Dark/Light Mode

Olah Sabut Kelapa, Nasabah PNM Mekaar Berdayakan Warga Pesisir

Senin, 28 September 2026 19:29 WIB
Foto: PNM.
Foto: PNM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Limbah sabut kelapa yang menumpuk di kawasan pesisir Padang, Sumatera Barat, di tangan Iga Analusya berubah menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi.

Melalui Farilla Craft, nasabah PNM Mekaar itu tidak hanya mengembangkan usaha, tetapi juga melibatkan ibu rumah tangga dan bercita-cita merangkul lebih banyak anak putus sekolah.

Bagi Iga, perempuan berusia 32 tahun asal pesisir Padang, bergabung dengan PNM Mekaar bukan sekadar mendapatkan modal usaha.

Ia justru menemukan ruang untuk belajar, berinovasi, dan memberdayakan lingkungan sekitar melalui usaha kerajinan Farilla Craft.

Farilla Craft lahir dari kejelian Iga melihat peluang dari sesuatu yang selama ini kerap diabaikan.

Ia mengolah limbah sabut kelapa yang menumpuk di sekitar tempat tinggalnya menjadi berbagai produk kerajinan tangan, mulai dari tas, dompet, pot, hingga dekorasi bernuansa natural.

Baca juga : PNM-Kementerian UMKM Luncurkan Laksmi, Dorong Perempuan Naik Kelas

Gagasan tersebut bermula dari pelatihan pengolahan sabut kelapa yang diikutinya pada 2021. Saat itu, sejumlah narasumber didatangkan untuk membekali warga pesisir dengan keterampilan baru.

“Kita lihat limbah sabut kelapa itu tidak dimanfaatkan, padahal potensinya besar,” ujar Iga, mengenang awal mula usahanya bersama sang suami yang berperan sebagai desainer produk.

Usaha tersebut sebenarnya telah berjalan sebelum Iga menikah. Namun, bisnisnya mulai berkembang setelah ia bergabung dengan PNM Mekaar pada akhir 2023.

Modal awal sebesar Rp 3 juta digunakan Iga untuk membeli bahan baku. Dengan begitu, proses produksi tidak lagi bergantung pada pesanan yang datang lebih dahulu. Seiring skala usaha yang terus tumbuh, plafon pinjamannya kini meningkat menjadi Rp 8,5 juta.

Saat ini, Farilla Craft mampu memproduksi hingga 100 pensil dalam sekali produksi, dengan waktu pengerjaan sekitar tiga minggu untuk pesanan dalam jumlah besar, seperti pesanan dari instansi pemerintah.

Usaha tersebut juga menggerakkan perekonomian warga sekitar. Iga melibatkan 15 hingga 20 pengrajin, yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga di lingkungan pesisir tempat tinggalnya.

Tak Sekadar Modal

Baca juga : PNM Peduli Gelar Trauma Healing, Bantu Nasabah Flores Bangkit Berusaha

Bagi Iga, pencapaian yang tidak kalah berarti datang dari sisi lain PNM, yakni pemberdayaan melalui pelatihan dan pendampingan.

Keikutsertaannya dalam program Mekaarpreneur 2026 yang mengantarkannya masuk 120 besar turut membuka wawasan Iga mengenai pengelolaan usaha berbasis teknologi hingga strategi promosi melalui media sosial.

“Kalau jadi orang biasa mungkin PNM itu ya cuma untuk pinjaman saja. Tapi setelah kita ada di dalamnya, kita jadi lihat ada hal lain yang jauh lebih bermanfaat,” kata Iga.

Wawasan tersebut mendorong Iga terus berinovasi menyesuaikan produk dengan selera pasar generasi muda, tanpa meninggalkan sentuhan tradisional yang menjadi ciri khas Farilla Craft.

Kunjungan mahasiswa untuk studi banding ke tempat usahanya juga turut memberikan inspirasi baru bagi Iga dalam mengemas produk secara lebih modern dan eksklusif.

Direktur Utama PNM Kindaris mendorong ibu-ibu nasabah PNM Mekaar untuk jeli melihat peluang usaha, termasuk dari hal-hal kecil di sekitar mereka.

Baca juga : Dari Sampah Pasar, Zulhaida Bangun Usaha Kerajinan Beromzet Jutaan

“Ibu Iga adalah contoh nyata bahwa modal hanyalah awal, tapi ketekunan dan kerja keras yang diiringi dengan pendampingan mampu membawa manfaat yang lebih luas dan menggerakkan orang-orang di sekitarnya yang membutuhkan,” ujar Kindaris.

Iga sendiri berusaha memastikan penggunaan modal dilakukan secara terencana.

Sebelum pencairan, ia selalu mencatat rencana penggunaan modal dari PNM agar dana yang diperoleh dapat langsung diarahkan untuk kebutuhan produksi dan tidak berujung pada pengeluaran konsumtif.

Ke depan, Iga berharap dapat memperluas galeri usahanya. Ia juga ingin merangkul lebih banyak anak putus sekolah dan ibu rumah tangga di sekitar pesisir Padang untuk turut berkarya bersama Farilla Craft.

Program tersebut mengusung hashtag #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM.

Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari program serupa tahun sebelumnya bertajuk #CariTauLangkahBaru, dengan tujuan memperluas dampak pemberdayaan serta membina nasabah unggulan agar terus berkembang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.