Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
2 Tahun Pemerintahan Prabowo: Proyek Hilirisasi Melesat, Investasi Melonjak
Kamis, 8 Oktober 2026 16:03 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, program hilirisasi menunjukkan peningkatan signifikan dan semakin memperbesar kontribusinya terhadap investasi nasional.
“Investasi di semester pertama 2026 ini, alhamdulillah mencapai realisasi Rp 1.010,6 triliun, tumbuh 7,2 persen dan menyerap lebih dari 1,4 juta orang,” kata Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani pada Groundbreaking dan Komersialisasi 11 Ekosistem Hilirisasi Nikel serta Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik Kawasan Industri Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026).
Baca juga : Indonesia Ekspor Baterai Kendaraan Listrik, Prabowo: Bukti Hilirisasi Berhasil
Dalam acara itu, Rosan juga melaporkan kepada Presiden Prabowo bahwa terjadi perubahan komposisi investasi. Kontribusi investasi hilirisasi yang sebelumnya berada di kisaran 25 persen kini telah mencapai sekitar 30 persen dari total realisasi investasi nasional.
Berdasarkan sektor usaha, realisasi investasi semester I-2026 masih didominasi oleh industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya, diikuti jasa lainnya, pertambangan, transportasi, gudang dan telekomunikasi, serta perumahan, kawasan industri dan perkantoran.
Baca juga : Prabowo Tepis Isu Indonesia Gelap, Tunjukkan Investasi IWIP 20 Miliar Dolar AS
Rosan juga mengatakan, perkembangan hilirisasi mulai mendorong penyebaran investasi ke berbagai wilayah di luar Pulau Jawa. “Lebih dari 75 persen terealisasi di luar Jawa, Bapak Presiden. Kita melihat hilirisasi ini akan terus meningkat ke depannya,” ujarnya.
Ia memaparkan, dampak hilirisasi dapat terlihat langsung di Maluku Utara. Daerah yang sebelumnya identik sebagai wilayah penghasil tambang kini berkembang menjadi salah satu pusat industri pengolahan nasional.
Baca juga : Prabowo Beri Jaminan ke Investor Asing: Kami Anggap Saudara
Produk hasil hilirisasi dari Maluku Utara juga semakin beragam. Ekspor tidak lagi bertumpu pada bijih mineral mentah, tetapi telah bergerak ke produk olahan seperti feronikel, nickel matte, Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), nickel sulfate hingga cobalt.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya