Dark/Light Mode

Streamlining BUMN Dinilai Jadi Prestasi Fundamental Pemerintah

Senin, 21 September 2026 17:26 WIB
Ekonom Senior Prasasti Center Piter Abdullah. Dok. Prasasti
Ekonom Senior Prasasti Center Piter Abdullah. Dok. Prasasti

RM.id  Rakyat Merdeka - Langkah pemerintah dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) melakukan streamlining Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinilai menjadi bagian penting dalam memperbaiki efisiensi dan profesionalisme perusahaan negara.

Ekonom Senior Prasasti Center Piter Abdullah mengatakan streamlining juga diperlukan untuk meningkatkan daya saing BUMN. Menurutnya, pembenahan struktur perusahaan negara sudah seharusnya dilakukan agar BUMN dapat bekerja lebih efisien.

“Saya kira itu sebuah upaya yang bagus dan memang sudah seharusnya dalam rangka untuk kita meningkatkan daya saing, meningkatkan efisiensi dari BUMN kita,” kata Piter di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Piter mengatakan, selama ini BUMN masih menghadapi persoalan karena jumlah dan ruang lingkup usahanya terlalu besar. Kondisi tersebut juga membuat ruang bagi sektor swasta menjadi lebih terbatas.

Menurut dia, pada masa lalu BUMN berkembang dari hulu hingga hilir. Perusahaan negara juga masuk ke berbagai bidang usaha yang tidak selalu sesuai dengan keahlian maupun bisnis inti perusahaan.

Baca juga : Pupuk Indonesia Naik ke Peringkat 14 Fortune Indonesia 100 Tahun 2026

Kondisi tersebut kemudian melahirkan struktur anak dan cucu perusahaan. Sejumlah perusahaan bahkan bergerak di bidang usaha yang jauh dari bisnis utama perusahaan induknya.

“Misalnya ada BUMN yang anak-anak cucu-cucunya itu bergerak di bidang yang sama sekali jauh dari nenek-neneknya itu. Bahkan misalnya untuk persewaan mobil saja si BUMN menciptakan anak cucunya. Nah ini kan menghabisi dari sisi kesempatan private,” ucap dia.

Piter menilai struktur tersebut tidak hanya mengurangi kesempatan sektor swasta. Kondisi itu juga dapat menghambat pembentukan daya saing BUMN.

Menurut dia, hubungan bisnis yang terlalu banyak terjadi di antara perusahaan dalam satu kelompok membuat BUMN tidak terbiasa menghadapi persaingan secara terbuka.

“Dengan demikian itu BUMN itu sendiri tidak terbangun untuk meningkatkan daya saingnya mereka. Sudah terbiasa dimanjakan oleh hubungan-hubungan antara anak cucu tadi,” ungkap Piter.

Baca juga : Kinerja Menurun, INKA Gaspol Turnaround

Dampaknya, kata Piter, dapat terlihat ketika perusahaan Indonesia harus bersaing di pasar internasional. Dia menilai hanya sedikit perusahaan Indonesia yang memiliki kiprah kuat di pasar global.

Selain efisiensi dan daya saing, Piter menilai streamlining dapat mengurangi potensi penyalahgunaan hubungan antarbadan usaha. Menurut dia, hubungan antar-BUMN yang tidak didasarkan pada meritokrasi dan kemampuan dapat membuka ruang bagi moral hazard.

“Hubungan yang dibangun dengan pola yang tidak didasarkan kepada meritokrasi, kemampuan, daya saing itu kecendungannya sering bisa terjadi moral hazard atau bahkan terjadi hal-hal yang merugikan bagi BUMN itu sendiri,” sambung Piter.

Piter juga menilai streamlining dapat mempersempit celah praktik politik balas budi dalam penempatan orang di perusahaan negara. Namun, hal tersebut harus diikuti dengan peningkatan profesionalisme dalam pengisian jabatan di BUMN.

“Karena program ini akan menutup celah-celah untuk membuka kesempatan sebanyak-banyaknya untuk politik balas budi. Nah kalau kita konsisten berarti tidak ada tempat untuk politik balas budi,” lanjut Piter.

Baca juga : Media Internasional Puji Transformasi BUMN

Menurut Piter, penempatan orang di BUMN, termasuk pada posisi komisaris dan direksi, harus didasarkan pada kapasitas dan kompetensi. Jabatan tersebut, kata dia, tidak seharusnya diberikan hanya sebagai bentuk balas jasa.

“Streamline itu harus diikuti dengan peningkatan profesionalisme, harus profesional, bukan orang-orang yang hanya sekadar untuk balas budi, ditaruh di BUMN walaupun sebenarnya dia tidak memiliki sama sekali kapasitas, baik itu sebagai komisaris ataupun sebagai direksi,” tambah Piter.

Piter berharap pemerintah dapat menjaga konsistensi dalam menjalankan agenda streamlining BUMN. Menurutnya, keberadaan Danantara dapat menjadi bagian dari upaya mempercepat pembenahan perusahaan negara.

Namun, langkah tersebut harus tetap dibarengi dengan komitmen terhadap profesionalisme. Dengan demikian, streamlining dapat menghasilkan struktur BUMN yang lebih ramping dan efisien.

“Danantara dibentuk untuk meningkatkan profesionalisme kinerja BUMN, yang salah satunya itu dilakukan dengan cara streamlining yang pada akhirnya akan menyebabkan komposisi BUMN itu benar-benar ramping, efisien, punya daya saing,” pungkas Piter.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.