Dark/Light Mode

Perkuat Pembiayaan Hunian, BP Tapera Dan Bank BJB Atasi Backlog Di Jabar

Rabu, 7 Oktober 2026 09:34 WIB
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho sosialisasi Kredit Program Perumahan (KPP) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi warga Kabupaten Subang, Senin (5/10/2026). (Foto: Tapera)
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho sosialisasi Kredit Program Perumahan (KPP) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi warga Kabupaten Subang, Senin (5/10/2026). (Foto: Tapera)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersama Bank BJB memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Jawa Barat.

Kolaborasi tersebut dilakukan melalui sosialisasi Kredit Program Perumahan (KPP) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi masyarakat di Kabupaten Subang, Senin (5/10/2026).

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan, sinergi dengan Bank BJB menjadi langkah penting untuk memperluas akses kepemilikan rumah subsidi bagi MBR.

“Bank BJB merupakan salah satu mitra strategis BP Tapera dalam memperluas akses pembiayaan rumah subsidi FLPP. Sinergi ini menjadi bagian penting untuk menjawab tantangan kepemilikan rumah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Heru.

Baca juga : Program Gentengisasi Berkah, Perajin Lokal Kebanjiran Order

BP Tapera mencatat, realisasi penyaluran FLPP sepanjang 2026 mencapai 166.938 unit rumah dengan nilai Rp20,79 triliun. Jawa Barat menjadi provinsi dengan kontribusi penyaluran tertinggi, yakni mencapai 39.140 unit rumah.

Heru mengatakan tantangan kepemilikan rumah di Jawa Barat masih cukup besar. Berdasarkan data backlog 2026, terdapat 2.025.120 rumah tangga atau 14,21 persen yang belum memiliki rumah.

Khusus di Kabupaten Subang, backlog kepemilikan rumah mencapai 17.980 rumah tangga atau 3,76 persen.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah memperkuat sejumlah kebijakan di sektor perumahan. Kebijakan tersebut antara lain peningkatan kuota FLPP menjadi 350 ribu unit pada 2026, relaksasi SLIK OJK, pembebasan pajak PBG dan BPHTB, serta perluasan tenor KPR rumah subsidi hingga 40 tahun.

Baca juga : BP Tapera Kumpulkan Bank Dan Pengembang, Kejar 350 Ribu Rumah Subsidi

Dalam penyaluran FLPP secara nasional, Bank BJB telah menyalurkan 17.154 unit rumah dengan nilai Rp2,1 triliun. Khusus di Jawa Barat, penyalurannya mencapai 1.099 unit rumah senilai Rp133 miliar.

Bank BJB juga mencatat penyaluran KPR rumah subsidi sejak 2016 mencapai Rp5,3 triliun kepada 42.600 debitur.

Selain itu, Bank BJB menjadi salah satu penyalur Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), dengan target lebih dari 49.000 penerima manfaat di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat pada 2026.

Sementara itu, di Kabupaten Subang, realisasi penyaluran FLPP telah mencapai 1.115 unit rumah. Dari sisi pasokan, tersedia 1.678 unit rumah yang terdiri atas 127 unit rumah siap huni (ready stock), 29 unit dalam pembangunan, dan 1.360 unit dalam tahap kavling.

Baca juga : BPKP Kawal Tata Kelola Percepatan Program Perumahan

BP Tapera, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Bank BJB, serta pemangku kepentingan terkait terus memperkuat penyediaan hunian layak dan terjangkau sekaligus mendukung keberhasilan Program 3 Juta Rumah

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.