga : Brantas Abipraya Sabet 4 Penghargaan TOP GRC Awards 2026
Ia mengatakan, peningkatan produktivitas kebun rakyat menjadi salah satu pilihan untuk memenuhi kebutuhan energi sekaligus menjaga ketersediaan bahan baku bagi kebutuhan pangan.
Pendekatan tersebut juga dinilai dapat mengurangi tekanan untuk membuka lahan baru.
Dalam program kemitraannya, PalmCo menerapkan sejumlah skema pendampingan kepada pekebun.
Program tersebut mencakup pengelolaan kebun bersama atau single management, penyediaan bibit unggul bersertifikat, kemitraan pembelian hasil panen, serta penguatan kelembagaan koperasi tani.
"Melalui pola tersebut, pekebun didorong memperbaiki praktik budidaya dan pengelolaan kebun," ungkap Jatmiko.
Baca juga : BAZNAS Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026
Upaya tersebut juga ditunjukkan perusahaan melalui pendampingan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) bagi petani mitra. Pendampingan tidak berhenti pada tahap budidaya.
Dalam skema kemitraan, perusahaan juga berperan sebagai pembeli siaga atau offtaker hasil panen petani. Serapan tandan buah segar (TBS) dilakukan dengan mengacu pada mekanisme dan harga yang ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya