Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PLN EPI Terapkan Teknologi IoT, Modernisasi Pembibitan Mangrove Cilacap
Kamis, 7 Mei 2026 06:06 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemanfaatan listrik dan teknologi digital mulai merambah sektor pelestarian lingkungan di pesisir selatan Jawa. Kelompok tani di Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, kini menerapkan sistem Internet of Things (IoT) dalam proses pembibitan mangrove.
Inovasi ini merupakan bagian dari program kolaborasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Electrifying Agriculture antara PT PLN (Persero) dan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) yang diresmikan pada Rabu (6/5/2026).
Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, menjelaskan bahwa program ini bertujuan mendorong modernisasi pembibitan berbasis masyarakat.
Dengan bantuan energi listrik, proses manual yang selama ini dilakukan warga beralih menjadi sistem digital yang lebih presisi.
Baca juga : Karo Mamang Gerakkan Ekonomi Kelurahan Mangunjaya
“Melalui program electrifying agriculture, kami mendorong pengelolaan pembibitan mangrove yang lebih efisien dan modern. Pemanfaatan listrik dan sistem digital memungkinkan proses berjalan lebih optimal tanpa mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Mamit.
Siram Bibit via Ponsel
Keunggulan utama dari sistem ini adalah otomatisasi penyiraman. Melalui integrasi IoT, jadwal penyiraman bibit dapat diatur sesuai pola pasang surut air laut dan dikendalikan hanya melalui perangkat ponsel pintar.
Langkah ini diklaim mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air serta menjaga konsistensi kualitas bibit dibandingkan metode konvensional.
“Bapak-bapak tidak perlu lagi repot setiap hari menyiram, cukup dimonitor dari HP karena sistemnya sudah diatur mengikuti pola pasang surut air,” tambah Mamit.
Baca juga : BNI Tuntaskan Pengembalian Dana CU Paroki Aek Nabara
Program ini juga diproyeksikan menjadi benteng pertahanan pesisir dari abrasi dan upaya penyerapan karbon dalam skala lokal. Selain dampak ekologis, digitalisasi ini membuka peluang ekonomi baru bagi warga melalui produksi bibit berkualitas tinggi.
Dampak Ekonomi Masyarakat
Sekretaris Camat Adipala, Subianto, menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, pemanfaatan teknologi di wilayah pesisir memberikan dampak nyata bagi penguatan ekonomi masyarakat sekaligus pelestarian lingkungan.
Hal senada diungkapkan Ketua Kelompok Tani Hutan Wana Lestari, Jaban Sukarto. Ia mengaku digitalisasi membuat pekerjaan anggotanya jauh lebih ringan.
“Dengan adanya sistem listrik dan digitalisasi ini, pekerjaan kami menjadi lebih ringan dan teratur. Kami juga lebih percaya diri dalam menghasilkan bibit yang berkualitas dan siap tanam,” kata Jaban.
Baca juga : Juventus Tekuk Bologna, AC Milan Menang Tipis
Tak hanya bibit, keberadaan listrik dan teknologi ini memicu kreativitas kelompok tani untuk mengembangkan produk turunan mangrove seperti keripik, sirup, selai, dodol hingga sabun.
Implementasi ini menjadi bagian dari komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) PLN EPI dalam mendukung transisi energi yang terintegrasi dengan pemberdayaan sosial dan ketahanan ekosistem pesisir.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya