Dark/Light Mode

Kinerja Menurun, INKA Gaspol Turnaround

Minggu, 20 September 2026 06:40 WIB
Kompleks kantor dan workshop produksi PT INKA di Jalan Yos Sudarso, Kota Madiun. (Foto: IG INKA)
Kompleks kantor dan workshop produksi PT INKA di Jalan Yos Sudarso, Kota Madiun. (Foto: IG INKA)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA mempercepat transformasi dan pembenahan menyeluruh setelah mendapat arahan Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN). Langkah ini dilakukan untuk memperbaiki fundamental perusahaan di tengah kondisi ekuitas negatif, unsustain loan Rp 4,7 triliun dan kerugian hingga mencapai Rp 670 miliar.

General Manager Corporate Secretary INKA Bambang Sutrisno mengatakan, arahan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat perbaikan perusahaan, mulai dari proses internal hingga efektivitas pelaksanaan proyek.

Saat ini, fokus perseroan adalah membangun fundamental perusahaan yang lebih sehat, proses bisnis yang semakin efektif.

“Serta kemampuan yang semakin kuat dalam menjalankan dan menyelesaikan setiap proyek,” ujar Bambang dalam keterangan resminya, Kamis (17/9/2026).

Untuk itu, pembenahan dilakukan dengan memperkuat keterkaitan antara perencanaan, pengelolaan kontrak, pelaksanaan proyek, proses produksi hingga penyelesaian pekerjaan kepada pelanggan.

Sejalan dengan itu, INKA juga terus memperbaiki kondisi likuiditas dan struktur keuangan perusahaan.

Disiplin pengelolaan proyek menjadi bagian penting dalam upaya tersebut, terutama dalam pengendalian jadwal, biaya, risiko maupun pemenuhan komitmen kepada pelanggan.

“Setiap proyek harus dikelola secara disiplin sejak awal, baik dari aspek teknis, kontraktual maupun finansial,” tegasnya.

Baca juga : Antisipasi Dampak Kekeringan, Pemprov Didorong Olah Air Laut Jadi Air Tawar

Dengan pengelolaan yang semakin baik, sambung dia, setiap pekerjaan harus mampu memberikan nilai bagi pelanggan sekaligus memperkuat kondisi perusahaan.

Pada saat yang sama, perseroan terus memperkuat proses produksi dan sistem kualitas untuk memastikan sarana yang dihasilkan memenuhi aspek keselamatan, keandalan serta standar yang dipersyaratkan.

Transformasi juga diarahkan untuk menjaga dan mengembangkan kapabilitas industri perkeretaapian nasional, mulai dari kemampuan engineering dan manufaktur, tenaga kerja terampil, teknologi hingga ekosistem industri pendukung.

“Yang ingin kami bangun bukan hanya keberlanjutan perusahaan. Tetapi juga kemampuan industri perkeretaapian Indonesia,” ungkapnya.

Untuk itu, imbuhnya, INKA harus semakin sehat, profesional, berkualitas dan kompetitif dengan melibatkan seluruh stakeholder perkeretaapian.

Butuh Turnaround Serius

Terpisah, Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menilai, kondisi INKA saat ini membutuhkan langkah turnaround (pemulihan) yang serius.

Pasalnya, posisi ekuitas INKA tercatat negatif, unsustain loan mencapai Rp 4,7 triliun, serta kerugian perusahaan hingga Rp 670 miliar.

Menurut Dony, perbaikan INKA juga membutuhkan komitmen bersama dari seluruh jajaran perusahaan dengan mengedepankan tata kelola yang kuat dan benar.

Baca juga : Atletico Madrid Vs Real Madrid, Derby Tensi Tinggi

“Kami ingin melakukan turnaround dan itu hanya bisa dilakukan kalau semua punya komitmen yang sama, ingin membuat perusahaan ini menjadi lebih baik, dengan governance yang benar,” tegas Dony dalam keterangan resminya, Selasa (15/9/2026).

Untuk itu, transformasi INKA akan dilakukan secara menyeluruh dengan membenahi berbagai aspek fundamental perusahaan, yakni mulai dari model bisnis, tata kelola, budaya kerja, kualitas produksi, operasional, teknik, keuangan hingga proses bisnis.

Seluruh aspek tersebut perlu dituangkan dalam grand plan transformasi yang terintegrasi dan menjadi acuan dalam menjalankan proses perbaikan perusahaan.

Ia menekankan, dengan fondasi keuangan yang lebih sehat, tata kelola yang kuat serta pembenahan menyeluruh di setiap pilar bisnis, INKA diharapkan mampu bangkit menjadi perusahaan yang berdaya saing.

“Sekaligus menjadi motor penguatan industri perkeretaapian nasional,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, pengamat transportasi Djoko Setijowarno berpendapat, INKA sudah seharusnya menjadi motor penguatan industri kereta api.

“INKA punya inovasi yang bagus, sejumlah pekerjaan atau proyeknya pun tidak hanya di dalam negeri. Tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan pasar kereta api di negara lain,” puji Djoko kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Namun, kata Djoko, persoalannya terletak pada kesinambungan proyek yang digarap INKA. Pekerjaan atau proyek tersebut hanya berlangsung untuk periode tertentu sehingga turut memengaruhi kinerja keuangan perusahaan.

Baca juga : Formula 1, Australia Ogah Jadi Pembuka Musim 2027

“Artinya, arus kas perusahaan atau uang masuk dan keluar tidak menentu. Kalau ada proyek, maka ada pendapatan. Kalau tidak, ya nihil,” tuturnya.

Karena itu, keberlangsungan proyek atau raihan kontrak harus menjadi fokus perusahaan. Pemerintah juga perlu memberikan dukungan untuk menjaga kesinambungan pekerjaan INKA.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah merealisasikan konsolidasi INKA dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI.

“Konsolidasi kedua perusahaan ini juga dinantikan. Langkah ini bisa membantu kinerja INKA,” katanya.

Selain menjaga kesinambungan proyek, Djoko menilai pengembangan model bisnis juga diperlukan agar INKA memiliki sumber pendapatan lain. Salah satunya melalui proyek pengembangan bus listrik di dalam negeri.

“Jadi, transformasi itu tidak hanya dari tata kelola. INKA punya kemampuan untuk membangun bus listrik,” tandasnya.

Dengan begitu, kinerja perusahaan bisa terus diperbaiki dan tetap berdaya saing ke depannya. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.