Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- KSP Percepat Jargas Gresik, Target 1 Juta Sambungan Rumah pada 2028
- Polda Banten Dampingi Keluarga Korban Arupadatu Tabur Bunga di Selat Sunda
- Rampung Tahap II, 20 Hari Lagi Eks Jampdisus Febrie Disidangkan
- Kasus Suap HGB, KPK Geledah Kantor PT Summarecon Agung di Jaktim
- 7 Indikator Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Gejolak Global
Keputusan Prabowo Bisa Jadi Pelajaran Pemimpin Negara Lain
Media Internasional Puji Transformasi BUMN
Jumat, 18 September 2026 15:14 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Keputusan Presiden Prabowo Subianto melakukan restrukturisasi besar-besaran terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendapat pujian dari media internasional. Penilaian tersebut disampaikan Profesor Departemen Hubungan Internasional Webster University, Rovshan Ibrahimov, dalam ulasannya yang dimuat The Telegraph, surat kabar terkemuka asal Inggris.
Dalam ulasannya, Ibrahimov menyebut Prabowo berhasil menata BUMN yang kompleks menjadi lebih sederhana, sekaligus mengoptimalkan aset negara untuk pembangunan. Dia pun menilai, langkah Presiden Prabowo dapat menjadi pelajaran bagi para pemimpin politik di negara lain, khususnya negara-negara Barat.
Tulisan Ibrahimov tersebut berjudul “Indonesia’s ‘Prabowonomics’ is shaming the West’s approach to reform”. Diunggah di situs resmi The Telegraph pada Kamis (17/9/2026).
Dalam ulasannya, Ibrahimov mengulas kebijakan ekonomi Presiden Prabowo, khususnya pembentukan Danantara Indonesia. Dia menilai restrukturisasi BUMN menunjukkan keberanian Prabowo dalam menata struktur dan berbagai kepentingan yang telah lama mengakar.
“Untuk mencabut struktur yang telah berakar kuat, diperlukan tangan yang cukup tegas,” tulis Ibrahimov, seperti dikutip dari The Telegraph, Jumat (18/9/2026).
Menurut Ibrahimov, restrukturisasi terhadap struktur BUMN yang telah berkembang selama puluhan tahun bukan pekerjaan mudah. Diperlukan keberanian untuk menghadapi berbagai kepentingan yang telah mengakar di dalam struktur tersebut.
Baca juga : Dipuji Prabowo, Pramono Serahkan Penilaian Ke Publik
Ia kemudian membandingkan langkah Prabowo dengan kondisi politik di sejumlah negara Barat, termasuk Inggris dan Amerika Serikat. Menurutnya, pemerintah di negara-negara tersebut selama bertahun-tahun menghadapi kesulitan ketika harus memangkas struktur negara atau mengambil keputusan yang berpotensi menimbulkan resistensi.
Dalam analisisnya, Ibrahimov menyoroti skala restrukturisasi BUMN Indonesia yang berada di bawah Danantara. Prabowo sebelumnya memperkirakan terdapat sekitar 300 hingga 400 entitas. Namun, setelah dilakukan pemetaan, jumlahnya ternyata mencapai 1.074 entitas.
Struktur tersebut berkembang melalui pembentukan anak perusahaan hingga berbagai entitas turunan. Kondisi ini membuat lapisan organisasi semakin kompleks.
Ibrahimov menilai, kompleksitas tersebut berpotensi memperlemah akuntabilitas, menciptakan fungsi yang tumpang tindih, serta meningkatkan potensi pemborosan.
Hingga Agustus 2026, Danantara disebut telah menghapus 290 entitas melalui merger, likuidasi, dan divestasi. Sementara itu, target yang ditetapkan Prabowo adalah melakukan restrukturisasi terhadap 300 entitas hingga akhir tahun.
Ibrahimov juga membahas kritik terhadap Danantara yang dinilai memiliki kekuasaan ekonomi sangat besar dan berada di bawah pertanggungjawaban Presiden. Selain itu, mandat Danantara dinilai lebih luas dibandingkan model sovereign wealth fund konvensional yang umumnya berorientasi pada investasi dan keuntungan finansial jangka panjang.
Baca juga : Pak Dadan Timses, Saya Yang Serahkan Ke Kejaksaan
Namun, Ibrahimov melihat mandat tersebut dalam konteks strategi pembangunan ekonomi Indonesia. Danantara tidak hanya diarahkan mengelola investasi, tetapi juga menggunakan dividen dan aset BUMN untuk mendukung prioritas pembangunan nasional. Salah satu agenda yang disorot adalah peningkatan pengolahan bahan mentah di dalam negeri. Kebijakan tersebut diharapkan menciptakan nilai tambah sekaligus membuka lapangan pekerjaan.
“Dan mungkin di sinilah letak inti Prabowonomics: Presiden meyakini bahwa kekayaan nasional Indonesia harus digunakan secara lebih terarah demi kemakmuran rakyatnya,” ujar Ibrahimov.
Ia kemudian membandingkan pendekatan tersebut dengan pengalaman sejumlah negara Asia, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan. Negara-negara tersebut pernah mengorganisasikan modal serta kebijakan negara untuk mendukung pembangunan industri ketika berada dalam fase pertumbuhan pesat.
Ibrahimov secara khusus menyinggung pengalaman Korea Selatan di bawah Presiden Park Chung-hee. Menurutnya, negara tersebut menggunakan rencana pembangunan ekonomi serta dukungan negara untuk mendorong perusahaan-perusahaan yang kemudian berkembang menjadi konglomerasi besar atau chaebol.
Pengalaman tersebut, menurut Ibrahimov, menunjukkan bahwa peran negara dalam mengorganisasikan modal dan mengarahkan investasi dapat menjadi bagian dari strategi industrialisasi.
Karena itu, ia menilai mandat Danantara yang luas tidak serta-merta dapat dipandang sebagai penyimpangan dari fungsi sovereign wealth fund.
Baca juga : MIND ID Pacu Hilirisasi Jadi Rantai Industri Nasional
“Keberhasilan tidak mungkin diraih tanpa risiko ataupun pilihan-pilihan yang sulit,” kata Ibrahimov.
Ia menyebut inti dari “Prabowonomics” adalah keyakinan bahwa kekayaan nasional harus digunakan secara lebih terarah untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat.
Dalam konteks tersebut, Danantara menjadi instrumen untuk menggerakkan aset negara agar dapat digunakan bagi peningkatan produktivitas rakyat Indonesia.
“Danantara merupakan upaya Prabowo untuk menggerakkan neraca keuangan negara bagi kepentingan mereka yang pada hakikatnya merupakan pemiliknya: rakyat Indonesia,” kata Ibrahimov.
Menurutnya, langkah restrukturisasi BUMN yang dilakukan pemerintahan Prabowo memperlihatkan bahwa perubahan besar membutuhkan keberanian untuk mengambil risiko dan membuat pilihan-pilihan sulit.
Hal itulah yang kemudian dinilai Ibrahimov dapat menjadi pelajaran bagi kepemimpinan politik di negara-negara Barat ketika menghadapi struktur negara yang telah berkembang kompleks dan memiliki kepentingan yang saling terkait.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya