Dark/Light Mode

Menperin Sarmuji: Industri Jadi Daya Ungkit Pertumbuhan Ekonomi

Jumat, 2 Oktober 2026 22:22 WIB
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji memberikan sambutan pada serah terima jabatan di Jakarta, Jumat (2/10/2026). (Foto: Kemenperin)
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji memberikan sambutan pada serah terima jabatan di Jakarta, Jumat (2/10/2026). (Foto: Kemenperin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menegaskan sektor industri menjadi tumpuan penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan penyerapan tenaga kerja nasional.

Sarmuji mengatakan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan melanjutkan program strategis yang telah dirintis sebelumnya, sembari membuka ruang bagi terobosan baru untuk memperkuat sektor industri nasional.

" Kita semua tahu bahwa sektor industri adalah sektor yang sangat vital bagi republik ini. Sektor industri adalah tumpuan dan harapan agar kita bisa melakukan leverage bagi pertumbuhan ekonomi dan juga menjadi daya ungkit bagi penyerapan tenaga kerja," kata Sarmuji dalam serah terima jabatan Menteri Perindustrian dari Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Jumat (2/10).

Sarmuji sebelumnya dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Perindustrian di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10).

Ia mengajak seluruh pejabat dan keluarga besar Kemenperin bergotong royong menjalankan tugas pembangunan industri nasional dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga : Agus Gumiwang Pamit, Kenang Hampir 7 Tahun Memimpin Kemenperin

Sarmuji juga menyampaikan apresiasi kepada Agus Gumiwang Kartasasmita yang dinilainya telah meletakkan fondasi bagi penguatan sektor industri selama memimpin Kemenperin.

"Apa yang sudah dirintis oleh Pak Agus Gumiwang sebagai Menteri tentu harus kita lanjutkan. Kita akan teruskan apa-apa yang sudah dicapai dan apa yang sudah diletakkan akan kita perkuat kembali," ujarnya.

Menurut dia, kesinambungan kebijakan penting untuk memastikan pembangunan industri berjalan optimal. Namun, kesinambungan tersebut harus dibarengi keberanian menghadirkan gagasan baru dan kemampuan membaca peluang.

"Kita harus memiliki mimpi-mimpi besar di Kementerian ini. Kita harus membaca setiap peluang untuk meningkatkan sektor industri ini menjadi tumpuan bagi pembangunan kita," katanya.

Sarmuji mendorong jajaran Kemenperin tidak hanya berfokus pada persoalan yang dihadapi sektor industri, tetapi juga mengidentifikasi peluang yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kontribusi industri terhadap perekonomian nasional.

Baca juga : Cosmobeauté Indonesia 2026 Hadirkan 1.550 Brand Kecantikan dari 17 Negara

Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk asosiasi dan pelaku industri, agar kebijakan pemerintah dapat merespons kebutuhan dunia usaha dan tantangan yang berkembang.

"Nanti apa saja yang harus kita bicarakan, siapa saja yang harus kita temui, siapa saja yang kita ajak berkolaborasi, akan kita tentukan. Tetapi yang paling penting adalah mari kita membangun mimpi-mimpi besar, menjadikan sektor industri ini lebih kuat lagi," ujar Sarmuji.

Di internal Kemenperin, Sarmuji juga menginginkan terciptanya suasana kerja yang terbuka agar para pejabat dapat berdiskusi, berdialektika, serta memberikan masukan terhadap kebijakan yang akan diambil.

"Saya meminta secara pribadi kepada seluruh pejabat Kementerian Perindustrian untuk kita bisa saling mengingatkan. Kalau ada hal yang perlu diingatkan kepada saya, jangan sungkan-sungkan," katanya.

Ia meminta jajaran Kemenperin tidak menciptakan sekat berlebihan antara pimpinan dan bawahan yang dapat menghambat komunikasi serta penyampaian masukan.

Baca juga : Industri Harus Tumbuh Dua Digit Untuk Kejar Ekonomi 8%

"Jangan memberikan penghormatan berlebih kepada saya, jangan memberikan pelayanan berlebih kepada saya. Penghormatan dan pelayanan yang berlebih itu akan menciptakan sekat-sekat bagi kita semua," ujarnya.

Sarmuji juga optimistis dapat membangun kerja sama yang solid bersama Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza. Pengalaman bekerja bersama sebelumnya dinilai menjadi modal untuk memperkuat kekompakan kepemimpinan di Kemenperin.

Ia menilai soliditas internal perlu berjalan beriringan dengan kolaborasi eksternal karena tantangan pembangunan industri nasional tidak dapat diselesaikan Kemenperin secara sendiri.

"Kita bisa membangun tim yang lebih solid dan bisa bekerja sama. Saya juga meminta dukungan seluruh hadirin dan asosiasi industri. Sangat penting bagi kita untuk berkolaborasi," tutur Sarmuji.

Dengan kesinambungan program, terobosan baru, serta kolaborasi bersama dunia usaha dan pemangku kepentingan, Sarmuji berharap sektor industri semakin kuat sebagai tumpuan pertumbuhan ekonomi, peningkatan daya saing, dan penyerapan tenaga kerja nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.