Dark/Light Mode

PLN EPI Dorong Bioenergi, Buka Potensi 150 Ribu Lapangan Kerja Hijau

Kamis, 24 September 2026 06:37 WIB
Kiri ke kanan : Moderator Melinda Putri, Board of Mentor IDNextLeader, Aulia Dipta; Koordinator PPI Dunia 2022-2023, Achyar Al Rasyid; Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir; Dosen Teknik Fisika Telkom University, Indra Chandra, dan Ketua Regional IDNextLeader Jawa Barat, Mitha Nur Salsabila dalam acara West Java Leader Fest yang diselenggarakan Yayasan IDNextLeader dan Telkom University di Bandung.
Kiri ke kanan : Moderator Melinda Putri, Board of Mentor IDNextLeader, Aulia Dipta; Koordinator PPI Dunia 2022-2023, Achyar Al Rasyid; Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir; Dosen Teknik Fisika Telkom University, Indra Chandra, dan Ketua Regional IDNextLeader Jawa Barat, Mitha Nur Salsabila dalam acara West Java Leader Fest yang diselenggarakan Yayasan IDNextLeader dan Telkom University di Bandung.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mendorong pengembangan ekosistem bioenergi sebagai bagian dari transisi energi nasional.

Pemanfaatan sekitar 10 juta ton biomassa diperkirakan berpotensi membuka sekitar 150.000 lapangan kerja hijau.

Potensi tersebut disampaikan Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir dalam acara West Java Leader Fest yang diselenggarakan Yayasan IDNextLeader dan Telkom University di Bandung.

Hokkop mengatakan, penciptaan lapangan kerja tersebut tersebar di sepanjang rantai pasok bioenergi, mulai dari penyediaan dan pengumpulan bahan baku, pengolahan, transportasi, hingga pemanfaatannya sebagai bahan bakar pembangkit.

“Green job yang tercipta dari 10 juta ton saja itu bisa mencapai sekitar 150 ribu lapangan kerja hijau baru,” kata Hokkop dalam keterangan tertulisnya, Kamis (24/9/2026).

Menurut dia, pengembangan ekosistem bioenergi memberikan kesempatan bagi masyarakat di berbagai daerah untuk terlibat langsung dalam rantai pasok energi.

Peluang tersebut mencakup petani, koperasi, badan usaha milik desa (BUMDes), pelaku usaha, agregator, hingga penyedia jasa logistik.

Baca juga : Prabowo Fokus Selesaikan Masalah Dasar RI: Pangan, Energi Hingga Lapangan Kerja

Selain menciptakan lapangan kerja, pemanfaatan 10 juta ton biomassa diproyeksikan berkontribusi terhadap pengurangan emisi sekitar 12 juta ton CO2e.

Hokkop menjelaskan, Indonesia memiliki sumber daya biomassa yang besar dan beragam, mulai dari kayu, residu pertanian, sekam padi, hingga berbagai sumber hayati lainnya.

Berdasarkan pemetaan PLN EPI, pemanfaatan biomassa saat ini mencapai sekitar 30,7 juta ton.

Sementara itu, potensi biomassa yang belum termanfaatkan diperkirakan sekitar 60,6 juta ton. Meski demikian, potensi biomassa yang belum termanfaatkan tersebut masih bersifat indikatif.

Pemanfaatannya perlu mempertimbangkan aspek teknis, keekonomian, aksesibilitas bahan baku, serta kesiapan rantai pasok dari hulu hingga hilir.

PLN EPI terus memperkuat ekosistem bioenergi tersebut. Sepanjang periode 2023-2026, perusahaan telah merealisasikan penyediaan biomassa sebesar 4,77 juta ton.

Saat ini, pasokan untuk kebutuhan cofiring masih didominasi biomassa berbasis kayu dengan porsi lebih dari 77 persen.

Baca juga : 340 Ribu Pencari Kerja Muda Dibekali Skill Lewat Vokasi

Pengembangan bioenergi juga diperluas melalui berbagai produk, antara lain biomassa, biochar, syngas, biohidrogen, compressed biogas (CBG), biofuel, dan bioetanol.

Pemanfaatannya diarahkan untuk mendukung cofiring, menggantikan bahan bakar pada pembangkit diesel, memenuhi kebutuhan industri, hingga mengembangkan bahan bakar berkelanjutan.

Peluang penciptaan green jobs juga sejalan dengan ekspansi energi terbarukan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034.

Dalam skenario ARED, PLN merencanakan tambahan kapasitas energi terbarukan sebesar 12,22 gigawatt (GW) pada periode 2025-2029.

Angka tersebut setara sekitar 44 persen dari total tambahan kapasitas pembangkit sebesar 27,9 GW.

Tambahan kapasitas itu terdiri dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 5,91 GW, pembangkit listrik tenaga air (PLTA) 3,20 GW, pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) 1,55 GW, panas bumi 0,95 GW, serta bioenergi 0,61 GW.

Target bauran energi terbarukan pada 2029 dalam skenario tersebut mencapai 19,7 persen.

Baca juga : Misbakhun Harap Pimpinan Baru BI Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Lapangan Kerja

“Teman-teman bisa menjadi tenaga kerja, pemainnya, agregatornya, dan lain-lain,” kata Hokkop.

Salah satu pengembangan bioenergi yang terus didorong PLN EPI adalah implementasi cofiring biomassa pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Terdapat 52 lokasi pembangkit batu bara dengan total kapasitas terpasang sekitar 18.154 megawatt (MW) yang memiliki potensi implementasi cofiring.

Kebutuhan biomassa untuk program tersebut diperkirakan mencapai sekitar 9 juta ton per tahun.

Program tersebut juga menjadi bagian dari target Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) 2030 sektor energi.

Pemanfaatan biomassa melalui cofiring menjadi salah satu upaya untuk mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.