Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Jadi Pelatih Belanda, Xavi Bidik Gelar Piala Dunia 2030
- Erick Thohir Puji Komitmen Prabowo Bangun Prestasi Olahraga
- Marc Klok Rindu Persib, Siap Gabung di Bali
- KUR Mandiri Tembus Rp 25,63 Triliun, 56 Ribu UMKM Naik Kelas
- MBG Berkah Penjual Bumbu & Sayur, Barang Cepat Berputar, Omzet Ikut Terdongkrak
Kurangi Pengangguran Terdidik
DPR Minta Kampus Perkuat Kerja Sama Dengan Industri
Kamis, 13 Agustus 2026 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi IX DPR Zainul Munasichin meminta Pemerintah segera menangani peningkatan pengangguran terdidik di Tanah Air. Langkah ini merespons data Survei Angkatan Kerja Nasional Mei 2026 terbitan Badan Pusat Statistik (BPS) di mana jumlah pengangguran berlatar belakang sarjana mencapai 1.033.182 orang.
Zainul mengingatkan, hasil survei itu bukan sekadar laporan. Pasalnya, angka tersebut setara dengan 14,31 persen dari total 7,22 juta jumlah pengangguran nasional. Tingginya angka pengangguran lulusan sarjana itu menunjukkan adanya masalah struktural hubungan dunia pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja Indonesia. Karena itu, dia meminta Pemerintah serius menangani persoalan ini. Langkah awal bisa dengan mendata faktor utama penyebabnya, khususnya di kalangan lulusan sarjana. “Masalah utama yang harus ditangani adalah ketidaksesuaian keterampilan atau skill mismatch lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri,” terangnya, Rabu (12/8/2026).
Baca juga : Ini Bukti MBG Sarat Gizi Dan Aman Dari Zat Bahaya
Perkembangan dunia kerja yang makin dinamis, kata Zainul, membuat kompetensi yang dibutuhkan oleh perusahaan ikut berubah. Di saat sama, pertumbuhan lulusan perguruan tinggi belum sepenuhnya diimbangi dengan penciptaan lapangan kerja formal yang sepadan. Kondisi ini makin memperlebar jurang pemisah di pasar kerja nasional.
Kondisi itu membuat semakin banyak lulusan sarjana harus bersaing ketat untuk mendapatkan pekerjaan dengan kesempatan yang sangat terbatas. Mestinya, ekspansi jumlah lulusan sarjana diimbangi penciptaan lapangan kerja formal. “Jika tidak, kesenjangan antara pencari kerja dan kesempatan kerja akan terus membesar,” jelasnya.
Baca juga : Ara Percepat Penyediaan Perumahan Untuk Rakyat
Untuk mengatasi persoalan itu, lanjut Zainul, penguatan kerja sama antara perguruan tinggi dan dunia industri perlu diperkuat. Kurikulum pendidikan tinggi harus dibuat semakin dekat dengan kebutuhan perusahaan serta perkembangan pasar kerja saat ini. Langkah ini diyakini mampu meningkatkan keterserapan para lulusan.
Dia menilai konsep link and match antara kampus dan dunia usaha tidak cukup hanya jadi jargon, melainkan diwujudkan dalam kerja sama konkret. “Perguruan tinggi perlu aktif bermitra dengan industri agar lulusan memiliki kompetensi yang dibutuhkan sehingga lebih cepat diserap oleh pasar kerja,” ujarnya.
Baca juga : Hindari Pecah Kongsi, Golkar Dukung Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah
Selain itu, Zainul meminta Pemerintah memperluas penciptaan lapangan kerja formal di berbagai sektor. Salah satu langkah yang diusulkan adalah memberikan insentif terhadap proyek-proyek pembangunan yang bersifat padat karya. Kebijakan itu diharapkan bisa membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya