Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pupuk Kaltim Raih Predikat Gold CSR & PDB Awards 2026 Dorong Kemandirian Desa
Kamis, 1 Oktober 2026 15:32 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) meraih penghargaan CSR & PDB Awards 2026, dengan predikat Gold dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), atas kiprah perusahaan dalam mendorong pembangunan masyarakat dan desa secara berkelanjutan, melalui program Pengembangan Kawasan Terpadu BerbasisIntegrasi Sistem Agroenergi (PKT BISA).
Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra mengatakan, keberhasilan PKT BISA menjadi bukti program tanggungjawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang dijalankan secara terukur dapat memberikan dampak lebih besar, ketika dirancang berdasarkan potensi dan kebutuhan masyarakat.
Utamanya, kata dia, meningkatkan kapasitas masyarakat, menciptakan nilai tambah dari potensi lokal, serta membangun sistem yang dapat terus berjalan setelah intervensi program.
Hal ini terlihat, dari program PKT BISA yang diimplementasikan di Desa Kepuhrejo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Karena mampu menghadirkan pendekatan pemberdayaan yang mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, perikanan, pengelolaan limbah, energi terbarukan, hingga pengembangan usaha masyarakat dalam satu ekosistem yang saling terhubung.
"Kami mengembangkan PKT BISA dengan pendekatan ekonomi sirkuler untuk memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat," kata Rafli, dalam keterangannya, Kamis (1/10/2026).
Rafli menambahkan, sejak dikembangkan pada 2021, PKT BISA secara bertahap membangun ekosistem agribisnis yang mengintegrasikan berbagai sektor potensial di Desa Kepuhrejo.
Bahkan, perseroan juga menggandeng berbagai pihak terkait dalam pengembangannya.
Baca juga : Pupuk Kaltim Hibahkan Satu Unit Mini ICU ke Kodam VI/Mulawarman
“Lewat PKT BISA, kami mengolah limbah yang sebelumnya merupakan persoalan lingkungan, menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi,” katanya.
Ia membeberkan, limbah peternakan dan perikanan dimanfaatkan sebagai bahan baku pengolahan energi dan kompos, sementara hasil pertanian serta perikanan dikembangkan menjadi produk bernilai tambah oleh kelompok usaha masyarakat.
Selain itu, salah satu perkembangan terbaru PKT BISA yakni penguatan integrasi sistem agroenergi melalui pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan menjadi biogas.
Menurutnya, energi yang dihasilkan dimanfaatkan untuk mendukung proses pengeringan hasil pertanian, kegiatan produktif UMKM, serta kebutuhan energi rumah tanggamasyarakat rentan di sekitar kawasan.
Ia menilai, pendekatan tersebut membuat persoalan limbah tidak lagi berhenti pada aspek pengelolaan lingkungan, tetapi dikonversi menjadi Sumber energi yang mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
Terlebih, pemanfaatan biogas turut mengurangi potensi pencemaran dan emisi dari limbah organik yang sebelumnya tidak terkelola secara optimal.
“Prinsip yang kami dorong adalah bagaimana potensi yang ada di desa dapat saling terhubung. Limbah dari satu aktivitas dapatmenjadi input bagi aktivitas lainnya, sehingga tercipta siklus yang memberi manfaat kembali bagi masyarakat,” tuturnya.
Baca juga : Produksi Pupuk Kaltim Tembus 5,1 Juta Ton Hingga September 2026
Tak hanya itu, dampak program juga terlihat dari sisi produktivitas pertanian. Pada 2025, PKT BISA berhasil mendorong petani di Babadan meningkatkan intensitas panen hingga empat kali dalam setahun.
Dalam satu periode, produksi padi mencapai 70 ton pada lahan 10 hektare (Ha), kacang tanah 5 ton pada lahan 1,1 Ha, serta jagung 81 ton dari lahan 8 Ha.
Produktivitas pertanian tersebut diselaraskan dengan program Agrosolution berupa pendampingan langsung kepada para petanibinaan, dengan total lahan yang dikelola mencapai 19,1 Ha.
Adapun pendampingan mencakup pengolahan lahan, pemupukan berimbang, pengendalian hama, hingga pengembangan usaha dan akses pasar.
"Program ini juga mengintegrasikan kelompok pertanian, peternakan, perikanan, kompos, serta UMKM dan kelompok perempuan dalamsatu ekosistem pemberdayaan," kata Rafli.
Sementara dari sektor peternakan, masyarakat juga didorongmeningkatkan kualitas pakan dan pengelolaan usaha. Misalnya, hasil budidaya tidak berhenti sebagai komoditas primer, tetapi dikembangkan menjadi produk olahan yang memberikan nilaitambah bagi kelompok usaha.
Kini, sejumlah produk olahan UMKM Babadan bahkan telah dipasarkan hingga luar daerah dengan permintaan yang relatif signifikan.
Baca juga : Jelang Musim Tanam, Stok Pupuk Kaltim Capai 293 Ribu Ton
"Kami ingin program ini tumbuh menjadi milik masyarakat. Pupuk Kaltim hadir sebagai katalisator, membuka akses, membangun kapasitas dan memperkuat ekosistemnya. Selanjutnya, masyarakat bersama mitra kolaborasi menjadi penggerak utama keberlanjutan program," katanya.
Ia memproyeksikan, PKT BISA ke depannya akan berkembang menjadi Pusat Agroedukasi terpadu, sekaligus memperluas jaringanpemasaran produk masyarakat dan membuka peluang replikasi program di wilayah lain.
Pengembangan ini sejalan dengan peran Pupuk Kaltim dalammemperkuat ketahanan pangan, PKT BISA dapat menjadi salah satu model yang menggabungkan upaya tersebut denganpengelolaan lingkungan dan energi terbarukan.
Sebelumnya, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria mengapresiasi, kontribusi Pupuk Kaltim yang terus mendorong percepatan pembangunan dan pengembangan desa secara berkelanjutan.
Menurut Riza, keterlibatan dunia usaha melalui program CSR menjadi bagian penting dalam melengkapi pembangunan yang dilakukan pemerintah, khususnya dalam meningkatkan kemandiriandan kesejahteraan masyarakat.
“Kami harap kolaborasi seperti ini terus diperkuat, karena pembangunan desamembutuhkan sinergi seluruh pihak. Kalau desanya maju, Indonesianya maju,” ujar Riza saat penyerahan penghargaan di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Senin (28/9/2026).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya