Dark/Light Mode

PLN EPI Bantu Gapoktan Gunungkidul Produksi 14 Ton Pupuk Organik

Sabtu, 18 Juli 2026 15:09 WIB
Hingga pertengahan 2026, kedua kelompok tani gunung kidul telah memproduksi sekitar 14 ton pupuk organik, menghasilkan nilai ekonomi sebesar Rp 15.4 Juta.
Hingga pertengahan 2026, kedua kelompok tani gunung kidul telah memproduksi sekitar 14 ton pupuk organik, menghasilkan nilai ekonomi sebesar Rp 15.4 Juta.

RM.id  Rakyat Merdeka - Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kalurahan Gombang dan Kalurahan Karangasem, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memproduksi 14 ton pupuk organik melalui Program Desa Berdaya Energi yang diinisiasi PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI).

Hingga pertengahan 2026, produksi pupuk organik tersebut menghasilkan nilai ekonomi sekitar Rp 15,4 juta atau masing-masing kelompok memperoleh tambahan pendapatan Rp 7,7 juta.

Program itu juga menciptakan potensi penghematan biaya pembelian pupuk hingga Rp 75,6 juta bagi masyarakat.

Keberhasilan tersebut merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Energi yang dijalankan PLN EPI sejak 2024.

Program ini mengintegrasikan sektor peternakan, pertanian, pengolahan pupuk organik, pengembangan hijauan pakan, hingga biomassa dalam satu ekosistem pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi sirkular.

Baca juga : PLN EPI Dampingi Gapoktan Gunungkidul, Populasi Kambing Perah Naik 52 Persen

Melalui program tersebut, limbah peternakan yang sebelumnya belum dimanfaatkan kini diolah menjadi pupuk organik sehingga memberikan nilai tambah, meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

Salah satu implementasi program ialah pemanfaatan kotoran kambing Peranakan Etawa (PE) dan sapi sebagai bahan baku pupuk organik.

Hingga kini sekitar 350 kilogram kotoran ternak telah dimanfaatkan sebagai campuran produksi pupuk organik.

Selama hampir dua tahun pelaksanaan program, total limbah ternak yang dihasilkan diperkirakan mencapai sekitar 23 ton di Kalurahan Gombang dan 15 ton di Kalurahan Karangasem untuk mendukung sistem pertanian terpadu.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan, pengembangan pupuk organik merupakan bagian dari strategi perusahaan membangun Desa Berdaya Energi yang mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Baca juga : PLN EPI Salurkan Daging Kurban ke Wilayah 3T

"Melalui Program Desa Berdaya Energi, PLN EPI mendorong masyarakat untuk mengubah limbah menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat praktik ekonomi sirkular yang menjaga keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan," ujar Mamit.

Menurut dia, program tersebut dirancang agar setiap kegiatan saling terhubung dalam satu siklus berkelanjutan. Limbah peternakan diolah menjadi pupuk organik, kemudian dimanfaatkan untuk membudidayakan tanaman multifungsi seperti indigofera, kaliandra, dan jatiputih.

Daun tanaman tersebut selanjutnya digunakan kembali sebagai pakan ternak. Selain menambah pendapatan kelompok, penggunaan pupuk organik juga mampu menekan biaya produksi petani.

Jika kebutuhan 14 ton pupuk dipenuhi menggunakan pupuk urea, masyarakat diperkirakan harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 91 juta.

Dengan memanfaatkan pupuk organik hasil produksi kelompok, biaya tersebut dapat dihemat hingga sekitar Rp 75,6 juta.

Baca juga : Petrikimia Gresik Perkuat Pasokan Gas Jaga Keberlanjutan Produksi Pupuk Nasional

Ketua Gapoktan Asem Mulya, Sunarto, mengatakan pendampingan PLN EPI telah mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah peternakan.

"Sebelumnya kotoran ternak hanya dianggap sebagai limbah. Sekarang kami mampu mengolahnya menjadi pupuk organik yang bermanfaat untuk lahan pertanian dan memiliki nilai jual. Program ini membuat kami semakin memahami pentingnya memanfaatkan potensi yang ada di desa untuk meningkatkan pendapatan kelompok sekaligus menjaga lingkungan," ujarnya.

Sunarto berharap pendampingan PLN EPI terus berlanjut untuk meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, serta memperluas pemasaran pupuk organik.

Sementara itu, Mamit menegaskan PLN EPI akan terus memperkuat kapasitas kelompok melalui pendampingan teknis, pengembangan kelembagaan, dan peningkatan kualitas produk agar Desa Berdaya Energi menjadi contoh pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.

"Kami berharap keberhasilan kelompok masyarakat di Gunungkidul ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain. Ketika limbah dapat diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi, maka masyarakat tidak hanya memperoleh tambahan pendapatan, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi sirkular yang mampu menjaga keberlanjutan lingkungan," tutup Mamit.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.