Dark/Light Mode

AGTI Harap Menperin Sarmuji Jaga Momentum Pertumbuhan Industri TPT

Minggu, 4 Oktober 2026 08:15 WIB
Menteri Perindustrian Sarmuji. (Foto:IG/Sarmuji)
Menteri Perindustrian Sarmuji. (Foto:IG/Sarmuji)

RM.id  Rakyat Merdeka - Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI) berharap Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji dapat menjaga momentum pertumbuhan industri tekstil dan pakaian jadi (TPT) yang mulai menguat sepanjang 2026.

AGTI menilai dukungan pemerintah terhadap industri tekstil dan pakaian jadi selama ini cukup baik. Penguatan pertumbuhan pada semester pertama 2026 diharapkan terus berlanjut di bawah kepemimpinan Sarmuji yang dilantik sebagai Menteri Perindustrian pada 1 Oktober 2026.

Sekretaris Jenderal AGTI Rizal Tanzil Rakhman mengatakan, keberlanjutan dukungan pemerintah diperlukan agar pertumbuhan industri dapat terus terjaga dan diikuti program-program nyata bagi pelaku usaha.

“Jika pertumbuhan ini dijaga dan terus melahirkan program-program nyata kepada industri, tentu akan sangat bagus ke depannya,” ujar Rizal.

Menurutnya, dukungan pemerintah dibutuhkan agar perusahaan dapat mengembangkan usaha, memperluas pasar, sekaligus membuka lebih banyak kesempatan kerja.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian, atas perhatian dan dukungan yang selama ini diberikan kepada industri garmen dan tekstil. Ini tentu menggembirakan bagi pelaku usaha dan menjadi semangat untuk terus berkembang,” katanya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri tekstil dan pakaian jadi tumbuh 3,55 persen sepanjang 2025. Memasuki 2026, pertumbuhan industri tersebut mencapai 4,86 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada kuartal I, kemudian meningkat menjadi 6,36 persen pada kuartal II.

Baca juga : Gandung Pardiman Titip 3 Pesan untuk Menperin Sarmuji

Penguatan juga terjadi pada industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki. Setelah tumbuh 3,31 persen sepanjang 2025, kelompok industri tersebut mencatat pertumbuhan 5,28 persen yoy pada kuartal I-2026 dan melonjak menjadi 11,30 persen pada kuartal II-2026.

Pertumbuhan kedua kelompok industri pada kuartal II-2026 tersebut lebih tinggi dibandingkan industri pengolahan nonmigas yang tumbuh 5,32 persen dan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen pada periode yang sama.

“Angka ini memberi gambaran bahwa industri tekstil, pakaian jadi, kulit dan alas kaki masih punya ruang untuk tumbuh. Kami berharap perkembangan yang baik ini semakin terasa bagi pelaku usaha, baik melalui bertambahnya pesanan, meningkatnya produksi, maupun kesempatan untuk berinvestasi,” ujar Rizal.

Selain pertumbuhan produksi, kinerja perdagangan luar negeri juga mencatat hasil positif. Sepanjang Januari-Juli 2026, industri tekstil dan pakaian jadi serta industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki secara gabungan membukukan surplus perdagangan sebesar 5,6 miliar dolar AS.

Bagi AGTI, capaian tersebut menunjukkan peran kedua kelompok industri dalam perdagangan luar negeri Indonesia. Rizal berharap peluang pasar ekspor dapat terus dikembangkan bersamaan dengan penguatan penjualan produk di dalam negeri.

“Industri ini tidak hanya menghasilkan produk untuk kebutuhan masyarakat, tetapi juga memberikan pemasukan dari pasar ekspor. Potensinya masih besar. Karena itu, kami berharap dukungan terhadap pelaku usaha bisa terus berlanjut agar peluang yang ada dapat dimanfaatkan lebih luas,” katanya.

Rizal juga berharap Sarmuji dapat melanjutkan sekaligus memperkuat kebijakan yang selama ini mendukung industri. AGTI juga mendorong adanya ruang komunikasi yang lebih luas bagi pelaku usaha untuk menyampaikan kebutuhan dan kendala di lapangan.

Baca juga : Menperin Sarmuji: Industri Jadi Daya Ungkit Pertumbuhan Ekonomi

Menurutnya, kepastian kebijakan menjadi salah satu pertimbangan penting bagi perusahaan dalam menyusun rencana usaha. Dengan kebijakan yang lebih pasti, pelaku industri dapat menyusun rencana produksi, melakukan pembaruan mesin hingga mempertimbangkan perluasan pabrik.

“Kami berharap Bapak Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji dapat lebih terbuka dan menerima masukan-masukan dari industri, serta meneruskan dan memperkuat kebijakan yang sudah berjalan baik. Bagi pelaku usaha, kepastian itu penting karena rencana investasi dan pengembangan usaha tidak dibuat untuk satu atau dua bulan saja,” ujarnya.

Tantangan Industri

Meski menyambut penguatan pertumbuhan, AGTI melihat masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu dibahas bersama pemerintah.

Beberapa di antaranya penguatan daya saing sektor garmen, biaya energi dan logistik, pembaruan mesin, ketersediaan bahan baku, serta akses pasar.

Rizal berharap pertumbuhan industri tidak hanya dinikmati sebagian pelaku usaha, tetapi dapat dirasakan di berbagai mata rantai industri dari hulu hingga hilir.

Karena itu, komunikasi antara pemerintah dan asosiasi dinilai penting agar kebijakan dan dukungan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.

Baca juga : Agus Gumiwang Pamit, Kenang Hampir 7 Tahun Memimpin Kemenperin

“Tentu masih ada tantangan yang dihadapi teman-teman di industri. Kami berharap komunikasi dengan pemerintah terus terjaga, sehingga persoalan di lapangan bisa dibicarakan dan dicarikan jalan keluarnya bersama. Dengan begitu, pertumbuhan ini bisa dirasakan oleh semakin banyak pelaku usaha,” katanya.

AGTI juga mendorong agar produsen bahan baku dan industri produk jadi dapat berkembang secara beriringan. Penguatan pemasok dalam negeri, menurut Rizal, perlu berjalan bersama dengan ketersediaan bahan baku yang memenuhi aspek kualitas, harga dan ketepatan waktu pengiriman.

Dia menambahkan, AGTI siap menjadi mitra pemerintah dengan membawa masukan dari pelaku usaha. Dengan demikian, perkembangan industri diharapkan tidak hanya tercermin dalam angka pertumbuhan, tetapi juga diikuti peningkatan investasi, perluasan pasar dan terjaganya lapangan kerja.

“Dengan pertumbuhan yang sedang menguat, kita memiliki momentum yang baik. Kami berharap di bawah kepemimpinan Bapak Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji, industri tekstil, pakaian jadi, kulit dan alas kaki dapat semakin kuat sebagai motor pertumbuhan industri nasional, penghasil devisa dan pencipta lapangan kerja,” tutup Rizal.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.